Cegah dan Atasi Anak Kecanduan Game Ala Giring Ganesha

Bandung - TemanBaik, Giring Ganesha punya tips nih bagi para orang tua untuk mencegah dan mengatasi anak yang sudah kecanduan bermain game. Simak ulasannya yuk!

"Kecanduan game itu menurut saya yang bisa menghentikan dan menetralkannya itu adalah orangtua dan keluarga," kata Giring yang merupakan Owner Indonesia E-Sports Premier League (IESPL).

Orang tua harus punya ketegasan dalam pembatasan dan mengatur anak dalam bermain game. Buatlah kesepakatan dengan anak berapa lama maksimal mereka boleh bermain game dalam sehari.

Jalin juga kesepakatan soal hukuman yang akan diberikan jika anak melanggar waktu bermain game. Sehingga, anak akan punya rem tersendiri. Ketika waktu bermain game habis, mau tak mau mereka akan menghentikan bermain game.

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Cuci Tangan Usai Bermain dengan Hewan Peliharaan

Jika anak sudah kecanduan main game, jangan salahkan mereka, apalagi menghakiminya. Orang tua justru harusnya mengintrospeksi diri kenapa sang anak bisa seperti itu.

Bisa jadi karena memang kamu lemah dalam mengontrol mereka bermain game atau justru malah melakukan pembiaran. Ujungnya, anak semakin tertarik bermain game dan malah kecanduan.

"Jadi, jangan melulu menyalahkan anak jika kecanduan game," ungkap Giring yang merupakan mantan vokalis band Nidji.

Jika anak belum kecanduan, pengaturan soal waktu kapan mereka boleh main game relatif lebih mudah. Tapi, jika sudah terlanjur kecanduan, kamu perlu usaha ekstra agar secara perlahan anak bisa lepas dari kecanduannya.

"Harus ada komunikasi yang baik, tunjukkan kasih sayang, perhatian. Itu yang paling penting," ucap Giring.

Langkah paling tepat membatasi mereka bermain game sebaiknya dilakukan secara bertahap. Misalnya dalam sehari maksimal dua jam, selanjutnya kurangi secara perlahan dalam kurun waktu tertentu.

Tapi, berikan alasan dan penjelasan kepada mereka dengan bahasa yang mudah dimengerti kenapa waktu bermain game mereka dikurangi. Ingat, kamu dan anak harus berusaha sama-sama konsisten menjalankan kesepakatan serta aturan yang dibuat ya!

Pentingnya Mengubah Paradigma
Zaman dulu, mereka yang gemar bermain game dinilai melakukan kegiatan tak bermanfaat. Bahkan, kegiatan ini sering disebut membuang-buang waktu.

Tapi, sebagai orang tua, kamu harus mulai mengubah paradigma itu. Sebab, saat ini game sudah menjadi industri dan bisa menghasilkan uang. Ada banyak kompetisi game dari tingkat lokal hingga internasional dengan hadiah menggiurkan.

Siapa tahu jika anak gemar bermain game kelak akan jadi gamers andal yang akan mengharumkan keluarga, daerah asal, bahkan negara. Sebab, dunia semakin berkembang dan hal-hal yang sebelumnya tak terpikirkan bisa menghasilkan justru jadi hal menjanjikan.

Sebagai contoh, saat ini chef atau koki juga banyak dari kalangan pria. Padahal, dulu profesi ini lebih identik dengan pekerjaan kaum hawa. Bahkan, ahli make up saat ini juga ada yang dari kalangan pria dan mereka bukan berarti 'melambai'.

Begitu juga desainer fesyen. Dulu profesi ini identik dengan perempuan. Tapi kini banyak desainer dari kaum pria yang kemampuannya bisa lebih hebat dari perempuan.

Bahkan, mungkin di masa depan akan ada banyak profesi yang saat ini dinilai sebagai hobi justru menghasilkan uang. Sebagai contoh, siapa yang puluhan tahun lalu menyangka bahwa bermain game bisa membuat seseorang jadi miliarder seperti sekarang?

"Menurut saya zaman sekarang bisa jadi apa aja. Bisa jadi pemain game, ahli make up, desainer, dan lain-lain. Karena sekarang industri kreatif sudah luar biasa menghasilkannya," jelas Giring.

"Masih banyak industri lain dan cita-cita lain yang menurut saya juga bisa menghasilkan uang asal didukung penuh oleh orang tua. Orang tua bisa menjadi istilahnya regulator atau mendukung dari karir dan impian anaknya," tuturnya.

Yang terpenting, kata Giring, orang tua harus jadi orang pertama yang memberikan dukungan pada anak. Tapi, pembatasan, pengawasan, dan kontrol kepada anak jangan sampai lepas. Sehingga, anak tidak keluar dari jalur dan berperilaku negatif.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler