Tiga Kebiasaan Sepele yang Justru Hasilkan Sampah

Bandung - TemanBaik, mungkin kamu enggak sadar bahwa dalam kehidupan sehari-hari ada kebiasaan yang membuatmu jadi penghasil sampah. Kebiasaan ini sederhana, menurut Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Sofyan Hernadi, setidaknya ada tiga kebiasaan yang turut jadi penyumbang terus bertambahnya sampah oleh masyarakat. Apa saja ya?

1. Tidak Menghabiskan Makanan
Kebiasaan tidak menghabiskan makanan mungkin dianggap sepele. Tapi, hal ini justru membuat sampah akan bertambah. Karena itu, sebaiknya makanan dihabiskan ya, baik itu kamu membeli atau membuatnya sendiri maupun pemberian orang lain.

Coba deh pikir lagi baik-baik, di luar sana banyak yang butuh makan, sedangkan kamu malah menyisakan makanan di piring. Ujung-ujungnya, sisa makanan itu dibuang kan?


Jika kamu bertamu, usahakan jangan menyisakan sampah makanan ya. Sedangkan bagi pemilik rumah, ubah deh pola pikir kamu bahwa tamu harus disuguhi banyak makanan. Mending jika yang disuguhkan dimakan, jika hanya diicip-icip saja, ujungnya makanan jadi sampah juga.

"Di kita ini kan kebiasaan, kalau ada tamu disuguhi banyak makanan, apa-apa dikeluarkan. Padahal, hal seperti ini enggak perlu-perlu amat. Ngapain banyak-banyak, secukupnya saja," ucap Sofyan di Balai Kota Bandung, Kamis (13/2/2020).

Baca Ini Juga Yuk: Lakukan Ini Sebelum Beli Hewan dari Luar Negeri

Menurutnya, seseorang yang bertamu belum tentu ingin disuguhi banyak makanan. Bahkan, biasanya tamu juga malu-malu saat disuguhi makanan dan hanya mencicipinya saja.

Ubah juga pemikiran kamu jika membeli makanan seperti di kafe, restoran, atau tempat lainnya. Berpikirlah soal kerja keras petani padi, peternak, hingga petani sayur yang berperan penting di balik hadirnya makanan di meja kamu. Ingat juga ada yang berpeluh keringat untuk memasak sesuai pesanan kamu.

Hargai dan apresiasi mereka dengan cara menghabiskan makanan yang dipesan. Toh sayang juga kan, walaupun makanan enggak dihabiskan, kamu tetap harus membayarnya sesuai harga yang tertera.

Sementara jika ditarik lebih jauh, menyisakan makanan adalah sesuatu yang mubazir. Jadi, pikir-pikir lagi ya jika ingin menyisakan makanan. Jika porsinya kebanyakan, kamu bisa membawa sisanya pulang untuk dimakan di rumah.

2. Menggunakan Tisu
Tisu mungkin dianggap benda sepele dan bobotnya juga sangat ringan. Jika kebiasaan menggunakan tisu dalam berbagai hal dilakukan, ujungnya akan menghasilkan sampah yang banyak juga.

Sebagai contoh, untuk menutup mulut saat batuk atau bersin, sebaiknya gunakan sapu tangan. Bawa ke mana-mana deh sapu tangan ini. Sehingga, saat dibutuhkan, kamu tinggal mengambilnya dari saku.

"Jadi, membawa sapu tangan harus dibiasakan," ucap Sofyan.

3. Tak Membawa Botol Minum Sendiri
Biasakan deh mulai dari sekarang membawa botol minum sendiri dari rumah jika kamu pergi sekolah, bekerja, atau kegiatan lain. Sehingga, kamu enggak perlu lagi membeli air minum kemasan. Tahu kan jika air minum kemasan pada akhirnya menghasilkan sampah botol plastik?

Iya, sampah jenis ini memang bisa didaur ulang. Tapi, alangkah lebih baik kan jika kamu mengurangi potensi menghasilkan sampah. Botol minum sendiri pun sekarang banyak yang keren kok. Jadi, enggak perlu lagi malu untuk membawa botol minum ke mana-mana.

Bahkan, botol minum ini bisa kamu pakai untuk membeli berbagai minuman kekinian di luar sana. Misalnya thai tea atau boba tea yang saat ini sedang nge-hits. Cukup serahkan botol minum kamu yang kosong untuk diisi. Dengan begitu, potensi menghasilkan sampah kembali berkurang.

Tapi, diakui Sofyan ketiga hal di atas gampang-gampang susah dilakukan. Meski begitu, tiga hal itu pasti bisa kamu lakukan jika kamu mau.

"Sebenarnya ini hal sederhana. Tapi kalau nanti sudah jadi kebiasaan, nanti malah jadi risih ketika enggak dilakukan," kata Sofyan

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler