#KebiasaanBaik 'Punten', Simbol Hubungan Antar Manusia

Bandung - TemanBaik, pernahkah kamu mendengar kata punten? Lalu, pernahkah kamu mengucapkannya atau mungkin kata tersebut diucapkan orang lain kepadamu? Dibalik pelafalannya yang sederhana rupanya, kata punten memiliki makna mendalam dan dapat diaplikasikan secara luas.

Beritabaik berkesempatan untuk berbincang dengan Uu Rukmana, salah satu tokoh budaya di Jawa Barat sekaligus Pemimpin Umum di Majalah Mangle.

Kendati punten lebih populer diartikan sebagai permisi, namun menurut Uu, punten itu sendiri diartikan sebagai kata 'maaf' atau 'maafkan saya'. Untuk beberapa konteks, kata ini kerap digunakan sebagai permintaan maaf atas sesuatu yang sedang kita lakukan, namun mungkin saja mengganggu orang lain.

"Seperti kalau kita melewati di kerumunan orang, itu kita bilang 'punten, ngiring ngalangkung' (maafkan, saya ikut lewat), artinya kita minta maaf kepada orang-orang di kerumunan itu, karena kan kalau kita lewat nyelonong aja, itu kan persepsi orang bisa aja terganggu. Nah, kata punten ini minta maaf kalau-kalau ada yang terganggu, begitu," beber Uu di Jl. Ladrang No. 2 Bandung.

Selain konteks lewat di depan umum, Uu menambahkan, kata punten juga bisa digunakan saat kita hendak minta izin atau hendak makan sendirian.

Ia menambahkan, punten merupakan simbol penghargaan yang berangkat dari masyarakat Sunda, yang menandakan bahwa si pembicara atau pengucapnya ini menghargai lawan bicaranya.

Baca Ini Juga Yuk: Majalah Mangle, 6 Dekade Konsisten Merawat Bahasa Ibu

Meski sudah ada dan bersifat turun-temurun, Uu merasa salut karena kebiasaan mengucap punten masih kental di kehidupan masyarakat Jawa Barat, khususnya sunda. Kita bisa menemuinya hampir di tiap sudut kehidupan.

Misalnya, saat kita sedang duduk di gang atau jalan sempit dengan posisi duduk menghadap ke jalan. Saat ada yang melewati, sebagian besar orang tersebut akan sedikit membungkuk dan mengucap kata punten.

Walau begitu, tidak ada aturan dalam menyebut punten harus dibarengi gestur tubuh membungkuk. Uu menyebutkan, dengan senyum ramah dan tulus, kata punten akan sampai ke hati penerimanya.

"Boleh aja. Tapi sebetulnya cukup kita senyum aja ke orangnya. Itu sudah cukup. Akan bagus itu kalau dibiasakan. Sebab itu identitas kita bangsa yang dikenal sopan, santun dan menghargai lawan bicara," katanya.

Lanjut Uu, punten adalah kata yang baiknya hadir dalam setiap hubungan manusia. Akan tetapi di samping filosofi di atas, sebagai penyemangat generasi muda, Uu menambahkan kata punten ini harusnya bisa dijadikan untuk memotivasi kawula muda dalam mengejar prestasi.

Seperti misalnya saat seorang muda hendak melakukan kegiatan positif, ia bisa menggunakan kata punten ini kepada rekannya agar melakukan hal serupa.

"Misalnya kita bikin sebuah perubahan kecil nih, terus temen kita lihat. Bisa kita candai teman itu dengan ucapan 'punten, kapayunan ku abdi' begitu. Supaya dia termotivasi," pungkas Uu.

Nah, kalau begitu, yuk TemanBaik, kita jaga terus #KebiasaanBaik ini agar tak sampai dilupakan generasi mendatang!

Foto: Ilustrasi Agam/beritabaik.id 


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler