'Kumaha, Damang?' Bukan Sekadar Basi-basi‎ Loh

Bandung - Kalimat apa yang TemanBaik ucapkan jika bertemu dengan orang dari suku Sunda? Mungkin kamu akan mengucapkan 'kumahadamang?'. Ya, kalimat ini bisa dibilang sebagai kalimat paling familiar sebagai pembuka perbincangan atau sapaan.

"Kalimat pembuka orang Sunda itu biasanya itu, 'kumahadamang?'," kata Kepala Yayasan Pendidikan Dasar dan Menengah (YPDM) Pasundan T. Subarsyah.

Kalimat 'kumahadamang?' memang secara umum adalah kalimat basa-basi. Kalimat ini biasa ditanyakan seseorang kepada orang lain saat bertemu. Apalagi jika sudah lama tak bertemu, kalimat ini seolah wajib diucapkan. Dalam bahasa Indonesia, 'kumaha' berarti bagaimana. Sedangkan 'damang' berarti sehat. Jika digabungkan, 'kumahadamang?' berarti 'bagaimana, sehat?'. Kalimat ini adalah pertanyaan untuk menanyakan kabar atau kesehatan kepada seseorang. Tapi, sebenarnya maknanya jauh lebih luas dari itu.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Unik Di Balik Bahasa 'Malangan'

"Sehat dalam pemaknaan orang sunda itu bukan hanya fisik. Bisa jadi pikiran, lingkungan, atau perspektif kehidupan," ujar Subarsyah.

Sehinga, 'kumahadamang?' selalu jadi kalimat pembuka orang Sunda dalam berbincang setelah lama tak bertemu. Tapi, meski terkesan basa-basi, kalimat ini biasanya berasal dari lubuk hati.

"Ada unsur basa-basi bagi orang yang menilai dari luar. Tapi, kalau orang yang melakukan (mengucapkan kalimat ini) tidak (basa-basi). Itu ketulusan sekaligus penghormatan," tutur Subarsyah.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Jawaban Tepat Jika Ditanya 'KumahaDamang?'
Jika kamu ditanya 'kumahadamang?', apa jawaban tepat yang harus diberikan? Jika kamu dalam keadaan sehat, jawaban umumnya adalah 'sae' yang berarti baik atau bagus. Tapi, khusus bagi kamu yang beragama Islam, biasanya pertanyaan ini akan dijawab 'alhamdulillah'. Setelah sae atau alhamdulillah, ada kalimat lanjutan yang biasanya diucapkan, yaitu, 'kumaha, sawalerna?' atau 'kumaha, samulihna?'. Ini berati 'bagaimana kabar kamu?'.

Jika satu sama lain sedang dalam kondisi tidak sehat, baik fisik maupun kehidupannya, biasanya obrolan akan berlanjut dengan menceritakan kondisi masing-masing. Setelah itu, obrolan akan nyambung ke mana-mana. Kalimat 'kumahadamang?' sendiri bagi sebagian orang Sunda dirasa sangat sakral. Bahkan, pertanyaan ini seolah jadi isyarat dari suasana hati seseorang kepadanya.

Misalnya, ketika anak sudah lama tak bertemu orang tua, orang tua akan menanyakan kalimat tersebut atau mengunakan kalimat 'cageur, jang?'. Ini adalah kalimat dari orang tua kepada anak laki-laki. Sedangkan bagi anak perempuan disebut 'neng'. Jika kalimat ini tak ditanyakan orang tua, sebagian anak akan merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Sebab, si anak akan menduga ada kemarahan apa dari orang tua sehingga sama sekali tak menanyakan kabarnya. Subarsyah sendiri merasakannya.

"Kalau orang tua tidak menanyakan itu, kita merasa berdosa, ada (kesalahan) apa ini pada orang tua sampai mereka tidak menanyakan kabar sama sekali. Jadi kalimat ini sakral sekali," tutur Subarsyah.

Tapi, tentu setiap orang akan merasakan hal berbeda tergantung sikap masing-masing. Ada yang merasa aneh ketika tak ditanya kabarnya ketika bertemu seseorang. Tapi, ada juga yang cuek saat tak disodori pertanyaan 'kumahadamang?'. Intinya, ini balik lagi ke pribadi kamu deh.

Nah, sekarang TemanBaik sudah tahu kan apa itu 'kumahadamang?' termasuk jawabannya? Jika bertemu orang Sunda, sapalah dengan kalimat ini sebagai pembuka. TemanBaik, kumahadamang? Semoga sehat selalu ya!

Foto: Ilustrasi Agam/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler