Ini Lima Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pilih Buku Untuk Anak

Bandung - TemanBaik, semasa kecil dulu mungkin kita tak asing dengan buku cerita yang dibacakan oleh orang tua. Buku-buku cerita tersebut biasanya banyak mengandung gambar, dan cerita sederhana, namun punya pesan moral yang mendalam. Nah, lalu seperti apa sih tolok ukur buku anak yang baik untuk si kecil belajar membaca?

Beritabaik berkesempatan untuk ngobrol dengan Roosie Setiawan, salah satu pakar di bidang read aloud (metode membaca nyaring yang direkomendasikan untuk meningkatkan daya kognisi anak). Menurut Roosie, buku belajar membaca untuk anak yang baik setidaknya harus memenuhi beberapa unsur di bawah ini:

1. Ditulis untuk Dipahami Anak
'Kriteria' yang pertama disebut oleh Roosie adalah buku yang ditulis untuk dipahami anak. Dalam tahap belajar membaca, anak cenderung akan memilih jenis bacaan berdasarkan apa yang disukai. Buku dengan judul ‘Seribu Kucing Untuk Kakek’ karya Suyadi (Pak Raden) direkomendasikan oleh Roosie sebagai buku anak yang memenuhi kriteria ini.

2. Tidak Menggurui
Selain itu, bacaan yang baik untuk anak belajar membaca adalah bacaan yang mengandung pesan moral tapi tak terkesan menggurui. Sama seperti orang dewasa, Roosie menyebutkan, anak pun punya kecenderungan menghindar jika menemui bacaan yang cenderung mengguruinya.

"Kalau sudah digurui, anak jadi tidak suka mendalaminya. Selain itu, proses belajar membaca di usia 0 sampai 6 tahun kan memang harusnya fokus kepada kegemaran anak membaca. Kemampuan mereka membaca baiknya dirangsang dengan hal yang mereka suka agar proses belajar membaca jadi menyenangkan," ujar Roosie.

Baca Ini Juga Yuk: Bandung Punya Sekolah Ayah Pertama di Indonesia, Apa Kegiatannya?

3. Disesuaikan dengan Tahap Membaca Anak
Ada beberapa tahap membaca anak yang mungkin tak begitu familiar di telinga kita loh. Roosie menyebutkan, usia 0 sampai 3 tahun adalah tahapan membaca yang disebut pra-membaca. Lalu berlanjut ke usia 3 sampai 6 tahun yang merupakan tahap membaca dini. Berdasarkan penggolongan tersebut, idealnya buku untuk anak belajar membaca disesuaikan dengan tahapan yang ada.

"Jadi untuk anak 0 sampai 3 tahun itu kan tahap pra-membaca. Dia tak perlu dipaksa membaca. Sedang kalau usia 3 sampai 6 tahun, itu kita cukup mempersiapkan anak agar ia mulai belajar membaca," beber Roosie.

4. Bergambar
Umumnya, buku untuk belajar membaca bagi anak sarat akan unsur visual berupa gambar. Namun, Roosie menyebutkan, jenis gambar yang ada di dalam buku tersebut adalah gambar yang bercerita.

"Jadi kalau kita tutup teksnya, anak masih bisa ngerti ceritanya. Karena di tahap itu, anak enggak harus bisa baca lancar dulu kok. Memang belum waktunya," ujar Roosie.

Ia kemudian menambahkan, setelah anak ada di tahap 6 sampai 9 tahun, barulah si anak dijejali beberapa materi tekstual yang lebih berat.

5. Sarat Akan Pengulangan
Proses belajar membaca untuk anak usia 0 sampai 6 tahun idealnya tak difokuskan supaya anak lancar membaca di usia dini. Roosie mengatakan, buku cerita dengan unsur pengulangan yang banyak adalah ciri buku tersebut bagus untuk jadi referensi anak belajar membaca.

"Selain belajar membaca, anak juga terasah daya imajinya, juga akan cepat menginterpretasi isi ceritanya. Khususnya cerita yang mengandung pesan moral. Pengulangan seperti ini sangat dibutuhkan oleh anak, agar mereka benar-benar mengerti maksud ceritanya, enggak cuma bisa bacanya aja," tutup Roosie.

Roosie menekankan, dalam proses belajar membaca untuk anak usia 0 sampai 6 tahun adalah agar anak mau membaca dalam situasi yang nyaman, dan bukan atas unsur keterpaksaan harus bisa membaca. Ia pun merekomendasikan read aloud sebagai salah satu metode membimbing anak membaca. Nah, lalu, buku apa yang pernah kamu jadikan bacaan saat belajar membaca dulu? Masih ingat tidak?

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler