'Mangga Tipayun', Wujud Penghormatan Orang Sunda

Bandung - TemanBaik ada yang pernah mendengar kalimat 'mangga tipayun'? Ya, kalimat ini biasanya diucapkan orang dari suku Sunda. Dalam bahasa Indonesia, 'mangga tipayun' berarti silakan duluan. Bahas lebih dalam yuk!

Ketua YPDM Pasundan T. Subarsyah mengatakan 'mangga tipayun' adalah  keluhuran sikap dengan memberi kesempatan pada orang lain lebih dulu untuk melakukan sesuatu. Misalnya saat ditawari makan, saat berjalan, atau kegiatan lainnya.

"Mangga tipayun itu bentuk penghormatan untuk memberi kesempatan lebih dulu kepada orang lain," kata Subarsyah.

Tapi, 'mangga tipayun' sejak beberapa tahun lalu berubah konsep pandangan. 'Mangga tipayun' dianggap sebagai sikap pengecut, tak mau memimpin, hingga tak punya rasa percaya diri.

"Iya, ada kecenderungan 'mangga tipayun' di generasi sekarang diartikan sebagai tidak punya keberanian, tidak punya nyali," ucap Subarsyah.

Ia membenarkan jika pandangan seperti itu mulai digaungkan beberapa pihak dalam ajang pesta demokrasi. Sehingga, kalimatnya pun berubah menjadi 'punten kapayunan' atau 'punten mayunan' yang berarti 'maaf saya mendahului'. Kalimat ini menegaskan sikap sebaliknya dari 'mangga tipayun'.


Padahal, menurut Subarsyah, 'mangga tipayun' seharusnya tak digunakan dalam konteks kepemimpinan, apalagi pesta demokrasi. Sikap ini justru harusnya dilakukan di luar itu alias dalam kehidupan sehari-hari. 'Manga tipayun' juga wujud kedewasaan, kepintaran, hingga pengendalian emosi.

"Mangga tipayun itu lebih ke etika penghormatan, biasanya dilakukan kepada seseorang yang lebih dituakan atau pantas melakukannya lebih dulu," tutur Subarsyah.

Untuk konteks kepemimpinan, orang Sunda punya kalimat lain yang menegaskan dirinya berkarakter pemimpin. Di sepak bola misalnya, di era 1990-an, ada sosok Robby Darwis yang merupakan kapten Persib Bandung. Robby Darwis memiliki jargon 'halik ku aing' ketika ada kesempatan tendangan bebas atau penalti. Ini berarti 'biar saya yang melakukan'. Kalimat ini juga menegaskan bahwa ia bisa memimpin rekan-rekannya dalam melakukan sesuatu.

Kalimat 'halik ku aing' pun menjadi jargon bagi masyarakat Sunda secara umum hingga kini. Dalam momen-momen tertentu, 'halik ku aing' selalu dikedepankan. Intinya, 'halik ku aing' jadi prinsip dalam kepemimpinan.

Foto: Ilustrasi Agam/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler