Ayah, Lakukan Ini untuk Si Kecil Ya!

Bandung - TemanBaik, khususnya kamu para ayah, mungkin kamu hanya punya sedikit waktu untuk anak. Itu karena kamu memiliki pekerjaan atau berbagai kesibukan lainnya sebagai bentuk tanggung jawab pada keluarga. Tapi, tahu enggak sih jika anakmu butuh figur seorang ayah. Meski waktumu sedikit, berusahalah meluangkan waktu bagi si kecil.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah bermain dengan si kecil. Iya, kamu mungkin capek selepas pulang kerja. Tapi, mungkin si kecil dalam hatinya menantikan kehadiran ayah untuk sekadar bermain, berbincang, atau melakukan kegiatan lain.

"Ayah harus mengalokasikan waktu untuk anak di sela kesibukannya," ujar Kepala DP3APM Kota Bandung Tatang Muchtar kepada BeritaBaik.id.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Jika interaksi kamu dengan si kecil sangat minim, hal ini bisa berdampak pada kurangnya kedekatan ayah dengan anak. Ini akan berdampak jangka panjang dan butuh perjuangan besar agar anak bisa kembali dekat dengan ayahnya.

Bahkan, dalam fase tertentu, bisa saja anak akhirnya merasa tidak diperhatikan oleh ayahnya sendiri. Sebab, yang mereka butuhkan bukan cuma terpenuhinya makanan, pakaian, atau materi lainnya. Anak butuh kehadiran dan kasih sayang seorang ayah.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Perbanyak Aktivitas Fisik Untuk Hindari Potensi Penyakit

Seorang ayah, ketika dekat dengan anak, akan bisa menjadi teman bercerita, sarana untuk mengungkap keluh kesah, hingga tempat meminta solusi untuk menyelesaikan masalah. Jika tak dekat dengan ayah, kelak anak akan mencari figur ayah.

Beruntung jika sosok yang dianggap ayah di luar sana itu baik. Coba bayangkan jika akhirnya anak dimanfaatkan dan justru jadi korban tindakan negatif. Di saat seperti ini, seorang ayah pasti akan menyesal.

Tak Perlu Seharian dengan Anak
Iya, para ayah pasti mengedepankan kesibukan sebagai alasan tak punya banyak waktu dengan anak. Bahkan, mungkin ada yang ketika pulang ke rumah langsung mandi, makan, setelah itu tidur. Sedangkan anak tak punya waktu untuk menikmati kebersamaan dengan ayahnya sendiri.

Apalagi jika ayah bekerja di luar kota dan hanya pulang dalam beberapa pekan, bulan, atau tahun. Kedekatan dengan anak akan semakin terkikis. Tapi, hal ini bisa disiasati.

"Ada pilihan pola bermain dengan anak sehingga waktu yang ada meski sedikit tapi bisa berkualitas," ungkap Tatang.

Seperti apa sih waktu yang berkualitas? Sepulang kerja misalnya, jika anak belum tidur, berusahalah ada di dekatnya. Bantu jika si kecil ada tugas pekerjaan rumah dari sekolah, ajak bermain di rumah, atau sekadar berbincang ringan.

Jika alasannya capek, kamu bisa minta waktu kepada anak untuk istirahat sejenak. Setelah itu, berusahalah mengalokasikan waktu agar membuat mereka merasa ada sosok ayah yang hadir.

Pikirkan deh dampak negatif di masa depan jika kamu tak mau mengalokasikan waktu untuk mereka. Misalnya jika kamu tak mau menemani si kecil bermain, di masa tua nanti sang anak mungkin tak akan menemanimu sekedar berbincang setelah mereka pulang kerja. Ini akan membuat kamu terpacu untuk mendekatkan diri dengan anak.

Jika waktumu benar-benar terbatas, misalnya saat pulang ke rumah si kecil sudah tidur, buatlah waktu yang disepakati untuk bersama. Misalnya, saat akhir pekan atau libur dari pekerjaan, ayah akan mengalokasikan waktunya khusus untuk bersama anak seharian atau lebih banyak waktu dari hari biasa.

Kuncinya adalah komunikasi. Jelaskan kepada anak soal waktu yang bisa diberikan untuk mereka. Sehingga, mereka akan paham kondisi sang ayah.

Saat ini, teknologi juga semakin canggih kan TemanBaik? Di sela kesibukan kerjamu, kamu bisa memanfaatkan gawai untuk sekadar menelepon atau melakukan panggilan video dengan sang anak. Hal ini akan cukup membantu si anak untuk merasakan kehadiran dan peran ayah.

Nah, para ayah, sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan? Jangan sampai kesibukan membuatmu lupa menjalankan peran dan hadir bagi si kecil. Jangan sampai menyesal di kemudian hari ya.

Foto: Ilustrasi Unsplash


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler