Yuk! Perbanyak Aktivitas Fisik untuk Hindari Potensi Penyakit

Bandung - TemanBaik, apakah kamu termasuk orang yang jarang beraktivitas dan menggerakan badan? Kalau benar, yuk kita mulai bergerak. Tak perlu bergerak untuk aktivitas berat, beberapa kegiatan sederhana harus mulai kita biasakan sejak saat ini, loh. Pasalnya, penyebab kematian terbanyak di Indonesia saat ini disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular seperti; stroke, penyakit ginjal kronis, diabetes melitus, dan hipertensi. Kurangnya aktivitas fisik seseorang akan berpotensi mengalami penyakit tersebut.

Dalam keterangan resminya di laman kemkes.go.id, Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga, Kartini Rustandi mengatakan perlunya aktivitas fisik untuk meningkatkan kebugaran jantung, paru, kekuatan dan daya tahan otot, serta menurunkan risiko Penyakit Tidak Menular.

Aktivitas fisik yang dimaksud Kartini tak melulu seberat olahraga seperti sepakbola atau basket. Tak perlu pula yang mengeluarkan biaya relatif mahal loh, TemanBaik.

''Jalan kaki adalah salah satu aktivitas fisik yang murah dan mudah dilakukan. Semua kegiatan aktivitas fisik mudah dilakukan tanpa biaya mahal, yang penting mau. Kalau ingin hasilnya baik berdampak harus teratur,'' ujar Kartini.

Selain itu, Kartini juga menambahkan, upaya menjaga kebugaran tubuh dapat optimal jika aktivitas fisik dilakukan minimal 30 menit per hari untuk orang dewasa. Sedangkan untuk anak-anak, aktivitas fisik dilakukan minimal 60 menit per hari. Hal itu disebabkan karena anak-anak perlu banyak bergerak untuk merangsang pertumbuhan fisiknya.

Lalu, apa saja kegiatan sederhana yang membuat tubuh kita tetap produktif? Setidaknya, ada empat kegiatan yang relatif mudah dilakukan oleh TemanBaik, dan biayanya tak mahal. Yuk! Simak ulasannya.

Jalan Kaki
Seperti dibahas sebelumnya, jalan kaki merupakan aktivitas fisik paling sederhana yang bisa kita lakukan setiap saat. Selain meningkatkan produktivitas fisik, jalan kaki juga mampu menguatkan tulang kita dan menghindarkan kita dari osteoporosis di masa tua loh.

Kegiatan Bersih-bersih Rumah
Kamu malas bergerak sampai rumah berantakan atau mulai berdebu di setiap sudutnya? Yuk, mulai bergerak untuk membersihkannya dari sekarang. Tak hanya bermanfaat untuk meningkatkan aktivitas fisik saja, membersihkan rumah juga akan membuat rumah tinggal kita terbebas dari debu. Jangan salah, debu yang menempel di sudut-sudut rumah juga berdampak buruk untuk kesehatan pernapasan.

Baca Ini Juga Yuk: Kurangi Sampah Plastik, Sekolah Ini Sediakan 20 Galon Air Minum

Bersepeda
Tak perlu mengitari kota untuk bersepeda. Cukup dengan melakukannya saat kita hendak pergi ke tempat tujuan yang relatif dekat. Selain mengurangi dampak polusi dan kemacetan, bersepeda juga punya banyak manfaat untuk diri kita.

Agendakan Olahraga Lari
Jika ada waktu senggang, kamu juga bisa menjadwalkan waktu untuk olahraga lari, setidaknya satu kali dalam seminggu. Selain murah, berlari juga bisa kita lakukan sendiri. Namun, jangan lewatkan proses pemanasan dan pendinginan, ya.

Kendati aktivitas fisik tergolong kegiatan mudah, akan tetapi pola dan metodenya juga harus dilakukan secara benar loh. Apalagi jika kamu sedang mulai menggalakan rajin olahraga dalam keseharian. Menurut keterangan Kartini dalam situs kemkes.go.id, olahraga yang benar dilakukan secara bertahap dimulai dengan pemanasan termasuk peregangan selama 5-10 menit, dilanjutkan dengan latihan inti 20-60 menit, diakhiri dengan pendinginan 5-10 menit.

Sementara dalam keterangan terpisah, Zaini K Saragih yang merupakan bagian dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga mengatakan secara ilmiah ada empat jenis olahraga, yakni endurance, strength, balance, dan flexibility.

Endurance berfungsi meningkatkan detak jantung. Manfaat dari endurance itu sendiri adalah untuk menjaga jantung, sistem peredaran darah, dan meningkatkan kebugaran. Lalu setelahnya ada Strength yang berfungsi untuk melatih otot. Di poin ketiga, ada Balance yang banyak berkhasiat membantu mencegah terjatuh saat beraktivitas. Sedangkan yang terakhir ada Flexibility, yang bermanfaat untuk melenturkan otot-otot yang tegang.

Zaini menambahkan, keseimbangan dari empat jenis olahraga tersebut akan membantu untuk kebugaran tubuh manusia. Kabar baiknya, persentase penduduk Indonesia yang kurang melakukan aktivitas fisik dari angka 26,1% pada 2013 jauh meningkat angkanya menjadi 33,5% pada 2018. Angka tersebut diambil Kemenkes dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 untuk kategori usia di atas 10 tahun.

Nah, kamu sendiri bagaimana? Dalam kurun waktu sehari penuh ini saja, aktivitas fisik seperti apa yang sudah kamu lakukan? Kalau belum, yuk kita coba mulai besok!

Foto: Ilustrasi Unsplash


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler