Sesuaikan Ukuran Kacamata Kamu untuk Minimalisir Refraksi Mata

TemanBaik, apakah matamu sudah tak bisa membaca tulisan dari jauh, dari dekat, atau obyek terasa berbayang saat dipandang? Mungkin kamu mengalami gangguan penglihatan karena kelainan refraksi pada mata. Istilah populer yang sering kita dengar mungkin matamu mengalami rabun jauh (minus), rabun dekat (plus), atau silindris.

Namun, saat ini gangguan penglihatan seperti rabun dekat, rabun jauh, atau silindris sudah bisa diatasi dengan berbagai solusi. Dari mulai penggunaan kacamata, pemasangan lensa kontak, sampai operasi. Dari ketiga solusi di atas, penggunaan kacamata menjadi solusi yang relatif simpel karena sudah pasti kita tak perlu dioperasi untuk memasangnya, dan mudah dibersihkan bila lensanya terpapar debu. Akan tetapi, penggunaan kacamata yang tak sesuai ukuran juga dapat berbahaya untuk mata kita loh.

Dokter Spesialis Mata – Sub Spesialis Infeksi dan Imunologi di Rumah Sakit Mata Cicendo, Patriotika Muslima menyebutkan, penggunaan kacamata yang ukurannya tidak sesuai dengan kebutuhan mata kita akan berdampak pada beberapa keluhan lain seperti pusing dan sakit kepala. Jika dibiarkan, hal itu juga akan jauh lebih berbahaya untuk kesehatan mata si pasien.

"Gangguan penglihatan ini kan terjadi karena bayangan obyek jatuh di depan atau di belakang retina. Konsep kacamata ini untuk membantu penderita yang mengalami gangguan penglihatan agar si bayangan yang dilihat mata itu bisa jatuh tepat titiknya di retina. Kalau ukuran kacamatanya salah, titik jatuh bayangannya akan tidak tepat dengan retina dan dampaknya pusing, sakit kepala, tidak nyaman," beber Patriotika kepada BeritaBaik.id.


                                                                                    Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Bersikap Bijak untuk Cegah Stunting

Pengecekan kesehatan mata yang berkaitan dengan ukuran kacamata sebaiknya dilakukan di pusat kesehatan. Ia sangat tak menyarankan kita mendiagnosa sendiri keperluan ukuran kacamata kita, karena memiliki dampak tak baik untuk kesehatan mata.

Sementara itu berbicara mengenai pengecekan berkala, untuk tetap memperbarui kebutuhan mata kita dengan kondisinya, idealnya kita memeriksa atau mengukur kembali  kemampuan mata kita sebanyak 6 bulan sekali. Hal ini bertujuan agar mata terus menerus mendapat 'porsi' yang memang dibutuhkannya. Namun, jika kacamata yang kamu gunakan sudah mulai terasa tak nyaman, Patriotika menyarankan untuk segera memeriksakannya kembali dan menggantinya.

"Ada berbagai faktor sih. Itu bisa karena emang ukuran (minus, plus, silindris) pada matanya memang sudah enggak sesuai, atau karena komponen lensa di kacamatanya bermasalah. Bagusnya sih itu tadi, 6 bulan atau setahun sekali di cek rutin," katanya.

Gangguan Pengelihatan Pada Mata
Seperti diketahui, secara umum gangguan penglihatan yang disebabkan oleh kelainan refraksi pada mata dikategorikan menjadi tiga, yakni 'minus', 'plus' dan 'silindris'. Penyebabnya beragam. Menurut Patriotika, ukuran panjang bola mata pun bisa mempengaruhi hal tersebut.

Kelainan mata rabun jauh minus adalah saat bayangan obyek jatuh di depan retina. Sedangkan kelainan mata rabun dekat atau plus adalah saat bayangan obyek jatuh di belakang retina. Sementara itu silindris adalah kelainan mata yang mana bayangan obyek jatuh tidak satu titik.

Selain menggunakan kacamata, setidaknya ada 3 cara lain untuk mengatasi gangguan penglihatan karena kelainan refraksi pada mata. Antara lain penggunaan lensa kontak, dan dua metode operasi yaitu lasik dan penanaman lensa. Untuk yang terakhir disebutkan Patriotika, kondisi penanaman lensa pada mata kita seperti memakai kacamata, namun di dalam mata itu sendiri.

Terakhir, Patriotika menyebutkan pemasangan kacamata merupakan yang relatif lebih praktis ketimbang cara-cara pengobatan di atas karena tak perlu repot melepas-pasang seperti lensa kontak, atau tak perlu dioperasi. Terlebih, jika kebutuhan mata kita belum memerlukan lensa tebal karena ukuran gangguan penglihatan relatif belum besar. Akan tetapi, pengecekan berkala untuk ukuran kebutuhan tersebut sangat diperlukan lho.

Masih ingat tidak, kapan kamu terakhir kali mengecek kesehatan mata?

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler