Yuk! Kenali Manfaat #KebiasaanBaik Sarapan dan Asupan Gizinya

Bandung - TemanBaik, harimu penuh dengan rutinitas dari pagi hingga sore, atau mungkin larut malam? Saking sibuknya, bahkan kita kerap melewatkan hal penting sebelum beraktivitas yakni sarapan pagi. Padahal, jika satu kali kita melewatkan sarapan, artinya kita berpotensi kehilangan 20 persen kebutuhan kalori harian dalam tubuh loh.

Beritabaik.id punya kesempatan untuk berbincang dengan Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dyah Widyastuti. Menurutnya, sarapan adalah hal penting dan kebiasaan baik yang tak diabaikan oleh kita. Kendati hari-hari kita penuh dengan aktivitas, idealnya sempatkanlah waktu untuk sarapan.

Secara umum, Dyah menyebutkan ada tiga manfaat yang akan dirasakan tubuh jika kita tak mengabaikan kebiasan sarapan. Pertama ialah untuk menambah energi tubuh. Terlebih jika memang kegiatan kita memerlukan tenaga dan pikiran yang besar dari pagi sampai malam. Kedua, menurut Dyah sarapan juga dapat melancarkan metabolisme tubuh sehingga kita terhindar dari penyakit maag.

Di sisi lain, Dyah juga menyebutkan sarapan akan menjauhkan kita dari stress dalam pekerjaan. Hal ini berkaitan dengan kadar energi yang kita miliki saat menyantap sarapan pagi. Namun, asupan gizi dari sarapan yang kita konsumsi harus tetap proporsional loh.

Lebih lanjut lagi, Dyah menyebutkan idealnya dalam sarapan yang kita konsumsi dapat memenuhi 20 persen kebutuhan kalori harian manusia.

"Jadi kebutuhan kalori untuk tubuh manusia itu sehari bisa 1500 kalori. Nah, sarapan itu harus memenuhi 20 persen dari angka tersebut. Artinya, kisaran 300 kalori harus diserap tubuh manusia, idealnya ya," ujar Dyah di Bandung, Jum’at (6/3/2020).

                                                                                 Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Bersikap Bijak untuk Cegah Stunting

Kemudian, jika jumlah 300 kalori tersebut dijadikan 100 persen untuk keperluan sarapan pagi, untuk memenuhi kebutuhan gizi yang ideal maka harus ada beberapa bagian yang terkandung dalam menu sarapan pagi tersebut. Apa saja? Yuk! simak penjelasannya.

Karbohidrat Dengan Kadar 60 persen.
Karbohidrat dengan kadar ini bisa kamu jumpai pada nasi, roti, jagung, ubi atau kentang. Menurut Dyah, kadar karbohidrat mendapat porsi cukup besar karena diperuntukkan sebagai sumber tenaga dalam tubuh manusia.

Protein Dengan Kadar 15 persen
Protein ini bisa kita jumpai dalam jenis makanan seperti telur, daging atau ikan tuna dan udang misalnya. Asupan karbohidrat ke dalam tubuh manusia idealnya dibarengi dengan protein juga.

Lemak dengan Kadar 25 persen
Beberapa makanan dengan kadar lemak sehat dapat dijumpai pada alpukat, cokelat hitam, atau zaitun murni. Pada alpukat, bahkan terkadung kalori 77% yang berasal dari lemak.

Kandungan Vitamin
Kandungan vitamin yang diperlukan oleh tubuh kita dapat diperoleh dengan kita mengonsumsi sayur dan buah-buahan saat sarapan pagi. Nah, jangan sampai dilewatkan juga yang satu ini.

Untuk menu sarapan pagi, Dyah menyebutkan itu adalah hal yang dikembalikan pada selera masing-masing. Namun, syarat asupan gizi yang disebut diatas idealnya harus terpenuhi. Lebih lanjut ia mencontohkan jenis sarapan pagi seperti nasi dan telur atau sereal menjadi beberapa opsi menu sarapan sehat, atau jika ingin lebih ringan lagi, kita bisa mengonsumsi biskuit dan susu, atau mungkin buah-buahan. Makanan yang dikonsumsi untuk sarapan juga idealnya bukanlah makanan berat.

Beberapa risiko jangka panjang akibat dari mengabaikan sarapan dapat muncul dari kebiasaan kecil yang tak kita sadari dan populer disebut 'mengganjal perut' loh. Misalnya, jika kamu tak sarapan, lalu kamu merasa lapar dan mengonsumsi makanan yang secara nilai gizi 'asal-asalan', maka risiko timbulnya penyakit dari mengonsumsi makanan tersebut akan meningkat, seperti diabetes atau kolesterol. Namun, penyakit-penyakit demikian akan muncul pada jangka waktu panjang.

Jika kamu hobi makan makanan ringan atau camilan, Dyah menyarankan agar camilan yang dikonsumsi adalah yang mengandung kadar vitamin. Ia mencontohkan makan buah menjadi salah satu asupan selingan yang juga membantu menyehatkan tubuh kita.

"Beberapa makanan yang sering kita sebut buat mengganjal perut itu bisa meningkatkan kandungan lemak darah. Oleh karenanya, kalau mau makan camilan di jam 10 atau 11 pagi misalnya, kita pastikan juga camilannya itu punya kandungan gizi yang baik," katanya.

Sebagai pamungkas, Dyah juga menyarankan agar kita tak mengabaikan kebiasaan sarapan. Walau mungkin jangka pendek tak terasa dampaknya, namun ada dampak jangka panjang yang bisa saja menghantui kita karena kita acuh terhadap hal sederhana ini.

Bagaimana, TemanBaik? Kamu sudah sarapan belum pagi ini?

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler