Ini Tips yang Perlu Kamu Ketahui Agar Kebutuhan Kalori Terpenuhi

Bandung - TemanBaik, rutinitas harian yang kita jalani mulai dari belajar, bekerja, atau hal-hal lainnya kerap membuat kesehatan tubuh jadi terabaikan. Hal-hal kecil seperti sarapan saja kadang sering kita abaikan hingga beberapa orang jadi terbiasa tidak sarapan. Padahal, satu kali kita melewatkan sarapan artinya kita berpotensi kehilangan 20 persen dari jumlah kalori harian yang dibutuhkan.

Menurut Kepala Instalasi Gizi pada Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dyah Widyastuti, dalam memenuhi kebutuhan kalori harian, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan. Mulai dari jam makan, hingga makanan yang kita konsumsi. Dyah menyebutkan, abainya kita terhadap hal sederhana ini mungkin tak langsung berdampak pada tubuh, namun di waktu mendatang, kebiasaan ini berpotensi meningkatkan beberapa penyakit loh.

"Makan itu idealnya jangan asal makan. Tentu waktu makan dan kandungan gizinya juga harus kita ketahui juga loh," ujar Dyah kepada Beritabaik.

Pada penjelasan lanjutan, Dyah menyebutkan beberapa poin penting yang harus kita perhatikan agar konsumsi makanan harian kita sesuai dengan kebutuhan kalori tubuh dalam sehari. Yuk disimak!

                                                                                     Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

1. Sarapan Ideal Sebelum Pukul 8 Pagi
Dyah menyebutkan, sarapan pagi yang ideal adalah sebelum pukul 8 pagi. Menurutnya, dampak dari kita melewatkan sarapan pun macam-macam, dari mulai penyakit maag sampai stres yang bisa melanda karena padatnya rutinitas. Menu sarapan yang disarankan pun idealnya mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan kandungan vitamin.

2. Jangan Asal Mengonsumsi Camilan
Sekuel dari tak teraturnya waktu sarapan bisa berdampak pada konsumsi camilan yang asal-asalan. Istilah ini cukup populer dengan sebutan 'mengganjal perut'. Namun, Dyah menyarankan makan ringan untuk pengganti sarapan idealnya tak asal-asalan. Menurutnya, buah-buahan dapat menjadi alternatif camilan untuk kita.

"Beberapa camilan yang jadi 'kebiasaan' kita buat ganjel perut itu kalau makannya sembrono bisa meningkatkan lemak darah, hati-hati," ujarnya. Selain buah-buahan, kamu juga bisa menjajal biskuit dan susu jika memang hendak menggeser sarapan pagimu menjadi jam 9 atau 10 pagi.

3. Kenali Pembagian Porsi Makan
Dari total 1500 kalori yang diperlukan tubuh per-harinya, Dyah menyebutkan jumlah ini bisa dibagi menjadi beberapa porsi. Pertama, sarapan pagi yang ideal menurut Dyah dapat memenuhi 20 persen dari kebutuhan kalori harian tubuh. Artinya, sekira 300 kalori idealnya diserap tubuh dalam satu kali sarapan.

Kedua, makan siang jadi momen di mana tubuh idealnya menyerap kalori lebih banyak. Dyah menyebut, 35 persen dari kebutuhan kalori idealnya diserap dari makan siang. Oleh karenanya, menu makanan berat idealnya dikonsumsi pada saat makan siang. Namun yang tetap harus ditekankan adalah kandungan gizi dalam makan siang harus memenuhi kandungan karbohidrat, protein, lemak dan vitamin.

Ketiga, menurut Dyah, makan malam harus mendapat porsi di atas sarapan, namun di bawah makan siang. Ia menyebut porsi tersebut berada di angka 25 persen. Hal tersebut didasari dampak dari makan malam yang terlalu berat yang dapat menyebabkan kantuk. Padahal, ada waktu jeda ideal antara makan malam menuju tidur.

Keempat, makanan selingan atau camilan yang ideal adalah yang memenuhi 20 persen kebutuhan kalori harian. Mengonsumsi camilan ini juga idealnya tak dilakukan setiap saat, namun dilakukan pada jeda sarapan menuju makan siang, dan makan siang menuju makan malam. Tentu, camilan yang disarankan pun idealnya mengandung unsur vitamin seperti buah-buahan, misalnya.

4. Beri Jeda 4 Jam Antara Makan Malam Menuju Tidur
Kendati disebut dapat memicu kebuncitan dan menimbulkan beberapa penyakit, namun yang menjadi sorotan Dyah adalah durasi tubuh dalam menghancurkan makanan yang masuk ke dalamnya. Oleh sebab itu, ia menyarankan sebaiknya kita tak langsung tidur setelah makan berat di malam hari.

"Waktu ideal untuk jeda makan malam ke tidur itu 4 jam. Jadi, setelah proses penghancuran makanan itu selesai, baru kita bisa tidur. Kalau kita langsung tidur setelah makan, maka boleh jadi proses metabolisme tubuh tidak seimbang," ujarnya.

Sebagai pamungkas, Dyah juga menyarankan agar jam makan kita teratur. Sebab dampak dari pola makan tak teratur dapat merusak organ tubuh kita secara perlahan. Ia mencontohkan, jika kita melewatkan sarapan, jangka pendeknya kita akan terkena maag. Namun, jauh dari itu, dampak dari melewatkan sarapan dan menggantinya dengan camilan yang sembrono, maka risiko penyakit seperti meningkatnya lemak darah di masa yang akan datang akan menghantui kita, atau saat makan malam, jika kita langsung tidur setelah makan malam, maka ada ketidakseimbangan proses metabolisme dalam tubuh.

"Jadi kenapa disaranin makan sebelum jam 7 malam, kan sering dengernya gitu ya, karena kalau misalnya kita tidur jam 11 malam; nah jam 7 ke jam 11 malam itu kan ada jeda 4 jam. Arahnya ke situ sebenarnya,” tutup Dyah.

Selain itu, proporsi karbohidrat, protein, lemak dan vitamin idealnya terpenuhi dalam sarapan, makan siang, makan malam atau makan selingan yang kita konsumsi tiap harinya.

Nah TemanBaik, yuk mulai dari sekarang kita atur pola makan kita agar terhindar dari berbagai jenis penyakit!

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler