Cegah Corona, Kenapa Harus Batasi Aktivitas Selama 14 Hari?

Bandung - TemanBaik, tahu kan jika virus corona atau COVID-19 saat ini sudah dinyatakan sebagai pandemi secara global? Pemerintah Indonesia pun mengambil langkah. Salah satunya meliburkan aktivitas belajar-mengajar di sekolah dalam dua pekan ke depan.

Selain itu, aktivitas lain juga dibatasi dan kita dianjurkan untuk melakukan social distancing atau menjaga jarak sosial. Berbagai kegiatan yang berpotensi mengundang massa ditunda. Bahkan, pertandingan sepak bola pun turut dihentikan sementara selama dua pekan. Pemerintah pun mengimbau agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah.

Intinya, kamu disarankan lebih banyak di rumah aja deh dalam kondisi seperti ini. Jika enggak perlu-perlu amat, sebaiknya jangan keluar rumah. Kalaupun beraktivitas di luar rumah, lakukan berbagai langkah antisipatif.

Kenapa sih kamu disarankan melakukan pembatasan aktivitas selama dua pekan ini? Tujuannya jelas sebagai langkah pencegahan kamu terjangkit virus corona.  Masa inkubasi virus corona sendiri adalah 14 hari alias dua minggu. Dengan cara ini, diharapkan potensi penyebaran virus corona bisa diminimalisir, terutama di tempat yang selama ini melibatkan aktivitas banyak orang seperti sekolah dan sarana umum.

"Kenapa itu (sekolah) diliburkan selama dua minggu? Itu punya tujuan agar penularan virus ini tidak merebak di lingkungan sekolah. Karena sekolah sangat rentan," kata dokter spesialis kejiwaan RS Melinda 2 Bandung Teddy Hidayat kepada BeritaBaik.id, Senin (16/3/2020).

Baca Ini Juga Yuk: #KebiasaanBaik Membersihkan Rumah, Sederhana Namun Banyak Manfaat

Di sekolah, jika ada satu siswa yang terjangkit virus corona, potensi penyebarannya akan sangat besar. Saat seorang siswa terjangkit, maka berpotensi menularkannya pada siswa lain, termasuk guru dan semua orang yang ada di lingkungan sekolah. Begitu juga dengan tempat publik yang kini banyak ditutup untuk umum.

"Dengan diliburkan dua minggu, bukan cuma di sekolah, tapi juga kegiatan (di tempat publik) lain, artinya penyebaran virus selama dua minggu berhenti dan itu akan sangat membantu ke depan agar tidak menyebar serta mencegah makin tidak terkendali," jelas Teddy.


                                                                          Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Sisi Positif Pembatasan Aktivitas
Pembatasan berbagai aktivitas ini enggak akan membuat dunia berakhir kok TemanBaik. Hanya saja, mungkin kamu kurang terbiasa. Sebab, selama ini kamu enggak pernah mengalami pembatasan seperti ini.

Tapi, ada sisi positif yang bisa kamu ambil. Selain mencegah terjangkit virus corona, kamu mungkin akan lebih banyak ada di rumah. Padahal, biasanya kamu seharian berada di luar dari pagi sampai sore, atau bahkan malam.

Momentum ini bisa kamu manfaatkan untuk lebih merekatkan diri dengan sesama anggota keluarga. Jika biasanya kamu memiliki waktu yang sangat sedikit, sekarang bisa menjadi lebih banyak untuk berkumpul dengan anggota keluarga.

Sisi positif lainnya, masyarakat kini disadarkan akan pentingnya menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Publik kini juga sadar pentingnya penggunaan masker. Bahkan, publik saat ini banyak yang akhirnya tahu bahwa masker pada prinsipnya dipakai untuk mereka yang sakit agar tak menyebarkan penyakitnya, bukan dipakai untuk orang sehat.

"Pelajarannya masyarakat kini bisa lebih menjaga higienitas, menjaga kebiasaan hidup sehat. Kan itu memang harus dilakukan. Tapi sekarang seolah-olah orang itu 'dipaksa' untuk melakukan itu," jelas Teddy.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler