Takut pada Binatang? Jangan Tularkan ke Orang Lain Ya

Bandung - TemanBaik, kamu takut pada binatang tertentu enggak, misalnya ular, anjing, ulat, atau bahkan kecoa? Jika takut, cukup sampai di kamu ya ketakutan itu. Jangan tularkan ketakutanmu pada orang lain, terutama anak-anak.

Sebab, mereka yang takut pada sesuatu, terutama binatang, akan sulit untuk mengubah pikirannya. Dalam benak mereka, binatang tertentu menakutkan, menjijikan, atau bahkan menggelikan.

Jika kamu takut pada hewan tertentu, jangan berusaha membuat orang lain, terutama anak-anak untuk takut juga ya. Iya, mengingatkan sih boleh soal bahayanya binatang tertentu, tapi jangan kamu bumbui dengan hal-hal berlebihan agar orang lain takut.

"Pada umumnya, orang tua mewariskan untuk menjadi takut bersama (terhadap binatang). Itu yang terjadi," ujar pemerhati ular Andi Yuda.

Ia sendiri mengaku merasa beruntung memiliki orang tua yang tidak mempengaruhinya untuk takut pada sesuatu. Misalnya, orangtuanya takut pada ular. Tapi, orang tua Andi tak memengaruhinya agar takut pada ular.

Hasilnya, kini Andi justru menjadi pecinta ular. Bahkan, ia memiliki keilmuan seputar ular yang dalam. "Yang saya alami sendiri, orang tua saya tidak mewariskan ketakutannya pada anaknya, padahal dia takut ular," ungkapnya.

Pengetahuan soal binatang justru sangat penting. Misalnya soal ular, seseorang idealnya tahu ular mana yang berbisa dan tidak, termasuk penanganannya. Sehingga, contohnya ketika ada ular di rumah atau di pemukiman warga, seseorang bisa tahu cara mengatasinya.

Jadi, jika seseorang ingin mempelajari suatu binatang, atau bahkan berinteraksi, biarkan mereka mencari informasi dan jangan dibatasi oleh ketakutan orang sekitar. Tapi, kehati-hatian tetap diperlukan ya. Apalagi bagi orang tua, pengawasan harus dilakukan agar anak-anak tak salah langkah saat mempelajari atau berusaha dekat dengan binatang tertentu.

"Berilah informasi yang benar, pengetahuan yang benar, terutama pada anak-anak," ucap Andi.

Foto: Ilustrasi Unsplash
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler