Hindari Mengonsumsi Tempe Jika Sudah Seperti Ini

Bandung - TemanBaik, kamu suka mengonsumsi tempe, atau justru senang juga memasaknya sendiri? Jika suka memasaknya sendiri, sudah tahu belum kapan tempe sudah enggak layak buat dimasak, apalagi dikonsumsi?

Menurut Ketua Prodi Teknologi Pangan Fakultas Teknik Universitas Pasundan Yusep Ikrawan mengatakan ada ciri khusus kapan tempe masih layak dikonsumsi atau tidak. Ciri utamanya adalah pada warna.

Secara umum, tempe memiliki bagian berwarna coklat muda pada bagian kacang kedelainya. Sedangkan bagian lainnya berwarna putih yang merupakan hasil fermentasi menggunakan ragi.

"Biasanya lama-kelamaan akan ada bagian dari tempe yang berwarna hitam. Kalau sudah ada bagian hitam seperti itu, sebaiknya jangan dikonsumsi biar aman," kata Yusep kepada BeritaBaik.id.

Masalahnya, kerap kali bagian hitam pada tempe dikerik atau bahkan dipotong. Sehingga, yang dipakai kemudian adalah yang terlihat masih bagus dengan warna putih segar.

Tapi, jika ingin cari aman, sebaiknya secara utuh jangan dikonsumsi lagi ya jika sudah ada bagian dari tempe yang menghitam. Dikhawatirkan justru kamu akan keracunan. Sebab, bagian yang berwarna hitam itu dikhawatirkan merupakaan mikroorganisme berbahaya untuk tubuh jika dikonsumsi.

Apalagi jika tempe sudah berbau tak sedap. Bau itu biasanya sering obat sebut seperti (maaf) bau pesing. Jika kondisinya seperti ini, jangan berpikir dua kali ya, jangan dimasak atau dikonsumsi!

"Itu ada mikroorganisme yang menyebabkan tempe itu rusak kandungannya. Bisa keracunan (jika dipaksakan dikonsumsi)," jelas Yusep.

Karena itu, disarankan kamu membeli tempe secukupnya saja ya. Iya, memang sisa tempe yang belum masak bisa disimpan, termasuk di kulkas atau lemari es.

Tapi, biasanya tempe memiliki daya tahan berbeda tergantung dari proses pembuatannya. Intinya, jika kelamaan disimpan, tempe pada akhirnya akan rusak dan tak layak konsumsi.

Foto: Ilustrasi Tempe/pixabay

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler