Mendadak Rasakan Gejala Seperti Corona? Ini Penjelasannya

TemanBaik, mungkin ada sebagian di antara kamu yang mendadak merasakan beberapa gejala seperti terjangkit virus corona atau COVID-19, mulai dari flu, batuk, hingga sesak napas. Apalagi, setiap hari publik terus dibombardir berita seputar kasus virus corona, mulai dari jumlah pasien yang terus bertambah serta puluhan orang meninggal dunia.

Hal ini ternyata wajar kok. Tapi bukan berarti kamu terjangkit virus corona ya. Gejala yang dirasakan lebih dikarenakan tekanan psikologis akibat rasa ketakutan yang berlebih, stres, cemas atau yang biasa disebut juga gejala psikomatik. 

"Sebenarnya itu karena gejala psikologis. Karena semua orang sekarang merasa takut, secara umum semuanya takut dan itu wajar," ujar Erwin Fazrin, psikolog klini dari Klinik Kebidanan Harkel Bandung.



Rasa takut berlebihan yang menimbulkan cemas dan stres itu justru mendorong seseorang mengalami gejala sakit. Apalagi, sistem imun atau daya tahan tubuh, akan terganggu saat seseorang mengalami stres atau gangguan psikologis.

Hal ini juga diperburuk jika seseorang tak mengetahui informasi detail tentang virus corona. Sehingga, rasa takut akan menjadi lebih besar. Solusinya, berusahalah berpikir positif dan cari informasi selengkap mungkin seputar virus corona.
Identifikasi juga diri kamu apakah sudah melakukan berbagai langkah preventif atau tidak. Misalnya tidak keluar rumah, tidak berinteraksi fisik dengan orang yang terjangkit corona, memakai masker dan alat perlindungan diri lainnya jika terpaksa keluar rumah, hingga menjalankan pola hidup bersih dan sehat.

Jika semua langkah preventif itu dilakukan dengan benar, kamu enggak perlu berpikir negatif, apalagi merasa takut berlebihan. "Kita tinggal yakinkan diri sendiri apakah sudah menjalankan saran dari dokter atau saran dari pemerintah enggak," ungkap Erwin.

Perlukah ke Ahli Kejiwaan?
Mungkin ada yang bertanya-tanya juga dalam pikiran, perlukah saya ke ahli kejiwaan jika stres yang dirasakan tak kunjung hilang? Jawabannya belum tentu. Sebab, saat ini kecemasan atau stres yang dialami banyak orang masih dalam tahap wajar.

Pergi ke ahli kejiwaan untuk berkonsultasi sebaiknya dilakukan setelah kondisi di Indonesia kembali normal seperti sebelumnya. Tapi, catatannya, pergi ke dokter jiwa dilakukan jika kamu masih mengalami stres sekitar dua hingga tiga bulan setelah Indonesia normal dan bebas dari corona.

"Kalau berhubungan dengan COVID-19 sekarang, dengan bencana nonalam yang hubungannya dengan kesehatan fisik, yang saya sarankan (baru dilakukan) setelah kejadian ini beres, Indonesia sudah merasa tenang seperti Wuhan sekarang, baru dlihat apakah masih ada cemasnya, ada stresnya dua-tiga bulan setelah itu," jelas Erwin.

Ia pun lebih menyarankan agar masyarakat saat ini fokus pada kesehatan fisik agar tak terjangkit corona. Lakukan berbagai langkah pencegahan. Yang tak kalah penting, jaga pikiranmu tetap tenang dan rileks ya. Jangan sampai justru kamu stres dan memancing penyakit lain untuk datang.

Foto: Ilustrasi Unsplash
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler