Jangan Takut, Donor Darah Aman di Tengah Isu Corona

Bandung - TemanBaik, pandemi virus corona atau COVID-19 sudah menimbulkan dampak dalam berbagai sektor kehidupan. Salah satunya adalah aktivitas donor darah yang mengalami penurunan signifikan. Kekhawatiran orang terjangkit corona dan pembatasan aktivitas di luar rumah disinyalir jadi penyebab utamanya.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Bandung Uke Muktimanah mengatakan sebenarnya warga tak perlu takut untuk mendonor darah di tengah pandemi virus corona. Kuncinya, yang mendonorkan darah adalah orang sehat.

Apalagi, PMI juga memberlakukan aturan berbeda dibanding biasanya dengan tujuan mencegah penularan dan penyebaran virus corona. Di antaranya, pemeriksaan suhu tubuh, ruang donor hanya diisi beberapa orang saja, hingga berbagai langkah antisipatif lainnya.

"Contoh, satpam akan memeriksa suhu tubuh pendonor lebih dulu. Kalau sakit atau suhu tubuhnya tinggi, itu yang bersangkutan akan disuruh pulang," kata Uke.

Karena itu, warga enggak perlu khawatir terjangkit virus corona saat berada di kawasan PMI untuk mendonorkan darahnya. Tapi, selama dalam perjalanan dari rumah ke PMI, sebaiknya terapkan proteksi diri diri ya.

Baca Ini Juga Yuk: Mendadak Rasakan Gejala Seperti Corona? Ini Penjelasannya

Trik Penuhi Kebutuhan Darah
Kenapa sih saat ini darah begitu dibutuhkan? Tentu untuk kebutuhan medis, misalnya operasi yang setiap harinya selalu ada di rumah sakit. Apalagi dalam hampir tiga bulan ini sedang marak yang terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Di Kota Bandung saja PMI kewalahan karena ketersediaan darah sangat tipis di tengah kebutuhan darah yang sangat banyak. Kondisi ini diperkirakan akan terjadi hingga Idul Fitri nanti karena semakin banyak yang melakukan pekerjaan hingga sekolah di rumah. Sementara kebutuhan darah harus selalu terpenuhi.

PMI pun terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tak takut mendonor darah di tengah situasi saat ini. Selain itu, beberapa langkah juga dilakukan agar kebutuhan darah terpenuhi. Salah satunya mengundang para pendonor rutin melalui pesan singkat untuk datang seperti biasa.

Kerja sama dengan berbagai instansi pun dilakukan. Sehingga, pendonor akan tetap ada. Misalnya dengan meminta kepada TNI dan Polri agar anggotanya secara berkala datang ke PMI untuk menyumbangkan darahnya.

"Kita juga membuat imbauan ke rumah sakit agar keluarga pasien yang membutuhkan darah membawa donor pengganti jika membutuhkan darah," jelas Uke.

Dengan cara seperti itu, stok darah yang ada diharapkan akan tetap terjaga. Sehinga, ketika darah dibutuhkan, PMI tetap bisa melayani kebutuhan tersebut.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler