Jangan Sembarangan! Begini Cara Kelola Limbah Infeksius

Bandung - TemanBaik, sejak pandemi global COVID-19 menerpa Indonesia, beberapa penanganan dilakukan dan memerlukan berbagai sarana kesehatan. Sebut saja baju hazmat, sarung tangan dan masker sekali pakai. Nah, berbagai sarana kesehatan ini pada akhirnya akan menjadi limbah infeksius.

Menjadi sebuah kecelakaan, bila limbah infeksius ini tak ditangani dengan baik. Pasalnya, berbagai bakteri dan virus yang terdapat pada limbah tersebut bisa memapari kita semua.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Surat Edaran Nomor SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 Tentang Pengelolaan Limbah Infelksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga Dari Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) terbagi tiga.

Apa saja, dan bagaimana caranya? Yuk kita simak!

Limbah Masker Sekali Pakai dari Limbah Rumah Tangga
Bila kamu mengenakan masker sekali pakai, setelahnya kamu harus membuang masker dengan beberapa langkah: pertama, lipat masker menjadi dua bagian, lalu kemudian gulung dan ikat masker bekas dengan tali pengikatnya, bungkus masker bekas tersebut dengan kertas atau tisu. Setelah itu, potong masker bekas pakai menjadi dua bagian.

Nah, setelah dipotong, kumpulkan masker bekas itu dalam satu kantung, ya. Dan jangan sekali-kali mencampur masker dengan sampah rumah tangga. Terakhir, buang masker ke tempat pembuangan khusus yang disediakan di ruang publik.

Baca Ini Juga Yuk: Meningkatkan Imunitas dengan Terapi Bekam

Mengelola Limbah Infeksius ODP dari Rumah Tangga
Wajib dilakukan penanganan khusus untuk limbah infeksius dari Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari rumah yang berupa masker, sarung tangan dan baju pelindung diri. Ya, berbagai limbah infeksius tersebut harus dikumpulkan dan dikemas tertutup. Labeli kemasan tersebut dengan tulisan 'Limbah Infeksius'.

Nantinya, limbah tersebut akan diangkut petugas dan dimusnahkan pada pengolahan Limbah B3. Jadi, jangan mencampurkan limbah ini dengan limbah rumah tangga, ya.

Mengelola Limbah Infeksius dari Fasilitas Layanan Kesehatan
Lain dengan limbah rumah tangga yang sebelumnya disebutkan, untuk mengelola limbah dari Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes), ada beberapa metode yang harus diperhatikan. Pertama, limbah infeksius hanya bisa disimpan selama dua hari, itu pun dalam wadah tertutup. Kedua, angkut dan musnahkan limbah infeksius dengan pembakaran di insenerator dengan suhu 800 derajat celcius, atau dengan mesin auto-clave yang dilengkapi pencacah. Ketiga, serahkan residu hasil pembakaran ke pengelola limbah B3.

Nah. Itu dia beberapa langkah pengelolaan limbah infeksius selama masa penanganan pandemi global COVID-19. Namun yang sederhana dari pengelolaan limbah ini adalah beberapa kebiasaan kecil yang bisa kita lakukan sehari-hari mulai dari menerapkan physical distancing, tetap produktif #DiRumahAja dan selalu menjaga kebersihan. Dengan melakukan hal-hal sederhana tersebut, kita juga turut memberi kontribusi positif untuk penanganan pandemi ini loh.

TemanBaik, yuk lanjutkan kebiasaan-kebiasaan menjaga kesehatan dan kebersihan tersebut.

Foto: Ilustrasi Unsplash


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler