Yuk, Budidaya Bayam Merah Dari Rumah!

Bandung - TemanBaik, sudah hampir satu bulan, banyak diantara kita menjalankan Work From Home atau bekerja dari rumah guna memerangi pandemi COVID-19. Menjalani hari-hari dengan cara berbeda tentu bisa mengundang rasa jenuh dan penat. Namun, ada banyak kegiatan bermanfaat untuk mengusir rasa jenuh ditengah rutinitas bekerja dari rumah yang sedang kita jalani.

Salah satu cara yang paling ampuh adalah budidaya bayam merah dari rumah. Tak hanya menghilangkan rasa jenuh semata, jika sudah panen nanti, bayam merah hasil menanam kita punya banyak manfaat loh. Sebut saja kandungan gizi yang terdiri dari zat besi, kalori, protein, lemak, kalsium, karbohidrat, vitamin C dan serat yang bisa menangkal berbagai macam virus dalam tubuh.

Budidaya bayam merah atau Amaranthacea gangeticus, sebetulnya cukup menguntungkan. Maklum, sayuran ini tak mengenal musim alias dapat tumbuh sepanjang Tahun. Tanaman ini dapat dibudidayakan di daerah yang beriklim panas maupun dingin. Namun, bayam merah tumbuh subur di dataran rendah pada lahan terbuka yang udaranya agak panas.

Lalu, seperti apa sih kiat-kiat budidaya bayam merah dari rumah. Yuk simak!

Persiapan Lahan Tanam
Sebelum mulai menenan, pastikan kita menemukan lokasi tanam yang memiliki kondisi tanah yang subur serta sesuai dengan syarat tumbuh bayam merah. Bayam merah itu sendiri dapat tumbuh di suhu 16 hingga 20 derajat celcius, dengan keasaman atau pH tanah 6 hingga 7.

Usahakan tanah lahan merupakan tanah subur dan terhindar dari angin yang cukup kencang. Setelah itu, tanah digemburkan terlebih dahulu menggunakan pacul dan campurkan pupuk kandang saat proses penggemburan tanah berlangsung.

Lalu buatlah bedengan pada lahan tanam dengan ukuran kurang lebih sekitar 100 hingga 200 cm dengan lebar 30 cm dan saluran drainase dengan member jarak sekitar 30 cm lahan tanam.

Penyiraman dilakukan secara rutin dan pemupukan setiap 2 minggu sekali pada tanah agar ternutrisi dengan baik hingga bibit bayam merah siap ditanam.

Persemaian Bayam
Campurkan tanah, pupuk organik, dan sekam dengan perbandingan 2: 1: 1 secara rata. Lalu, sebarkan benih bayam merah di atas bedengan semai ataupun polibag dan tutup dengan tanah campuran tipis saja. Siram menggunakan metode spray (seperti menyemprot pakaian saat disetrika) setiap hari sebanyak 2 kali sehari saat pagi dan sore hari. Setelah itu, letallan pada tempat yang sekiranya agak teduh. Untuk penyiraman pastikan bahwa tanah lembab tapi jangan sampai basah.

Biasanya benih bertunas dan memiliki ukuran 3 hingga 6cm maka bibit tersebut sudah layak untuk di tanam.

Baca Ini Juga Yuk: Kaya Manfaat Sirih Merah Bisa Dipakai untuk Pembersih Tangan

Penanaman Bayam Merah
Setelah benihnya disemai, kita baru bisa menanam bayam merah. Pastikan semua bibit yang telah bertunas dan gunakan bibit dengan kondisi yang baik saja. Setelah itu, buatlah lubang tanam menggunakan sekop kecil dengan jarak 10 hingga 15 cm setiap lubang. Pastikan lubang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, cukup untuk menanam bibit bayam merah.

Nah, sekarang ambil bibit bayam merah dari bedeng semai dengan perlahan dan hati- hati jangan sampai akarnya rusak. Setelah itu goyangkan sedikit agar tanah yang melekat sedikit terbuang dan masukkan bibit bayam merah ke dalam lubang tanam. Tutupilah lubang tanam menggunakan tanah campuran pupuk tipis saja dan padatkan agar tanaman dapat berdiri kokoh.

Kamu juga bisa melapisi tanah bedengan menggunakan mulsa organik seperti jerami ataupun mulsa plastik berukuran gelap untuk mencegah gulma sehingga anda tidak perlu melakukan penyiangan berlebih.

Perawatan Bayam Merah
Ada dua metode perawatan bayam merah, yakni penyiraman dan pemupukan. Untuk penyiraman, kamu disarankan menyiram bayam merah sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu setiap pagi dan sore menggunakan air yang dicampur pupuk cair selama 1 minggu setelah masa tanam agar tanaman tumbuh subur. Setelah itu bisa memulai penyiraman menggunakan air biasa hingga masa panen tiba.

Sementara itu kamu bisa pemupukan setiap 2 hingga 3 minggu sekali menggunakan pupuk kompos ataupun pupuk kandang. Sembari memupuk, kamu juga harus melakukan penyiangan di sekitar lahan tanam serta sedikit menggemburkan tanah pada lahan tanam agar pupuk mudah diserap akar bayam merah.

Perlu kamu catat loh! Ketika menanam bayam merah, kamu juga harus waspada pada hama yang sering mengganggu kesuburan bayam merah.

Panen
Setelah melalui berbagai proses di atas, barulah bayam merah hasil tanammu bisa dipanen. Panen dilakukan dengan memperhatikan terlebih dahulu bayam merah yang siap panen memiliki ciri daun yang banyak dan memiliki ukuran besar yang cenderung sama. Selain itu, perhatikan juga tinggi tanaman, bayam merah yang siap panen memiliki tinggi sekitar 20 hingga 30 cm.

Ada banyak cara dalam memanen bayam merah, anda bisa langsung mencabutnya hingga akar atau hanya memetik sebagian daunnya saja.

Bayam merah membutuhkan waktu panen 20-25 hari sejak ditanam. Pada usia tersebut, bayam merah masih segar dan belum sempat terkena hama atau penyakit. Itu sebabnya, sayuran ini baik bagi tubuh. Panen bayam merah tergolong lebih cepat dibandingkan bayam biasa yang membutuhkan waktu panen sekitar 30 hari. Saat dipanen, bayam merah sudah memiliki tinggi sekitar 20 sentimeter.

Namun, untuk dapat berbunga dan menghasilkan biji, bayam merah harus dibiarkan sampai usia 45-50 hari. Nah, sebelum biji ditanam, lahan sebaiknya dicangkul dulu sedalam 20 cm hingga 30 cm supaya gembur, dan usahakan lahan mendapatkan cahaya matahari penuh. Tiga hari sebelum biji ditanam, lahan ditebar pupuk kandang.

Nah. Andai kamu menanam bayam merah sejak Work From Home pertama kali diberlakukan di tempatmu bekerja, mungkin, hari ini kamu sedang memanennya loh. Dan jika kamu baru memulainya pada hari-hari ini, tenang, kamu belum terlambat. Sebab selama 20 hingga 25 hari ke depan, sembari menunggu panen, rasa jenuhmu akan hilang sejenak oleh aktivitas budidaya bayam merah ini.

Lalu, adakah diantara kamu yang terinspirasi melakukan budidaya bayam merah dari rumah?

Foto: dok. pertanian.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler