Mengenal Gejala Cabin Fever dan Cara Mengatasinya

Bandung - TemanBaik, diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota-kota besar secara otomatis membuat kita terisolasi di dalam rumah. Lamanya masa isolasi dengan tidak meninggalkan rumah banyak membuat orang dilanda sedih, gelisah, sampai merasa tertekan. Bahkan ada di antara mereka yang memproklamirkan dirinya terkena cabin fever. Memangnya, cabin fever itu apa sih?

Dokter spesialis kejiwaan yang merupakan bagian dari Departemen Psikitri FKUI-RSCM Gina Anindyajati menyebutkan, cabin fever adalah istilah untuk seseorang yang merasa tidak nyaman berada di dalam rumah. Kendati begitu, cabin fever sebenarnya tidak ada di pedoman diagnostik gangguan jiwa.

“Saat seperti sekarang, ketika keluar rumah dibatasi karena ancaman kesehatan, mungkin membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak betah berlama-lama berada di rumah. Pada kondisi seperti ini, istilah cabin fever bisa juga digunakan pada orang yang tidak nyaman berada di rumah,” ujar Gina dalam keterangan resmi pada laman web Universitas Indonesia.

Gina menjelaskan, asal muasal cabin fever sebenarnya bisa berasal dari kurang aktifnya seseorang ketika harus menjalani isolasi di rumah, sehingga akhirnya merasa bosan. Bila pada awalnya seseorang menganggap bekerja di rumah semasa pandemi virus corona layaknya liburan, hal itu berubah menjadi rasa bosan dan ancaman terjebak dalam cabin fever jadi semakin tinggi.

Lebih jauh lagi, orang yang mengalami cabin fever diawali dengan merasa bosan, mudah marah dan tersinggung kadang rasa putus asa, dan berbagai emosi lain yang tidak mengenakkan. “Secara perilaku, orang dengan cabin fever bisa mengeluh sulit untuk fokus terhadap hal yang dikerjakan, restless (tidak bisa diam, mondar mandir, fidgeting),” katanya.

Tak hanya itu, lemah lesu, sulit percaya pada orang di sekitar, tidak sabaran, merasa sedih dan depresi untuk waktu yang lama juga bisa jadi indikator seseorang terkena cabin fever.

Mengatasi Cabin Fever

Sebenarnya, pergi ke luar rumah sejenak adalah cara paling ampuh untuk mengatasi cabin fever. Namun hal itu bukan menjadi opsi yang baik karena PSBB itu sendiri masih diberlakukan. Kendati demikian, hal-hal ini masih bisa kamu lakukan bila kamu hendak menyelamatkan diri dari cabin fever:

1. Lakukan rutinitas biasa

Meski namanya bekerja dari rumah, namun usahakan kita harus memperlakukan diri kita sama seperti bekerja saat harus ngantor, ya. Biasakan bangun pagi, mandi, dan hidup teratur.

Kita juga bisa membuat jadwal harian sederhana dan mengatur jam kerja. Ingat loh. Bekerja dari rumah memangkas banyak waktu yang biasanya kita gunakan di jalan. Waktu tersebut bisa dialihkan untuk sesuatu yang lebih menyenangkan.

2. Buat hal baru

Mencoba sesuatu hal yang baru juga boleh kamu lakukan untuk mengatasi kepenatan luar biasa ini. Kamu bisa menjajalnya dengan bercocok tanam dengan mengandalkan lahan kecil di sudut rumahmu.

3. Ubah tataletak perabot secara berkala

Tataletak perabotan rumah yang begitu-begitu saja bisa jadi sumber kebosanan yang kamu alami loh. Maka dari itu, menata ulang tataletak dan membuat pojok bekerja atau pojok belajar bisa kamu jajal.

4. Tetap aktif

Kendati produktivitas fisik banyak tersita, akan tetapi kamu harus tetap aktif baik itu secara fisik maupun mental. Beberapa kegiatan yang bisa kamu coba adalah membersihkan rumah, mencuci baju atau berolahraga ringan.

“Melakukan pekerjaan rumah tangga juga perlu strategi, maka gunakan otak kita untuk merancang cara yang paling efisien dalam membersihkan rumah,” kata dr Gina.

Selain itu, aktif secara fisik bisa meningkatkan produksi hormon endorfin yang bisa membuat kita merasa bahagia. Kamu juga bisa menjajal jenis olahraga yang bisa dilakukan dari rumah, seperti melakukan cardio misalnya.

5. Tetap berhubung selama berada di rumah sendirian

Meski namanya pembatasan sosial, namun bukan berarti kita terputus dengan dunia luar. Kita masih bisa mengubungi teman-teman melalui bantuan teknologi, atau mengakses informasi terbaru di dunia luar dari internet. Yuk, hubungi kawan dekat kita. Tanyakan bagaimana kabarnya dan berceritalah untuk meredakan kepenatan. “Ringankan beban satu sama lain dengan mendengarkan dan berbagi cerita,” tutup Gina.

TemanBaik, terkurung di dalam rumah memang bukan hal yang diinginkan oleh siapapun. Tapi, langkah ini juga baik untuk menghentikan laju penyebaran virus corona di Indonesia. Hal baik bisa kita lakukan saat ini adalah berdiam diri #DiRumahAja dengan tetap memperhatikan hal-hal produktif yang bisa membuat kita tetap merasa bahagia walau produktivitas itu dilakukan dari rumah.


Foto: unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler