Ini Cara Menjaga Kebugaran Saat Iktikaf

Bandung - TemanBaik, dalam kegiatan ibadah di bulan suci Ramadan, iktikaf tentu bukan hal yang asing bagi umat muslim. Ya, di 10 malam terakhir Ramadan, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan iktikaf baik itu di masjid ataupun di rumah masing-masing.

Namun, bila kamu harus kembali bekerja keesokan harinya, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kebugaran tubuhmu tetap terjaga sehingga aktivitasmu tetap berjalan normal.

Ketua Kelompok Keahlian Ilmu Keolahragaan Institut Teknologi Bandung Samsul Bahri menyebutkan beberapa tips yang bisa kamu lakukan agar stamina dan kebugaran tetap terjaga selama bulan Ramadan meski kamu harus tetap bekerja dan melaksanakan iktikaf. Apa saja sih? Yuk kita simak!

Menjaga Keseimbangan Asupan Makanan
Rasa lelah dan kantuk itu disebabkan karena ketidakseimbangan asupan dan pengeluaran energi saat buka puasa. Akumulasi tersebut menurut Samsul kurang baik.

Energi yang dikeluarkan tubuh dalam sehari dengan aktivitas normal adalah 2500 kalori untuk laki-laki, dan 2000 kalori untuk wanita.

"Kiat-kiatnya, waktu berpuka harus memenuhi 4 sehat dan lima sempurna, atau gizi seimbang. Mau tidak mau kita harus melakukan pola makan sehat di sisa puasa ini. Sebetulnya kalau sudah terpenuhi 4 sehat 5 sempurna, tak perlu minum vitamin," ujarnya dalam keterangan resmi di laman web Institut Teknologi Bandung (ITB).

Banyak Minum Air Putih
Tubuh manusia idealnya memerlukan 2 liter air putih per harinya. Jumlah tersebut setara dengan 8 gelas air putih. Sedangkan saat puasa, tubuh kita kehilangan banyak cairan. Nah, oleh karenanya waktu sahur, buka puasa dan menjelang tidur harus jadi waktu memenuhi kebutuhan asupan air putih tersebut.

"Kandungan air di dalam tubuh harus dijaga dengan tetap memenuhi kebutuhan air dalam tubuh tersebut," ucapnya.

Selain itu, kita juga dianjurkan untuk menghindari makanan yang kurang berserat seperti misalnya gorengan.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenal Gejala Cabin Fever dan Cara Mengatasinya

Tidak Melewatkan Sahur
Sahur adalah bagian penting dalam puasa. Dari unsur kesehatan, sahur berperan penting untuk menyerap cadangan energi selama seharian beraktivitas penuh. Akan tetapi, Samsul menambahkan setelah sahur baiknya kamu jangan tidur karena akan mempengaruhi metabolisme dalam tubuh.

Selain itu, olahraga kecil setelah sahur juga dianjurkan. Pola yang dianjurkan antara lain peregangan otot.

"Menjelang berbuka, juga bisa melakukan jogging kecil-kecilan. Kalau di kantor bisa dilakukan dengan cara naik turun tangga," tambahnya.

Mengatur Ritme Iktikaf
Saat melakukan iktikaf, kamu juga disarankan untuk menyelipkan sesi peregangan otot dan minum air putih. Hal ini perlu dilakukan guna meregangkan otot-otot yang tegang karena iktikaf banyak dilakukan dengan cara berdiam diri dan duduk.

"Kemudian ikuti naluri tubuh, kalau sudah tak sanggup tubuh jangan dipaksakan. Bisa dilakukan stretching tadi," katanya.

TemanBaik, banyak keberkahan yang kita dapatkan. Samsul menyebutkan, pola makan teratur dapat mengontrol asam lambung seseorang. Sehingga seseorang yang menderita maag, ketika ia berpuasa, maag-nya tidak kambuh.

Namun, karena saat ini kita harus melewati Ramadan di tengah pandemi, ada baiknya aktivitas beribadah tetap dilakukan #DiRumahAja, ya. Karena dengan hal tersebut, kita bisa memutus mata rantai penyebaran COVID-19 sehingga bisa menyongsong kesempatan menikmati Ramadan edisi berikutnya yang lebih menyenangkan.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler