Yuk! Bersiap Jalani Hidup 'New Normal'

Bandung - TemanBaik, sudah terbiasa sering mencuci tangan, menggunakan masker, menghindari kerumunan, hingga menjaga jarak dengan orang lain? Mulai sekarang, sebaiknya hal-hal seperti itu tetap dilakukan ke depan.

Alasannya, pandemi virus corona atau COVID-19 belum dipastikan kapan berakhir. Hal yang ada hanyalah prediksi, mulai dari Juni, September, hingga 18 bulan ke depan.

Karena itu, kita disarankan menjalankan hidup 'new normal', yaitu perubahan perilaku untuk menjalankan aktivitas normal, namun dengan ditambah penerapan protokol kesehatan. Tujuannya demi mencegah penularan dan terjangkit COVID-19.

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian, dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung Achyani Raksanagara memberi penjelasan kenapa hidup new normal perlu dilakukan. Jangan pernah menganggap remeh hal-hal yang selama ini sudah dilakukan.

Sebab, saat ini tren kasus COVID-19 di berbagai daerah mengalami penurunan, termasuk di Kota Bandung. Namun, itu bukan berarti kondisi sudah aman sehingga kamu bebas menanggalkan beragam kebiasaan baik pencegahan.

"Kita bisa mengendalikan (penyebaran COVID-19), tapi belum aman. Kita semua harus waspada dan tetap menjalankan aturan-aturan serta pencegahan yang ada," ujar Achyani di Balai Kota Bandung, Jumat (15/5/2020).
Ke depan, langkah pencegahan seperti itu sebaiknya dijadikan kebiasaan baru ya. Hal itulah yang kemudian dijadikan sebagai gaya hidup normal yang baru. Sehingga, kebiasaan ini jadi sesuatu yang perlu dilakukan sebagai sebuah 'kenormalan'.

"Kita akan hidup di kenormalan baru. Normalnya memang begini, ke mana-mana pakai masker, jaga jarak, rajin cuci tangan, dan lain-lain," ungkap Ahyani.

Sampai kapan sih kita semua disarankan menjalani gaya hidup new normal? Kuncinya ada pada obat atau vaksin COVID-19. Jika sudah ditemukan, maka masyarakat bisa benar-benar hidup normal, misanya tak lagi mengunakan masker ke mana-mana dan tak lagi menjaga jarak. Masalahnya, obat atau vaksinnya belum ada sampai sekarang!

"Kalau belum ada vaksin, belum ada obatnya, upaya pencegahan harus dikedepankan karena itu sebagai bentuk tanggung jawab. Misalnya kita pakai masker, bukan hanya karena takut tertular penyakit, tapi juga takut menulari orang lain. Intinya anda menjaga (kesehatan) saya, saya menjaga anda," jelas Ahyani.

Ia pun mengingatkan agar kehidupan new normal ini dijalankan semua pihak. Sebab, kedisiplinan dan gotong royong menjadi kunci lain berakhirnya pandemi COVID-19.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler