Tiga Tanaman Ini Tambah Daftar Potensi Penangkal Virus

Jakarta - TemanBaik, saat ini kandidat penangkal virus makin banyak. Belakangan, ada tiga tanaman yang tumbuh di Indonesia berpotensi menjadi penangkal virus. Apa saja sih? Yuk kita simak.

Para peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan kini mereka punya obat kandidat penangkal virus yang juga bisa digunakan untuk menyembuhkan wabah Corona. Bahan untuk obat itu berasal dari ekstrak daun ketepeng badak dan benalu.

"Senyawa-senyawa yang terdapat di dalam tanaman ketepeng badak dan benalu dilaporkan mempunyai potensi antivirus," kata Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI Yenny Meliana dalam situs indonesia.go.id.

Selain dua nama tersebut, ada satu lagi tanaman herbal yang diklaim bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Tumbuhan itu tergolong dalam keluarga jamur. Namanya Jamur Cordyceps.

Ketepeng Badak
Ketepeng badak masuk dalam famili Caesalpiniaceae. Menurut sejumlah jurnal, tanaman ini berasal dari Amerika dan banyak tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Sementara itu, di sisi lain, peneliti bidang farmasi kimia LIPI Marissa Angelina, daun ketepeng selama ini disebut sebagai penghambat pertumbuhan virus dengue yang menjadi penyebab penyakit demam berdarah. Sedangkan benalu juga dikenal mengandung senyawa aktif yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker.

Daun ini juga sudah lama digunakan sebagai obat oleh masyarakat Indonesia, salah satunya oleh penduduk di Pulau Jawa. Mereka menggunakan daun ini sebagai obat penyakit kulit seperti eksim, kurap, kudis, dan panu dengan cara mencampurkannya dengan air kapur atau perasan air jeruk nipis.

Benalu
Benalu dikenal mengandung senyawa aktif yang bisa menghambat pertumbuhan sel kanker. Secara umum, tumbuhan ini dikenal sebagi parasit. Sifat tanaman ini adalah sebagai penyerang atau perusak tanaman inangnya. Benalu berkembang biak dengan cara generatif dan vegetatif.

Penamaan benalu juga tergantung pada tanaman inangnya. Jika benalu tersebut menempel pada tanaman teh, maka ia akan disebut benalu teh. Benalu teh merupakan salah satu dari daftar tumbuhan yang telah diajukan sebagai calon fitofarmaka antikanker, dan juga memiliki aktivitas antimalaria.

Ekstrak benalu yang hidup di pohon jeruk nipis bisa dimanfaatkan sebagai obat penyakit ambien dan diare. Sementara itu benalu kapas berpotensi sebagai bahan antimikroba alami untuk pangan.

Benalu sejak lama sudah dimanfaatkan sebagai obat tradisional di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, dalam kurun waktu 1968 hingga 1984, benalu dimanfaatkan sebagai obat cacar air, cacar sapi, diare, cacing tambang, tumor, hingga berbagai jenis kanker.

Selain di Indonesia, masyarakat Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini juga menggunakan benalu sebagai obat. Di Indocina misalnya, daun benalu Dendrophthoe pentandra (L.) Miq. sering diramu dengan teh, lalu diminum sebagai obat flu.

Jamur Cordyceps
Cordyceps merupakan jamur yang tumbuh di pegunungan Himalaya dan dataran tinggi Tibet. Awalnya, tumbuhan herbal ini dianggap memiliki kandungan nutrisi yang efektif dipakai sebagai penambah stamina. Namun, setelah dikembangkan, cordyceps dianggap bisa menjadi antivirus.

Guru Besar Fakultas MIPA dan Pakar Biomolekuler Universitas Brawijaya Profesor Widodo menyebutkan, jamur ini memiliki struktur yang bisa menghambat pembiakan virus korona secara langsung dan bisa bersifat antivirus.

"Sudah lama dipakai masyarakat khususnya di Tibet, Tiongkok, Korea karena keunggulannya memiliki beberapa senyawa aktif. Strukturnya memiliki kesamaan dengan senyawa antivirus," ujar Widodo.

Ia juga menambahkan, hal esensial dari virus corona ini karena kemunculan badai sitokin. Sedangkan, jamur cordyceps punya potensi menurunkan badai sitokin itu.

Sebagai informasi tambahan, cordyceps mengandung banyak nutrisi, seperti protein atau asam amino esensial, peptida, vitamin B1, B2, B12, E, dan K, asam lemak, dan mineral. Cordyceps kemungkinan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara merangsang sel-sel dan bahan kimia tertentu.

Selain berpotensi sebagai antivirus, jamur cordyceps juga bisa membantu meningkatkan kemampuan pernapasan. Saat ini, tim dokter dan dan peneliti di Indonesia sedang bersiap melakukan uji klinis jamur ini pada pasien korona di Wisma Atlet, Jakarta.

TemanBaik, ketiga tanaman herbal mulai dari Ketepeng Badak, Benalu, hingga Jamur Cordyceps saat ini sedang dalam tahap uji klinis untuk dijadikan salah satu penangkal virus. Kita masih perlu bersabar dan menanti hasil terbaik dari berbagai penelitian yang sedang berlangsung ini.

Kita hanya perlu mendukung mereka dengan cara tetap di rumah dan menerapkan standar kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Tetap sabar dan semangat, ya!

Foto: dok. indonesia.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler