Ini Cara Ajarkan Anak Kelola Uang Jajan

Bandung - TemanBaik, membangun kebiasaan dalam mengatur keuangan pada dasarnya harus diajarkan pada anak sejak usia dini. Lalu, bagaimana sih caranya? Yuk kita simak.

Sebagian dari kita mungkin berpikir mengajarkan si kecil untuk mengelola keuangan merupakan hal yang tabu. Alih-alih menunggu si kecil mengerti dengan sendirinya, kebiasaan mengelola keuangan adalah hal yang harus dipelajari anak sejak kecil, sama dengan kebiasaan baik lainnya. 

Pengelolan keuangan harus dipelajari sejak dini, karena mau tidak mau anak akan berhubungan dengan uang di usia dewasa kelak. Jangan sampai ia terkejut saat menghadapi beberapa momen saat sudah dewasa dan merantau karena ia baru mengetahui hal tersebut. Misalnya terkejut saat mengetahui listrik yang ia gunakan harus dibayar tiap bulannya, atau momentum lain.

Lalu, bagaimana sih caranya mengajari si kecil cara mengelola uang? Yuk kita simak beberapa tips di bawah ini:

Mulai Beri Uang Jajan Berjangka
Ketika anak duduk di kelas 1-3 SD, kamu bisa mulai dengan memberi uang saku harian sembari dibarengi penjelasan untuk apa saja uang itu. Misalnya anak diberi uang saku Rp15 ribu per hari, dengan alokasi menabung Rp5.000, sedekah Rp5.000, dan jajan Rp5.000.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Kasma Jalani Ramadan di Amerika Saat Pandemi

Perpanjang Jangka Waktu
Mulai kelas 4 SD, anak bisa diberi uang saku mingguan. Saat melakukan ini, penting bagi orang tua untuk memberikan perjanjian yang jelas. Misalnya kita sepakat akan memberikan uang jajan setiap hari Senin sejumlah Rp 75.000 untuk keperluan nabung, sedekah, dan jajan. Berikan juga pengertian bahwa kita hanya akan memberikan uang saku di hari Senin, sesuai kesepakatan. Di sini, orang tua harus mulai tegas mengatakan tidak saat anak merengek, dengan alasan sudah disepakati sebelumnya.

Beri Uang Saku Lebih untuk Dana Sosial
Ketika sudah mulai kelas 6 atau SMP, baru mulai berikan uang saku bulanan kepada anak. Pada hari tertentu beri uang saku lebih untuk keperluan sedekah, tabungan, atau hobinya.

Ajari Budgeting
Memasuki akhir SMP atau awal SMA, mulai diskusikan budget uang saku dengan anak. Berapa yang anak perlukan untuk jajan, sedekah, nabung, dan keperluan lainnya. Kalau merengek minta sesuatu, ingatkan kalau kita sudah membuat kesepakatan di awal.

Jadikan Anak Bagian dalam Diskusi Keuangan
Lebih penting ketika anak sudah mulai masuk perguruan tinggi dan harus merantau. Ketika anak tinggal di asrama atau di kost, 1-3 bulan pertama mungkin akan terjadi masa penyesuaian. Berikan tanggung jawab kepada anak mulai dari uang untuk makan, uang buku, sampai biaya kuliah per semester. Coba lakukan pemantauan ulang setiap satu bulan dan diskusi kembali bersama anak tentang hasilnya.

TemanBaik, di luar poin-poin di atas, hal pertama yang bisa kamu lakukan dalam mengajari pengelolaan uang terhadap si kecil adalah mengajarinya untuk menabung. Berikan pemahaman bahwa tidak semua yang si kecil inginkan akan didapat begitu saja tanpa proses usaha. Kamu juga bisa mengkonsultasikan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan kamu melalui Halofina loh!

Yuk, latih si kecil untuk mengelola keuangan sejak dini!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Ibrahim Rifath

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler