Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Empat Hal yang Perlu Diperhatikan

Bandung - TemanBaik, saat ini beberapa daerah sudah menerapkan new normal alias kenormalan baru. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Di balik kenormalan baru ini, sudah mulai banyak area check point yang dihentikan, jalan yang ditutup sebagian sudah dibuka, para pekerja mulai kembali bekerja di kantor, hingga secara perlahan tempat-tempat usaha dibuka.

Namun, kamu sebaiknya jangan larut dalam euforia dulu ya. Ada beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan agar tak melakukan berbagai hal secara normal seperti sebelum pandemi. Sehingga, di fase memasuki kenormalan baru, kasus COVID-19 bisa dicegah seminimal mungkin.

Apa saja hal yang perlu dipertimbangkan itu? Simak ulasannya yuk!

1. Pandemi Belum Berakhir
Faktanya, hingga kini, pandemi COVID-19 belum berakhir. Meski secara umum grafik jumlah kasus mengalami penurunan dan tingkat kesembuhan meninggi, tetap jumlah kasus baru masih terjadi.

Karena itu, penting bagi kamu untuk menjalankan protokol kesehatan, mulai dari rajin mencuci tangan dengan sabun, tidak menyentuh area wajah dengan tangan, menjaga jarak dengan orang lain, serta beragam langkah pencegahan lainnya.

2. Tetap Batasi Aktivitas
Ini jadi satu hal yang perlu ditekankan. Jangan karena memasuki kenormalan baru, lalu kamu larut dalam euforia dan melakukan berbagai hal selayaknya kehidupan normal sebelum pandemi. Ingat baik-baik ya, kamu bisa tertular COVID-19 di luar sana, termasuk tanpa sadar menularkannya pada orang lain.

3. Empati pada Tim Medis, Relawan, dan Keluarga
Coba deh bayangkan bagaimana beratnya tugas tim medis, relawan, dan berbagai pihak lain yang 'berperang' menanggulangi COVID-19. Jika tidak bisa membantu mereka, minimal usahakan diri sendiri agar terhindar dari COVID-19. Sehingga, tugas mereka tak terus-menerus berat seperti sekarang.

Mau tahu bagaimana beratnya perjuangan mereka? Vanesa Surya, seorang relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengaku sudah dua bulan tak pulang ke rumah.

Ia berjibaku membantu tim medis dan berbagai pihak terkait demi mengatasi pandemi. Bahkan, Idulfitri pun dirayakan jauh dari keluarga. Vanesa dan rekan-rekannya hanya bisa merayakannya di tempat penanganan pasien.

Karena itu, ia berharap masyarakat memahami apa yang harus dilakukan pada fase kenormalan baru. Apalagi, berbagai protokol kesehatan sudah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir.

"Saya enggak sepakat dengan kata-kata tenaga kesehatan sebagai garda terdepan. Tenaga kesehatan tuh harusnya benteng pertahanan terakhir. Justru masyarakat adalah benteng terdepan untuk mengatasi COVID-19 ini," kata Vanesa.

Cara menjadi garda terdepan penanganan COVID-19 adalah dengan melakukan pencegahan. Sehingga, jumlah kasus bisa terus diminimalisir. 
Coba deh pikirkan juga keluarga TemanBaik. Jika kamu terinfeksi COVID-19, siapa yang repot? Tentunya keluarga juga. Sebagai contoh, jika kamu seorang suami, siapa yang akan menjalankan peran sebagai suami atau ayah bagi anak-anak saat kamu dirawat?

4. Ikuti Berbagai Aturan Baru
Dalam fase kenormalan baru, secara perlahan pelbagai tempat publik mulai dibuka. Bahkan, tempat seperti mal di beberapa daerah sudah direncanakan akan dibuka. Tapi, ada berbagai aturan baru yang perlu kamu taati.

Di Kota Bandung misalnya, berbagai aturan sudah disepakati antara pemerintah dan pengusaha mal. Sehingga, saat mal dibuka, tentu kondisinya akan berbeda. Namun, kata kuncinya, tetap ikuti aturan baru yang berlaku ya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah menyebut beberapa poin kesepakatan yang akan dijalankan pengelola mal saat dibuka nanti. Di antaranya ada pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk, menunggu antrean karena pengunjung mal hanya boleh 50 persen, makanan hanya boleh dibawa pulang, hingga tak bisa menggunakan kamar pas.

"Ini sanksinya berat untuk pengelola mal dan tenant jika tidak dijalankan. Bahkan kalau kesalahannya ada di pihak tenant, maka akan langsung kita tutup," kata Elly.

Ia pun mengingatkan agar warga juga taat pada peraturan. Jangan sampai pengelola mal atau tenant patuh pada aturan, sedangkan warga tidak menaatinya. Kuncinya, menurutnya apa yang akan diberlakukan nanti adalah demi kebaikan bersama.

Contoh lain di Bandung Zoo Garden yang sudah bersiap dibuka kembali untuk publik. Di sini, berbagai aturan baru akan diberlakukan, mulai dari antrean di loket berjarak 1,5 meter, pengunjung disemprot disinfektan, serta berbagai protokol kesehatan lainnya.

"Kami sejauh ini sudah melakukan berbagai persiapan, salah satunya pembersihan kawasan. Namun, kapan kembali dibuka untuk umum, kami masih menunggu keputusan dari pemerintah," ucap Markom Bandung Zoo Garden Sulhan Syafi'i.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Josh Hild
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler