Kata Psikolog Soal Masih Banyak yang Suka Lupa Pakai Masker

Bandung - TemanBaik, ada yang pernah mengalami lupa memakai masker saat keluar rumah di tengah pandemi virus korona atau COVID-19? Kok bisa ya, padahal sejak Februari atau Maret lalu kamu kerap menggunakannya?

Ya, memang penggunaan masker saat ini sudah menjadi hal biasa, bahkan jadi kebiasaan baru dalam keseharian. Namun, wajar kok jika kamu terkadang lupa memakainya. Mau tahu penjelasannya? Simak ulasannya yuk!

Menurut psikolog klinis, Klinik Kebidanan Harkel Bandung, Erwin Fazrin, perbandingan penggunaan masker dan tidak menggunakan masker memiliki waktu yang berbeda. Coba deh bandingkan, sejak kamu lahir sampai sekarang, berapa tahun kamu tidak menggunakan masker? Sebaliknya, berapa bulan kamu terbiasa menggunakan masker? Tentu perbedaannya sangat jelas.

Jadi, hal wajar jika kamu lupa menggunakan masker karena kebiasaan tak bermasker sudah terbangun bertahun-tahun. Intinya, tanpa sadar kamu terbawa kembali pada kebiasaan lama. Sebab, dalam pikiranmu selama bertahun-tahun merasa aman ke mana-mana tanpa menggunakan masker.

"Dalam beberapa bulan ini, kita itu masih dalam tahap adaptasi (menggunakan masker). Jadi, kadang-kadang kebiasaan lama masih ada," kata Erwin kepada BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Begini 'Kenormalan Baru' di Mata Psikolog

Karena itu, ia juga mengingatkan, jika kamu menemukan orang tak menggunakan masker, jangan berpikir negatif dulu ya. Bukan berarti mereka yang tak menggunakan masker itu cuek dengan pandemi COVID-19. Bisa jadi mereka lupa karena tanpa sadar melakukan kebiasaan lama tak menggunakan masker.

Cara terbaiknya adalah dengan saling mengingatkan soal penggunaan masker. Jika kamu kebetulan membawa masker lebih, berikan deh pada orang tersebut. Tapi, tentunya masker baru ya.

"Saling mengingatkan saja dan jangan menghakimi. Cara mengingatkannya juga dengan cara yang enak," ungkap Erwin.

Ia juga mengingatkan agar kamu sebaiknya tak memotret seseorang yang tak menggunakan masker apalagi kemudian menyebarkannya di media sosial. Alih-alih mengingatkan, hal ini justru bisa membuat seseorang dipermalukan dan ujungnya akan dihakimi warganet jika menjadi viral.

"Diingatkan saja baik-baik, jangan diunggah di media sosial," ucap Erwin.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Photo by Victor He on Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler