Sekolah Belum Kembali Normal, Berdampakkah Bagi Anak & Ortu?

Bandung - TemanBaik, aktivitas atau kehidupan di tengah pandemi virus korona atau COVID-19 hingga kini masih belum normal. Bahkan, anak-anak sudah sekitar tiga bulan belum kembali bersekolah dengan pertemuan fisik di kelas.

Hal itu membuat para siswa masih berkutat dengan kegiatan belajar di rumah dengan metode daring. Ini sesuai kebijakan pemerintah demi meminimalisir penularan dan penyebaran COVID-19, terutama di lingkungan sekolah.

Karena tak ada kegiatan belajar di kelas, otomatis anak lebih banyak ada di rumah. Pembatasan aktivitas pun membuat mereka juga tak leluasa melakukan aktivitas, terutama kegiatan di luar rumah.

Dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) Laila Qadariah mengatakan ada dampak positif dan negatif yang didapatkan di tengah pandemi, terutama saat anak masih belum sekolah secara normal. Hal itu didapat dari hasil pengalaman pribadi, cerita dari teman-teman sesama orang tua, serta pengalamannya sebagai psikolog.

Dampak positifnya, tidak adanya aktivitas di sekolah membuat ikatan emosional antara anak dan orang tua akan meningkat. Sebab, kuantitas waktu untuk bersama-sama jadi lebih banyak.

"Orang tua juga jadi aktif terlibat atau parental involvement dalam bidang akademik anak. Sehingga, bisa memantau perkembangan anak dan capaiannya, serta apa yang jadikelebihan dan kekurangan anak yang harus dikembangkan," kata Laila.

Baca Ini Juga Yuk: Imunisasi Anak Terhambat Saat Pandemi, Begini Solusinya

Namun, ada dampak negatif di tengah kondisi tersebut. Secara fisik dan motorik, aktivitas anak menjadi kurang aktif, lebih banyak duduk, kurang olahraga. Sehingga, aspek fisik dan motorik anak kurang terstimulasi. Kebugaran fisik anak juga bisa berpengaruh akibat hal itu.

Secara sosial-emosi, relasi pertemanan anak berupa tatap muka dan berkelompok menjadi tidak ada. Sehingga, kesempatan anak untuk berbagi, menyelesaikan konflik pertemanan, hingga berempati menjadi berkurang wadahnya akibat minimnya pertemuan fisik.

Apa yang Perlu Dilakukan Orang Tua?
Dampak negatif yang ada tentu perlu diatasi. Ada beberapa hal yang disarankan untuk dilakukan orang tua terhadap anak. Simak ulasannya yuk!

Pertama adalah membuat jadwal rutin. Buat dan sepakatilah jadwal rutin yang mesti dilakukan anak dan orang tua. Sehingga, meski anak ada di rumah, mereka akan punya semacam aturan untuk menjalankan rutinitas harian.

Tentukan jadwal antara waktu rekreasional seperti nonton televisi, bermain, atau menjalankan hobi. Kemudian seimbangkan dengan aktivitas akademik seperti belajar daring atau mengerjakan tugas sekolah. Aktivitas kesehatan juga perlu dilakukan, terutama olah raga atau kegiatan fisik lainnya.

"Dengan cara ini, disiplin anak akan tetap terjaga walaupun tidak pergi ke sekolah," ujar Laila.

Kedua, pantau perkembangan anak. Dalam kondisi sekarang, orang tua disarankan untuk lebih intensif lagi dalam melakukan pengawasan terhadap anak. Sehingga, ketika anak dirasa mendapatkan masalah atau bahaya, langkah penanganan bisa dilakukan secepatnya.

Carilah pertolongan jika memang dirasa perlu, mulai dari berkonsultasi kepad guru hingga psikolog. Dengan begitu, masalah akan segera bisa diatasi.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Avel Chuklanov
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler