Yuk! Cegah DBD di Tengah Pandemi COVID-19

Bandung - TemanBaik, pandemi virus korona atau COVID-19 masih belum berakhir. Publik pun tersedot perhatiannya untuk melakukan pencegahan agar enggak tertular COVID-19.

Namun, ternyata ada bahaya penyakit lain yang harus diwaspadai, salah satunya demam berdarah dengue (DBD). Saat ini, kasusnya cenderung mengalami peningkatan tajam.

Salah satu yang terbanyak kasus DBD terjadi di Kota Bandung dengan 1.629 kasus. Angka ini tercatat dalam kurun Januari hingga Mei 2020. Dari jumlah itu, sembilan orang di antaranya meninggal dunia.

"Kota Bandung kan memang endemis, jadi sepanjang tahun memang tinggi, dari tahun-tahun sebelumnya (kasusnya juga banyak)," kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Bandung Rosye Arosdiani Apip.

Berbagai langkah sudah dilakukan untuk mencegah tingginya jumlah kasus DBD. Yang paling utama adalah dengan melakukan gerakan satu rumah satu jumantik. Tujuan besarnya memberantas sarang nyamuk dan mencegah perkembangbiakkannya.


Cara lainnya adalah dengan melakukan fogging. Ini tetap dilakukan meski dalam situasi pandemi. Di luar itu, ada beragam langkah yang dilakukan.

Meski begitu, apa yang dilakukan belum bisa mencegah 100 persen kasus DBD. Sebab, kesuksesan mencegah DBD tantangan terbesarnya ada pada masyarakat. Karena itu, masyarakat perlu konsisten untuk melakukan ragam antisipasi agar terhindar dari DBD.

Jangan Hanya Fokus pada COVID-19
Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan saat ini memang mayoritas masyarakat lebih fokus mencegah agar tidak terjangkit COVID-19. Sebab, sejak Februari lalu, setiap harinya ada saja orang yang dinyatakan positif COVID-19.

Karena itu, wajar jika kemudian masyarakat sangat fokus melakukan pencegahan terhadap COVID-19. Protokol kesehatan pun berusaha dijalankan sebaik mungkin.

Namun, ia mengingatkan bahwa penyakit lain juga tak kalah berbahaya dan harus diantisipasi, terutama DBD. Banyaknya jumlah kasus DBD pun harusnya jadi pengingat bagi masyarakat bahwa ada penyakit di luar COVID-19 yang jadi ancaman di depan mata.

"Bisa jadi masyarakat terlalu fokus pada korona (sehingga lupa mengantisipasi DBD). Jadi, jangan hanya fokus mencegah korona, sementara di luar itu ada ancaman penyakit lain," kata Oded.

Nah, TemanBaik, tetap waspada dan lakukan berbagai langkah pencegahan ya! Untuk mencegah terjangkitnya DBD, kamu perlu rutin melakukan langkah-langkah seperti membersihkan tempat penampungan air dan tempat yang diduga lokasi nyamuk bersarang, membuang atau mendaur ulang barang bekas, menggunakan obat atau racun nyamuk, hingga menggunakan lotion antinyamuk.

Foto: dok. James Gathany/Center for Disease Control Public Health Image Library.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler