Peka Demi Menjaga Keluarga dari Jerat Narkoba

Bandung - TemanBaik, tahu kan bahayanya penggunaan narkoba? Jangan sampai ada keluarga, teman, sahabat, atau bahkan kekasih terjerat dan kecanduan narkoba ya!

Karena itu, kamu sebaiknya mengetahui ciri dari pengguna narkoba. Ada berbagai ciri umum pengguna narkoba, mulai dari mata memerah, sering sakit, perubahan nafsu makan, hingga penampilan atau kebersihan pribadi yang menurun.

Namun, tak semua pengguna narkoba memiliki ciri yang mutlak, terutama dari segi fisik. Ada juga yang secara fisik sebenarnya tidak terlihat tapi bisa dirasakan oleh orang sekitar, yaitu melalui perubahan perilaku. Misalnya, emosi yang meledak-ledak atau justru jadi pendiam, hingga berubah jadi penakut.

Kata kuncinya adalah perubahan perilaku. Coba deh amati orang sekitarmu dan bandingkan sikap mereka sekarang dengan beberapa bulan atau beberapa tahun lalu. Jika perubahannya cukup drastis, kamu sebaiknya waspada dan berusahalah lepaskan dia jika memang kecanduan narkoba.

"Hal yang penting (ciri pengguna narkoba) adalah adanya perubahan fisik maupun psikologis dari pengguna tersebut," kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bandung AKBP Deni Yus Danial di Balai Kota Bandung, Selasa (23/6/2020).


                                                                                        Foto: Kepala BNN Kota Bandung AKBP Deni Yus Danial/Oris Riswan Budiana


Kepekaan ini yang sebaiknya kamu miliki. Sehingga, kamu bisa mengetahui jika ada orang di sekitarmu menjadi pengguna narkoba. Segera selamatkan mereka, ya!

Ancaman narkoba sendiri begitu nyata di depan mata. Pengedar narkoba semakin pintar memasarkan produknya. Karena itu, penting bagi TemanBaik untuk memiliki ketahanan diri agar tidak terjerat ke dalam penggunaan narkoba, apalagi menjadi pengedar.

Selain diri sendiri, tentu yang paling dekat adalah berusaha menghindarkan keluarga dari jerat narkoba. Kamu perlu jeli mengenali beragam perubahan fisik dan perilaku dari pengguna narkoba. Sebab, ada banyak perbedaan ciri pengguna narkoba berdasarkan jenisnya.

"Tergantung jenis narkotika yang digunakan, apakah jenis narkotika stimulan, depresan, atau halusinogen. (Ciri) penguna halusinogen misalnya akan berbeda dengan depresan dan stimulan," tutur Deni.

Jangan Cuek
Deni pun mengingatkan pentingnya untuk tidak cuek jika kamu mengetahui ada penyalahgunaan narkoba, baik di lingkungan keluarga, lingkungan rumah, hingga lingkungan tempat kerja. Ajak baik-baik dan bantu pengguna narkoba untuk bisa melepas jeratannya.

Sebab, jika dibiarkan, jumlah pengguna narkoba bisa jadi makin lama malah bertambah banyak. Bayangkan jika akhirnya keluargamu juga ikut terjerat narkoba? Pasti enggak mau kan!

Karena itu, jika kamu mengetahui ada penggunaan narkoba, mengingatkan dan mengajak berubah jadi jalan terbaik. Atau kamu juga bisa melaporkannya kepada pihak berwenang, misalnya BNN atau kepolisian terdekat. Melapor bisa jadi bukti bahwa kamu peduli terhadap kesehatan dan keselamatan orang di sekitarmu. Sehingga, peredaran narkoba bisa segera diputus.

"Ini yang jadi permasalahan sampai saat ini kenapa sampai sekarang narkotika masih marak, karena diri kita, lingkungan kita, masih ada yang cuek, menganggap narkotika bukan urusan kita. Padahal setiap saat narkotika mengancam kita semua," jelas Deni.

Melaporkan penyalahgunaan narkoba bukan berarti kamu jahil atau usil kok. Justru, melapor adalah sikap bijak agar tak semakin banyak jumlah pengguna narkoba yang bertambah. Sikap diam jika kamu tahu ada penyalahgunaan narkoba justru membuat kamu secara enggak langsung turut andil dalam 'melestarikan' penyalahgunaan narkoba.

TemanBaik, yuk sama-sama hindarikan diri, keluarga, dan orang-orang sekitar dari jerat narkoba! Mulailah peka dari sekarang dalam mengenali pengguna narkoba.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Markus Spiske

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler