Begini Cara Aman Gelar Pesta Pernikahan di Era Kenormalan Baru

Bandung - TemanBaik, apakah kamu berencana melakukan pesta pernikahan? Kabar baik untukmu, karena acara pesta pernikahan sudah kembali bisa dilakukan dengan beberapa penyesuaian yang perlu diperhatikan.

Beritabaik.id punya kesempatan untuk mengunjungi acara simulasi penyelenggaraan pernikahan dengan protokol kesehatan di HIS Kogdam Grand Ballroom, Jl. Aceh No. 50. Acara ini dihadiri pula oleh pihak otoritas setempat yakni Pemerintah Kota Bandung. Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, memaparkan beberapa arahan terkait penyelenggaraan pesta pernikahan di era kenormalan baru.

Lalu apa saja sih langkah-langkah yang mesti kita perhatikan apabila hendak menggelar acara pernikahan di era kenormalan baru ini? Yuk simak!

Terapkan Protokol Kesehatan

Hal terpenting yang mesti diperhatikan dalam menggelar pernikahan adalah penerapan standar protokol kesehatan. Instrumen yang wajib dihadirkan dalam menggelar acara pernikahan ini antara lain penyediaan tempat cuci tangan sebelum tamu undangan memasuki area gedung, penyediaan kru untuk mengukur suhu tubuh para tamu undangan, serta mewajibkan seluruh pengisi gedung untuk menggunakan masker.

Selain itu, penyediaan instrumen kesehatan seperti hand sanitizer perlu diperhatikan khususnya di tempat area makanan. Penyediaan ruangan isolasi juga diperlukan guna menampung jika terdapat tamu yang bersuhu tubuh tinggi.

Sediakan Jalur Evakuasi

Penyediaan jalur evakuasi adalah hal penting lainnya yang mesti diperhatikan dalam penyelenggaraan pernikahan di era kenormalan baru. Jalur evakuasi juga harus diperjelas dengan ilustrasi langkah kaki sebagai pengingat untuk para pengunjung dalam menjaga jarak fisik dengan pengunjung lainnya.

Panitia penyelenggara juga mesti menyediakan kru untuk mengingatkan pengunjung agar senantiasa berjaga jarak. Dalam proses simulasi, beberapa kru terpantau menjalankan tugasnya dalam mengingatkan pengunjung untuk senantiasa berjaga jarak.

Pembatasan dan Penjadwalan Tamu

Tamu undangan yang diperkenankan hadir dalam acara pernikahan jangan sampai melampaui 30 persen dari kapasitas gedung. Katakanlah sebuah gedung tempat menyelenggarakan pernikahan berkapasitas 1.000 orang. Artinya, hanya ada 300 orang yang boleh masuk ke dalam gedung.

Selain itu, hal lain yang perlu dilakukan adalah dengan membagi sesi tamu ke dalam beberapa sesi, misalnya dua sesi. Hal ini upaya untuk mencegah terjadinya kerumunan saat pesta pernikahan digelar.

Tutupi Area Panggung

Area panggung hiburan merupakan tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan. Oleh karena itu, penyelenggara acara pernikahan wajib menyediakan penutup untuk area panggung. Tak hanya itu, tiap penampil yang menyuguhkan sesi hiburan juga wajib menerapkan standar protokol kesehatan.

Hindari Potensi Kerumunan

Acara pesta pernikahan tak bisa lepas dari kerumunan tamu. Namun, sebisa mungkin hal ini harus dihindari. Beberapa upaya yang bisa dilakukan antara lain dengan mengatur waktu berjalannya pesta agar lebih efisien.

Selain itu, kegiatan standing party seperti melempar bunga dan berjoget ria dalam sesi hiburan untuk sementara ini jangan dulu dilakukan. Lebih lanjut mengenai hal ini, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menganjurkan agar seluruh tamu diwajibkan duduk.

“Tidak ada standing party. Dan seluruh tamu di dalam gedung di-setting untuk duduk. Jadi kapasitas 30 persen tersebut untuk tamu dalam kondisi duduk,” jelasnya.

Proses antre makanan bisa menjadi salah satu potensi terciptanya kerumunan tamu. Nah, potensi kerumunan yang terjadi saat mengantre makanan baiknya diatasi dengan penyediaan makanan cepat saji. Jadi pengunjung yang hendak menyantap hidangan tak lagi mengambil hidangan sendiri, melainkan sudah disajikan oleh pihak katering sehingga tak ada kontak antara anggota tubuh tamu dengan alat makan.

Tidak Melakukan Ritual Adat

Ritual adat merupakan segmen yang cukup menyita waktu dalam rangkaian acara pesta pernikahan. Hal itu berpotensi menimbulkan penumpukan tamu karena acara yang digelar molor dari estimasi waktu.

Untuk mengatasi hal tersebut, dari sisi regulasi, Pemerintah Kota Bandung juga sudah memberi anjuran kepada penyelenggara acara pernikahan untuk tidak melakukan ritual adat yang memakan waktu.

Patuhi Regulasi

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menggelar acara pernikahan di era kenormalan baru adalah dengan mematuhi regulasi dari pemerintah setempat, antara lain dengan mengajukan dulu permohonan penggunaan gedung sebelum acara pernikahan dilangsungkan.

TemanBaik, pandemi dan kenormalan baru bukanlah alasan untuk menunda pernikahan. Sebab menikah adalah niat baik bagi siapapun yang berencana melakukannya. Namun, kita harus pandai beradaptasi dengan situasi saat ini demi kebaikan kita semua. Jaga selalu kesehatan ya!

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler