Kangen ke Salon? Simak Protokolnya Dulu Yuk!

Jakarta - TemanBaik, secara perlahan aktivitas masyarakat berangsur normal. Contohnya, berbagai tempat usaha mulai dibuka kembali. Salah satu yang kini kembali beroperasi adalah salon. Wah, ada yang kangen pergi nyalon enggak? Sebagian salon sudah mulai buka kok. Namun, kamu harus memperhatikan beberapa hal ya. Simak ulasannya, yuk!

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr. Reisa Broto Asmoro membagi tips bagi masyarakat yang ingin nyalon dan pelaku usaha salon. Apa saja? Yuk, simak!

Penerapan protokol kesehatan jadi hal utama yang perlu dilakukan kedua pihak. Sehingga, risiko tertular dan menularkan COVID-19 bisa diminimalisir.

Menteri Kesehatan pun sudah mengeluarkan surat keputusan yang mewajibkan pelaku usaha menyediakan sarana cuci tangan. Aturan ini tentu berlaku juga bagi pelaku usaha salon.

"Bisa memakai sabun atau hand sanitizer di pintu masuk dan tempat lain yang mudah diakses oleh pelanggan atau pengunjung dan mewajibkan semua orang yang akan masuk harus mencuci tangan terlebih dahulu," kata Reisa.

Baca Ini Juga Yuk: Selain Protokol Kesehatan, 4 Hal Ini Perlu Diajarkan pada Anak

Pemeriksaan suhu tubuh kepada pelanggan atau konsumen juga diwajibkan. Selain itu, pekerja salon wajib memakai alat pelindung diri saat bekerja, berupa masker, pelindung wajah, hingga celemek.

Pelaku usaha salon juga wajib menjaga sterilisasi peralatan yang dipakai berulang, mulai dari celemek, handuk, alat potong rambut, serta berbagai peralatan lainnya. Sterilisasi bisa dilakukan dengan berbagai cara, seperti mencuci mengugnakan deterjen setelah dipakai atau menggunakan disinfektan.

Kualitas udara juga jadi hal yang perlu diperhatikan. Sirkulasi udara dan sinar matahari harus dioptimalkan di ruangan. Pembersihan filter AC juga harus dilakukan secara berkala. Berbagai benda yang kerap disentuh pelanggan maupun pekerja salon juga perlu diperhatikan kebersihannya. Mulai dari meja, kursi, serta benda lainnya.

"Hal yang paling penting, kita mesti budayakan juga kalau di dalam salon atau barbershop atau tempat perawatan kecantikan lainnya, kita harus menerapkan jaga jarak minimal satu meter," jelas Reisa.

Sementara bagi pelanggan atau konsumen salon, gunakan alat pelindung, terutama masker. Jangan melepas masker selama perawatan di salon belum selesai, ya!

Kamu juga wajib dicek suhu tubuh. Jika tidak diperbolehkan masuk karena suhu tubuh tinggi atau kamu memperlihatkan gejala sakit, jangan memaksa masukya. Bersikaplah bijak dengan pulang dan baru kembali ke salon jika kamu dalam kondisi sehat.

Sebelum masuk ke salon, cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer yang disediakan ya. Selanjutnya, selama di dalam, hindari menyentuh berbagai benda yang enggak penting untuk disentuh.

Jaga jarak juga perlu kamu lakukan. Jangan hanya menunggu diatur, tapi sebaiknya sadar dan mengatur diri agar menjaga jarak dengan orang-orang selama di salon. Lalu, saat transaksi, kamu disarankan untuk melakukan pembayaran nontunai. Dengan cara ini, potensi penularan COVID-19 bisa diminimalisir.

Setelah proses perawatan dan pembayaran selesai, cuci tanganmu dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Jika tidak ada kegiatan penting lainnya, setelah itu sebaiknya langsung pulang ke rumah ya.

Setibanya di rumah, usahakan jangan menyentuh benda-benda atau berinteraksi ya. Sebaiknya kamu langsung mandi yang bersih.  Yuk, sama-sama disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, termasuk saat nyalon. Jaga diri dan sehat-sehat selalu ya, TemanBaik!

Foto: dok. BNPB

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler