Begini Fakta Imunisasi, Tak Semua Anak Alami Demam

Bandung - TemanBaik, demam pada bayi atau anak setelah diimunisasi bisa menghantui pikiran para orang tua, terutama yang baru memiliki anak. Namun, faktanya, enggak semua yang diimunisasi mengalami demam kok.

"Tidak semua anak yang diimunisasi mengalami gejala demam. Hanya kira-kira 25 persen saja yang mengalami demam," kata Ketua Bidang Humas dan Kesejahteraan Anggota PP Ikatan Dokter Anak Indonesia Hartono Gunardi.

Demam sendiri merupakan tanda seseorang bereaksi terhadap vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui imunisasi. Itu justru tanda vaksin bekerja untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit.

"Demam itu terjadi karena reaksi kekebalan tubuh. Jadi, tubuh membentuk respon terhadap vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuhanak tersebut," jelasnya.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Trik Menyiasati Kebosanan Anak Saat #DiRumahAja

Terjadi Maksimal Dua Hari
Bagi yang mengalami demam setelah imunisasi, biasanya tak akan berlangsung lama. Bahkan, demam bisa diatasi dengan memberikan obat penurun panas.

"Demam itu biasanya terjadi sehari, paling lama dua hari setelah disuntik," ujar Hartono.

Demam yang terjadi pun biasanya merupakan demam ringan. Sehingga, menurutnya orang tua tak perlu khawatir berlebihan jika anaknya mengalami demam.

Hartono mengatakan, demam setelah imunisasi justru jauh lebih baik daripada anak tidak diimunisasi. Sebab, anak yang tidak diimunisasi justru berpotensi suatu saat mengidap penyakit, misalnya polio, campak, hingga difteri.

Sehingga, prinsipnya anak lebih baik demam sehari-dua hari ketimbang suatu saat justru sakit dan mengalami dampak buruk lainnya akibat tak diimunisasi. Jadi, bagi para orang tua, tetap bawa anaknya untuk diimunisasi sesuai jadwal ya.

"Jangan takut, demam itu reaksinya ringan, sementara, dan bisa dikasih obat. Jauh lebih parah daripada anak tidak diimunisasi," imbau Hartono.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Centers for Disease Control
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler