Serunya Membaca Buku di Bale Pustaka Bandung

Bandung - TemanBaik, sedang mencari suasana hening, nyaman dan kaya referensi untuk mengerjakan sesuatu? Perpustakaan umum yang satu ini bisa jadi referensi untukmu loh!

Ya, Beritabaik.id mengunjungi Bale Pustaka Bandung, belum lama ini. Lokasinya terletak di Bumi Silih Asih Keuskupan Bandung, Jl. Moch. Ramdan No. 18, Bandung. Akses masuknya mudah sekali. Kamu cukup memarkirkan motor di lantai dasar, lalu naik tangga dan tepat di sebelah kanan penerima tamu gedung, di situlah letak Bale Pustaka Bandung.

Pengelola Bale Pustaka Bandung Dwi Ubayanti menyebut, sejak didirikan tahun 2003, 2 tahun belakangan, Bale Pustaka Bandung berpindah lokasi ke Jalan Moch. Ramdan, Bandung. Sebelumnya, perpustakaan yang merupakan unit dari Keuskupan Bandung ini menempati gedung di Jalan Jawa No. 6 Bandung.

"Kita sudah dua tahunan pindah ke sini," ujar Ubay, sapaan akrabnya.

Suasana Nyaman dan Hening
Kalau kamu memerlukan suasana yang nyaman, hening, dan tenang, maka perpustakaan ini bisa jadi referensi tempat bagimu. Di sudut kanan dari pintu masuk, ada meja dengan bentuk memanjang yang bisa digunakan untuk mengerjakan sesuatu di laptop, atau sekadar membaca buku.

Selain itu, ada juga fasilitas internet yang bisa kamu akses di gedung ini. Ubay menambahkan, ada beberapa unit komputer yang dulunya digunakan sebagai perangkat keras untuk pengunjung yang hendak mencari referensi di internet. Namun, karena sekarang banyak pengunjung yang membawa laptop, komputer itu tidak dioperasikan lagi.


Belasan Ribu Koleksi
Ada lebih dari 12 ribu koleksi buku di Bale Pustaka Bandung yang dapat kamu baca. Buku-buku tersebut berasal dari berbagai kategori mulai dari Karya Umum, Filsafat, Agama, Ilmu-ilmu Sosial, Bahasa, Ilmu-ilmu Murni, Teknologi, Kesenian, Kesusasteraan Sejarah hingga Geografi. Namun, dari puluhan ribu buku yang tersedia di Balepustaka Bandung, Ubay menyebut ada beberapa buku yang hanya bisa dibaca di tempat alias tidak bisa kamu bawa pulang.

"Jadi, ada beberapa buku yang diberi tanda merah. Nah, itu hanya bisa dibaca di sini saja," terangnya.

Buku-buku bertanda merah tersebut merupakan buku kategori referensi yang hanya boleh dibaca di perpustakaan. Meski didominasi oleh buku tentang keagamaan, khususnya agama kristiani, namun banyak juga terdapat buku sastra lama dan sejarah di perpustakaan ini.



Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Penyusunan dan Perawatan Buku di Perpustakaan

Bahkan, salah satu buku langka, misalnya buku yang berjudul 'Semerbak Bunga di Bandung Raya' karya Haryoto Kunto, atau buku atlas keluaran 1932 yang masih menggunakan Bahasa Belanda bisa kamu jumpai di sini. Untuk buku-buku yang berlabel merah, semuanya disimpan terpisah pada satu ruangan yang terletak di bagian kiri dari pintu masuk.

Ubay menyebut, buku dengan jumlah lebih dari 12 ribu tersebut berasal dari komisi-komisi di Keuskupan Bandung. Selain itu, ada juga buku yang didapat dengan cara membeli, atau berasal dari donasi. Sebagai informasi, saat ini ada 1.423 pembaca yang merupakan anggota Bale Pustaka Bandung.

Aktivasi Kegiatan Sosial
Selain sebagai wahana membaca buku, Balepustaka Bandung juga menjadi tempat untuk aktivasi kegiatan sosial. Kendati semenjak pindah gedung di pertengahan tahun 2018 belum ada aktivasi kegiatan sosial yang begitu masif, namun saat ini pihaknya telah menjalin komunikasi dengan beberapa elemen masyarakat untuk mengaktivasi kegiatan sosial dengan memanfaatkan referensi yang ada di Balepustaka Bandung.

"Kita kan tinggal di wilayah dengan penduduk yang padat, ya. Saya pikir kolaborasi dengan masyarakat untuk bikin gerakan positif tuh perlu banget. Jadi, kehadiran Bale Pustaka itu bermanfaat bagi banyak kalangan," ujarnya.

Ia mencontohkan salah satu aktivasi kegiatan sosial yang sedang dirumuskannya adalah gerakan mendaur ulang sampah. Menurutnya, dengan berbagai referensi yang ada di perpustakaan dan ditambah keberadaan ruang di Bale Pustaka Bandung, bukan mustahil gerakan sederhana ini bisa digagas bersama dengan masyarakat yang tinggal di sekitar gedung Bumi Silih Asih.

"Maunya sih bikin kegiatan diskusi dengan warga terkait hal yang bisa digarap bersama. Jadi kayak, yuk kita bikin apa, begitu. Semoga ini bisa direalisasikan dalam waktu dekat, ya," katanya.

Meski mengaku tantangannya saat ini ialah membagi waktu dan terus memberi sosialisasi tentang pentingnya membaca, namun Ubay beserta Bale Pustaka Bandung optimis minat baca di masyarakat akan meningkat. Lebih lanjut, Ubay menyebut sebetulnya minat baca masyarakat tidak serendah yang banyak disebutkan orang. Namun, menurut Ubay, proses menyosialisasikan gerakan membaca ini harus dilakukan dengan metode pendampingan.

"Seperti misalnya anak-anak dateng ke sini, ya itu kan didampingi guru. Atau untuk orang dewasa, mereka baru mau membaca karena melihat temannya membaca juga lalu secara enggak sadar terpengaruh jadi ikut-ikutan. Nah, pendampingan dan estafet informasi seperti ini diperlukan untuk meningkatkan minat baca," katanya.

Bergabung Menjadi Pembaca
Apabila kamu tertarik menjadi pembaca setia Bale Pustaka Bandung, kamu perlu meregistrasi diri terlebih dulu. Caranya adalah dengan datang ke Bale Pustaka Bandung untuk menyerahkan beberapa persyaratan seperti identitas diri, serta membayar uang keanggotaan sebesar Rp.25 ribu untuk satu tahun. Wah, mengingat koleksi bukunya yang banyak, rasanya nominal pembayaran keanggotaan bakal terasa relatif murah, ya.

Jam operasional perpustakaan umum ini dibuka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB. Pada waktu tersebut, kamu bisa datang untuk membaca atau sekadar duduk hening sembari menyelesaikan pekerjaan. Wah, seru sekali ya!

TemanBaik, yuk kita budayakan kembali membaca. Sebab pepatah lama berkata buku adalah jendela dunia. Jadi, dengan membaca, kita bisa membuka jendela untuk berkeliling dunia. Tetap semangat ya!

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler