Menggugah Kesadaran Lewat 'Dialogue Positive'

Bandung - TemanBaik, tahu kan pesulap Abu Marlo? Selain aktif di dunia sulap, ia memiliki banyak kegiatan sosial sejak dulu. Salah satunya adalah 'Dialogue Positive'.

"'Dialoge Positive' ini adalah forum pembelajaran yang ada sejak 2013. Biasanya belajarnya offline di rumah saya di daerah Cipaganti (Bandung). Kita bikin kelas self healing, pembelajaran spiritual, sampai psikologi," kata Abu kepada BeritaBaik.id.

Dalam kegiatan ini, berbagai hal dibahas. Intinya adalah menggugah kesadaran pesertanya dalam menghadapi berbagai hal. Sehingga, peserta akan diajak menikmati kehidupan meski di saat yang sama dihimpit berbagai macam persoalan.

"Kita ingin mengumpulkan orang untuk mau belajar lebih dalam keterbukaan pikiran. Ini forum yang universal, siapapun bisa masuk dan kita menitikberatkan pengajaran pada cinta kasih," ucapnya.

"Pengajarannya juga multidisiplin, enggak mengkotak-kotakkan agama. Hal yang diajarkan itu lebih masuk ke dalam kesadaran kemanusiaan. Waktu itu saya berinisiasi, banyak orang berpengatahuan tapi sedikit yang berkesadaran. Makanya forum ini lebih memberikan nutrisi bukan secara kognitif, tapi masuk ke rohani," jelas Abu.

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Meditasi Bagi Ibu, Memberi Jeda untuk Diri Sendiri

Secara rutin sejak 2013, 'Dialogue Positive' ini digelar dua kali dalam sebulan. Pesertanya dalam setiap pertemuan rata-rata antara 40-50 orang. Jumlah ini tergolong banyak jika dibandingkan dengan di awal-awal pelaksanaannya.

"Offline itu awal-awal mulai dari lima orang, nambah jadi tujuh orang, 15 orang, 20 orang, sampai sekarang rata-rata di kisaran 40 orang," ungkap Abu.

Berbagai narasumber kompeten selalu dihadirkan dalam 'Dialogue Positive'. Namun, peserta tak dibebankan biaya alias gratis untuk mengikuti kegiatan tersebut. Meski begitu, ia mempersilakan jika ada yang ingin berdonasi. Sebab, narasumber yang didatangkan selalu ia upayakan untuk membayarnya secara profesional.

Beralih Daring Sejak Pandemi
Konsisten berjalan sejak 2013, Abu kemudian harus mencari cara agar 'Dialogue Positive' bisa tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19. Sejak empat bulan terakhir, ia mengalihkan kegiatan tersebut secara daring dengan memanfaatkan aplikasi Zoom.

Sehingga, para peserta bisa tetap mengikuti 'Dialogue Positive'. Bahkan, positifnya, kegiatan ini bisa lebih banyak diikuti peserta. Sebab, melalui cara ini, orang dari berbagai daerah bisa mengikuti 'Dialogue Positive' tanpa harus datang ke Bandung.

Jumlah pesertanya pun terus bertambah. Jika di awal-awal daring hanya 20 orang, kini kuotanya bisa mencapai 1.000 peserta. Narasumber yang dihadirkan juga tetap dengan kompetensi tinggi di bidang masing-masing. Contohnya, beberapa waktu lalu Abu menghadirkan Prof. Emil Salim, Sujiwo Tejo, serta beberapa influencer.

Untuk 'Dialogue Positive' secara daring ini, Abu juga menyiarkannya secara live streaming melalui channel YouTube Abu Marlo. Setiap hari, kegiatan ini digelar pukul 19.30-22.00 WIB.

"Jadi setiap hari selama empat bulan ini saya mengudara (menyiarkan Dialogue Positive)," tuturnya.

Selain sesuai tujuan awal menggugah kesadaran, hadirnya 'Dialogue Positive' di tengah pandemi juga misi tersendiri. 'Dialogue Positive' diharapkan jadi pengawar di tengah kekhawatiran orang dalam menjalani kehidupan di tengah pandemi.

"Intinya kita ingin hadir dengan penawar supaya orang dapat sesuatu, sebelum tidur ada asupan 'nutrisi batiniah' untuk saling memperkuat, saling menginspirasi. Makanya yang didatangkan juga pembicara yang inspiring," jelas Abu.

Nah, jika TemanBaik ingin mengikuti Dialogue Positive ini, kamu bisa mendapatkan informasinya melalui akun Instagram @abumarlo atau @dialogue_positive. Cukup dengan bermodalkan gawai dan kuota, kamu bisa mendapatkan berbagai pencerahan dari ragam narasumber kompeten.

Siapkan 'Dialogue Positive Peduli'
TemanBaik, Abu juga sedang menggagas program 'Dialogue Positive Peduli'. Program ini jadi ajang untuk berbagi kasih bagi anak jalanan dan orangtuanya dalam bentuk pemberikan 1.000 paket sembako.

Semula, kegiatan ini akan digelar 12 Juli 2020 ini. Namun, karena situasi masih tak memungkinkan, kegiatan ini terpaksa ditunda. Sebab, saat ini tak boleh ada kegiatan yang mengumpulkan orang dalam jumlah banyak. Meski begitu, kegiatan pembagian sembako ini sudah berjalan sejak beberapa waktu lalu.

"Gerakan ini sudah jalan dari beberapa sumber, sudah terkumpul 400 dan sudah dibagiin," kata Abu.

Paket sembako itu berasal dari mereka yang selama ini jadi peserta 'Dialogue Positive'. Selain itu, ada beberapa donatur lain yang turut menyumbang. Sehingga, pembagian paket sembako itu bisa terlaksana.

Namun, program 'Dialogue Positive Peduli' ini bakal tetap dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Kegiatan ini dirasa perlu diadakan di ruang terbuka. Tujuannya untuk memancing orang lebih peduli dan tergerak untuk membantu sesama, apalagi di tengah pandemi.

"Kita ingin secara masiv menginspirasi orang (bergerak membantu sesama), enggak harus nunggu pemerintah untuk menunggu bantuan karena pemerintah juga sekarang sedang sibuk mengurus banyak hal. Tapi kita bisa bersama melakukan sesuatu untuk berbagi," papar Abu.

Ia pun berharap kegiatan Dialogue Positive Peduli nantinya jadi motor penggerak. Sehingga, akan lebih banyak orang yang memiliki kepedulian dan mau sama-sama bergerak melakukan kebaikan untuk membantu sesama.

Foto: Abu Marlo/Oris Riswan Budiana/BeritaBaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler