Begini Cara Menghemat Penggunaan Gas Saat Memasak

Bandung - TemanBaik, memasak adalah yang tidak asing bagi kita. Namun tanpa disadari, proses memasak yang tidak efisien justru malah bikin penggunaan gas menjadi boros. Lalu bagaimana ya cara mengatasi hal ini?

Executive Chef Aprez Catering by Amuz Group, Stefu Santoso punya tips bagaimana caranya agar kita bisa menghemat penggunaan gas dalam memasak. Menurutnya, hal pertama yang harus kita perhatikan adalah waktu memasak. Ia menyebut kebanyakan orang dalam memasak biasanya menggunakan pola waktu merunut dari membuat bumbu hingga masakan tersebut menjadi sebuah hidangan. Padahal, pola waktu seperti ini bisa meningkatkan penggunaan gas, alias pemborosan.

"Idealnya, kita harus mempersiapkan bumbu dasar dan menyimpannya (untuk pemakaian berulang kali)," ujar Stefu.

Mengenai bumbu dasar yang dimaksud, untuk konteks masakan Indonesia, Stefu menyebut ada tiga bumbu dasar yang mesti kita siapkan di dapur. Ketiga bumbu dasar itu disebutnya sebagai bumbu putih, bumbu kuning, dan bumbu merah. Bumbu putih itu sendiri biasanya terdiri dari bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Sementara bumbu kuning terdiri dari kemiri giling yang dicampurkan ke dalam bumbu putih. Adapun bumbu merah merupakan bumbu untuk rasa pedas seperti cabai.

Baca Ini Juga Yuk: Empat Hal yang Perlu Kamu Persiapkan untuk Jadi Pengusaha Muda

Ketiga bumbu ini menurut Stefu bisa kita siapkan dalam jumlah banyak agar tidak perlu menyiapkan lagi dari awal saat memasak sebuah hidangan. Ia menambahkan, tidak akan ada perbedaan rasa saat bumbu tersebut dibuat dalam satu kali proses memasak ataupun berkali-hali, sehingga lebih baik dan lebih hemat apabila kita menyediakannya dalam jumlah besar.

Namun, di sisi lain pasti kita bertanya-tanya, bagaimana kalau bumbu makanannya basi? Nah, menjawab pertanyaan tersebut, Stefu menjelaskan, sebuah makanan bisa menjadi basi karena adanya bakteri dalam makanan tersebut. Oleh karenanya, ia menyarankan agar semua jenis masakan atau khususnya bumbu dasar yang telah kita olah untuk digunakan beberapa kali tersebut agar disimpan di tempat bersuhu di bawah 5 derajat celsius.

"Jadi prinsip food safety itu begini, makanan itu kalau mau didinginkan, simpan di dalam ruangan bersuhu di bawah 5 derajat. Kalau mau dipanaskan, panaskan dengan suhu di atas 60 derajat. Dan kalau kita menyimpan makanan di meja, ditutup dengan tudung saji, makanan itu hanya boleh disimpan selama 4 jam saja," tambahnya.

Ia juga menambahkan, apabila kita ingin lebih memangkas waktu penggunaan gas lagi, kita bisa membeli bumbu yang sudah jadi di pasar, lalu kemudian menyimpannya dengan perlakuan food safety seperti membekukannya dan menggunakan bumbu tadi saat diperlukan. Namun, hal itu dikembalikan lagi kepada seleramu, lebih suka bumbu masakan buatan sendiri atau hasil membeli, karena menurut Stefu, harga beli bumbunya pun relatif sama.

Proses efisiensi waktu penggunaan gas juga disoroti Stefu saat kita merebus daging. Tidak jarang, dalam proses perebusan daging, kita merebusnya di atas nyala api dari kompor gas dalam kurun waktu lebih dari 30 menit. Padahal menurut Stefu, proses perebusan daging cukup dilakukan selama 7 menit saja. Setelahnya, matikan kompor gas kita dan tutup wadah tempat daging tesebut direbus.

"Karena setelah kompor dimatikan, proses memasak itu tetap berlangsung. Sebab panas dari proses merebus daging selama 7 menit itu masih terus berjalan. Hanya saja, prosesnya enggak pakai gas," kata Stefu.

Selain itu, hal penting lainnya adalah kita harus memperhitungkan jumlah hidangan masakan yang akan kita sajikan. Misalnya, kita memasak untuk keperluan rumah dengan keluarga kecil yang hanya dihuni 4-5 orang, tentu cara pendekatan memasak, seperti penyediaan bumbu misalnya, akan berbeda bila dibandingkan kita memasak untuk 10 orang lebih.

"Intinya sih masak bahan baku cukup satu kali dalam jumlah besar, lalu bekukan. Supaya enggak dari awal lagi," tutupnya.

Sebagai pelengkap, Stefu juga menyarankan agar kita terbiasa menyajikan bahan pangan dengan unsur kuah. Pasalnya, dalam unsur kuah tersebut kita bisa menyisipkan unsur herbal seperti jahe, kunyit, ataupun tanaman lainnya. Sehingga tak hanya berhemat saja, tetapi masakan kita juga tetap sehat untuk dikonsumsi.

Bagaimana? Sudah terpikir mau masak apa hari ini? Walau memasak di rumah, tetap terapkan protokol kesehatan saat memasak ya, TemanBaik! Semoga sehat selalu.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Marteen van den Heuvel

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler