Olah Puntung Rokok Jadi Bangku, Inovasi Parongpong RAW Management

Bandung - TemanBaik, inovasi produk kreatif kali ini datang dari Parongpong RAW Management. Mereka baru saja meluncurkan produk furnitur yang materialnya terbuat dari puntung rokok. Seperti apa sih produk alternatif ini?

Saat dihubungi Beritabaik.id, Rendy Aditya Wachid selaku founder dari Parongpong RAW Management menyebutkan, produk furnitur berupa bangku dari puntung rokok ini adalah hasil kolaborasi mereka bersama Conture Concrete Lab. Material puntung rokok tersebut kemudian dikerjakan dengan menerapkan teknologi hydrothermal.

"Pengerjaan produk alternatif ini berawal dari pembuatan kontainer puntung rokok (asbak) yang bahan dasarnya dari puntung rokok itu sendiri. Awalnya, kami membuat ini sebagai kritik terhadap puntung rokok yang banyak dibuang sembarangan di jalan," ujar Rendy, Senin (20/7/2020).

Setelah membuat kontainer pembuangan puntung rokok, ide tersebut berlanjut ke pembuatan bangku dengan dudukan yang terbuat dari puntung rokok. Teknologi hydrothermal yang diterapkan dalam proses pembuatan produk ini adalah teknologi 'Guna Olah Limbah'. Rendy menyebut pada prinsipnya teknologi ini berbasis pemananasan (heating) hingga 200 derajat celcius, tekanan (high pressure), dan penghancuran (shreding). Sehingga sampah puntung rokok ini diolah agar homogen, terpisah dari kontaminasi material lain, dan steril dari kuman dan bakteri.

"Prinsipnya sama seperti alat masak presto. Sehingga dari proses pengolahan sampah puntung rokok itu, kita mendapatkan padatan yang akan menjadi pengganti fiber, serta output lainnya adalah cairan yang dapat dimanfaatkan dalam untuk pestisida alami," terangnya.


Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Menghemat Penggunaan Gas Saat Memasak

Kendati produk daur ulang, namun Rendy menekankan pihaknya tak ingin produk ini secara visual terlihat seperti sampah. Oleh karenanya, ia mencoba mengejar tekstur marmer sejenis marmer travertine untuk hasil produk meja buatannya. Untuk mendapatkan tekstur tersebut, ia kemudian bekerjasama dengan Conture Concrete Lab.

Campuran bahan konkret dan puntung rokok yang sudah diberikan treatment hydrothermal pada akhirnya menghasilkan produk furnitur yang solid, tentu dengan tekstur yang apik seperti marmer. Rendy menyebut, material konkret yang ada pada komponen dudukan meja ini bersifat mengikat, sehingga meja hasil produk kolaborasi Parongpong RAW Management ini diyakini punya kekuatan fisik yang tangguh.

"Kami berharap produk ini karena sifat material sampahnya yang sulit terurai, justru bisa bertahan lama ketimbang mengambang ratusan tahun di lautan," ungkapnya.

Secara visual, kursi tersebut berukuran standar dengan tinggi sekira 80 centimeter dan diameter meja 40 hingga 50 centimeter. Meja ini sudah bisa dipesan secara daring melalui akun Instagram Parongpong RAW Management, atau melalui toko daring yang dimiliki Parongpong RAW Management yaitu @tokopong dan Conture Concrete Lab @contureconcretelab.

Untuk saat ini, pengembangan sampah puntung rokok yang dilakukan oleh Parongpong RAW Management dan Conture Concrete Lab sudah berhasil membuat tiling, pot bahkan top table dari material ini. Ia menyebut, fokus utamanya bersama Parongpong RAW Management adalah mengadirkan inovasi pengolahan sampah residu bahkan untuk memproduksi rumah mikro lewat sister company parongpong Rawhaus (www.rawhaus-id.com)

"Ada tiga jenis pengolahan sampah, yaitu kompos, daur ulang, dan residu. Nah, fokus kami adalah membenahi sampah residu ini. Karena sampah residu ini dianggap tidak punya nilai jual, dan biasanya akan dibuang ke laut atau sungai. Nah, menjadi pekerjaan rumah untuk kami yang punya tujuan zero waste to landfill (tidak ada sampah dibuang ke air) di masa depan," terangnya.

Lebih lanjut lagi, ia berharap dukungan dari lapisan masyarakat terkait upaya menciptakan lingkungan nol sampah hingga ke sungai dan laut (zero waste to landfill). Pembuatan produk alternatif dari material puntung rokok pun disebut oleh Rendy bukan merupakan dukungan terhadap para perokok. Ia menyebut produk ini merupakan hasil risetnya bersama tim Conture Conrete Lab karena mereka menemukan fakta bahwasannya ada 6 triliun batang rokok yang diproduksi setiap tahun, dan 90 persennya mengandung plastik. Jika dibuang secara sembarangan ke laut berarti ada 1 juta ton plastik hanya dari puntung rokok.

"Saya mengajak. Yuk! sebisa mungkin tinggalkan kebiasaan merokok. Sekarang kami sedang membereskan sampah yang sudah terlanjur ada. Jadi, tolong jangan ditambah lagi (sampah-sampahnya)," tutup Rendy.

TemanBaik, ada banyak cara untuk menjaga lingkungan. Kalau kita belum mampu mendaur ulang sampah, hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan tidak mencemari lingkungan karena sampah kita. Yuk jaga bumi ini!

Foto: dok. Parongpong RAW Management


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler