Sadari Ini Agar Tak Mudah Kesal saat Dampingi Anak Belajar

Bandung - TemanBaik, khususnya para orang tua, saat ini banyak yang mulai kembali mendampingi anaknya sekolah dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ). Sebab, kegiatan belajar mengajar untuk tahun ajaran baru sudah mulai berjalan.

Namun, hal ini tentu enggak mudah. Apalagi, jika orang tua bukan berlatar belakang sebagai guru atau tenaga pengajar. Bahkan, terkadang pelajarannya juga menyulitkan orang tua untuk membimbing atau membantu anak mengerjakannya.

Di saat yang sama, orang tua juga harus berkutat dengan ragam rutinitas dan kesibukan. Sehingga, selain menguras waktu, mendampingi anak belajar juga menimbulkan efek tersendiri pada psikologis orang tua.

Salah satunya, orang tua mudah kesal dan emosi saat mendampingi anak belajar dengan metode PJJ. Ujungnya, orang tua berpotensi tanpa sadar berbicara pada anak dengan nada tinggi hingga cenderung kasar. Bahkan, bisa saja orang tua melakukan hal negatif lain, terutama jika anak dirasa lama mengerjakan tugas.

Baca Ini Juga Yuk: Cara Seru Belajar #DiRumahAja dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAD) Kota Bandung Andri Mochamad Saftari mengatakan ragam sikap negatif dari orang tua pada anak harus dihindari saat mendampingi mereka mengikuti PJJ. Sebab, hal itu akan berdampak terhadap psikologis anak.


                                                                  Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Hal utama yang perlu dilakukan adalah orang tua berusaha menjadi sahabat bagi anak. Berusahalah dampingi anak agar mereka merasa nyaman dan terbantu dengan kehadiran orang tua.

"Orang tua itu harus menjadi sahabat anak, jiwa kita harus bisa masuk (menyesuaikan) dengan jiwa anak. Sehingga, anak akan benar-benar merasa nyaman," kata Andri di Balai Kota Bandung, Selasa (21/7/2020).

Saat anak kesulitan menjalankan pelajaran atau tugas sekolah, ia mengajak orang tua untuk berusaha memahami kondisi anak. Jangan samakan kemampuan orang tua dengan anak. Orang tua juga diharapkan bisa membuat anak senyaman mungkin saat belajar.

Ketika anak malas atau tak bersemangat, orang tua harus menjadi penyemangat bagi mereka. Berikan ragam motivasi agar anak mau belajar.

Untuk meredam rasa kesal, emosi, atau sederet sikap negatif lainnya, coba deh kamu sadari posisimu. Ya, kamu orang tua bagi anak-anakmu dan mendidik mereka jadi tanggung jawabmu.

Momentum pandemi yang membuat anak harus mengikuti PJJ juga jadi momentum bagimu untuk lebih menghargai peran guru. Sebab, secara tidak langsung kamu juga diajak menjadi guru bagi anakmu sendiri di rumah.

"Bagaimana dengan guru di sekolah yang super sabar? Sementara saat menghadapi anak biologisnya sendiri, tidak kuat, tidak sabar menghadapinya. Ini (membantu anak belajar) juga bagian dari tanggung jawab orang tua," tutur Andri.

Justru, momentum PJJ jadi sarana penting bagi orang tua agar dekat dan bisa benar-benar jadi sahabat bagi anak. Orang tua seolah diberikan waktu untuk bisa dekat dengan anak yang selama ini lebih banyak menghabiskan waktu belajar di sekolah.

Ketika orang tua tak bisa menahan diri dan berperilaku negatif terhadap anak, hal itu justru bisa membuat hubungan orang tua dan anak menjadi renggang. Anak akan berpotensi menjauhi orang tua karena merasa tak nyaman dengan sikapnya. Enggak mau kan sampai dijauhi anak?

Yuk! Bijak menjadi orang tua, terutama saat mendampingi anak belajar di masa pandemi ini.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Priscilla Du Preez
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler