Anak Trauma Sekolah? Begini Cara Menyikapinya

Bandung - TemanBaik, pernahkah ada satu kejadian yang membuatmu enggan pergi ke sekolah? Nah, terbayang enggak apabila hal tersebut menimpa si kecil di rumah? Lalu, apa yang harus kita lakukan, ya?

Trauma sekolah pada anak tentu menjadi salah satu masalah jangka panjang yang harus dicari jalan keluarnya. Sebab jika tidak, tentu rutinitas belajar mengajar si kecil akan terganggu dalam jangka panjang.

Dosen Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia Yusi Riksa Yustinana menyebutkan, trauma sekolah pada anak biasanya terjadi karena sesuatu yang dalam sudut pandang orang dewasa terlihat relatif sederhana, namun pada kenyataannya tidak demikian dalam sudut pandang anak-anak.

Ia memberi contoh kasus seorang anak yang mengalami trauma sekolah karena dijahili oleh teman-temannya, seperti bangku sekolahnya didorong, atau ditakut-takuti saat sedang berada di kamar mandi. Dua kasus ini dianggap sederhana bagi orang dewasa, namun tidak sama halnya bagi si kecil.

Baca Ini Juga Yuk: Token Ekonomi, Pendekatan untuk Si Kecil yang Enggan Belajar

Oleh karenanya, peran orang tua adalah mencari tahu secara rinci, hal apa yang menjadi penyebab anak mengalami trauma sekolah. Namun, perlu diperhatikan juga nih, pendekatan dalam proses penggalian informasi tidak bisa kamu lakukan sama seperti kamu menggali informasi dari orang dewasa.

"Saat anak trauma sekolah, peran kita adalah mencari tahu alasannya. Namun bukan dengan bertanya 'kamu habis diapain?" begitu, tetapi pendekatannya lebih ke bertanya tentang hal-hal mendasar di sekolah. Seperti kegiatan anak, atau daftar teman yang disukai dan kurang disukainya, serta menanyakan alasannya," beber Yusi.

Apabila kita bertanya langsung kepada inti permasalahan, maka anak cenderung sulit untuk membuka diri dan menceritakan permasalahannya. Lain halnya jika kita bertanya dengan pendekatan yang lebih lembut dan tidak tergesa-gesa. Setelah mengetahui alasannya, Yusi menyebut langkah berikutnya adalah merilis atau memecah masalah dari penyebab trauma tersebut.

Menghadapi trauma sekolah pada anak idealnya disikapi dengan kepala dingin, ya. Sebab, apabila kita malah tersulut emosi dan stres akibat si kecil malas bersekolah karena trauma, hal yang kita dapatkan bukanlah solusi agar si kecil ingin kembali bersekolah dengan ceria.

Tetap semangat ya, TemanBaik. Jadi, sudah cerita tentang apa saja dengan si kecil hari ini?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Steve Shreve

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler