Tiga Hal Penting dalam Pola Pengasuhan Anak

Bandung - TemanBaik, mengasuh anak merupakan tanggung jawab besar. Dalam prosesnya, banyak hal penting yang harus diperhatikan oleh orangtua.

Founder sekaligus fasilitator ruang kreatif anak Maca, Romi Calmaria Datubara menyebut, setidaknya ada tiga unsur penting yang harus diperhatikan dalam pola pengasuhan anak. Ketiga unsur ini harus dimiliki oleh orangtua agar anak-anaknya dapat tumbuh dengan karakternya masing-masing. Nah, apa saja sih?

Unsur pertama menurut versi Romi adalah 'punya kepala'. Apa sih maksudnya? Nah, kata Romi, anak merupakan wajah bangsa di masa depan. Oleh karenanya, peran orangtua atau orang yang lebih dewasa dalam membentuk wajah tersebut sangat diperlukan. Di rumah kreatif Maca, implementasi dari hal ini dilakukan dengan cara memberi fasilitas untuk anak berkembang karakternya, salah satunya melalui media dongeng atau seni pertunjukan.

Selain unsur 'punya kepala', menurut Romi hal penting kedua adalah 'punya hati'. Nah, apa maksudnya ya? Jadi, Romi menyebut kalau anak merupakan anugerah dari Tuhan. Sehingga tanggung jawab membangun dan membentuk sang anak harus diimplementasikan secara konsisten.

"Tanggung jawab membesarkan anak ini bukan hanya melahirkan lalu selesai. Sebab tanggung jawab ini berlaku kepada Tuhan," ujar Romi.



Baca Ini Juga Yuk: Maca, Bentuk Karakter Anak dengan Cara Menyenangkan

Dalam skala kecil, unsur 'punya hati' ini diterapkan oleh rumah kreatif Maca dengan cara pengulangan kebiasaan baik semisal memberi salam. Romi menuturkan, sejak berdiri pada tahun 2018 dan membiasakan anak untuk mengucap salam, anak-anak 'binaan' rumah kreatif yang dibangunnya jadi terbiasa mengucap salam setiap bertemu orang lain.

Unsur terakhir adalah 'punya tangan'. Maksud dari poin ini adalah bekerja keras dengan kreatifitas. Selain itu, orangtua juga harus selalu memperbarui pengetahuan mengenai perkembangan psikologis anak serta mau terus berjuang untuk anak.

Sebagai penutup, Romi mengutip pepatah lama yang berbunyi: perlu orang sekampung untuk membesarkan dan mendidik anak. Artinya, ia berharap siapapun yang hidupnya memiliki irisan dengan dunia anak, terlebih yang mengetahui pergerakan kolektif pembina anak untuk sama-sama bergerak dengan segala potensi yang dimiliki di lingkungan tempat kita berada. 

"Yuk, lahirkan gerakan literasi, edukasi, pembangunan karakter, perlindungan anak mulai di level keluarga-keluarga, dan di gang-gang untuk membangun wajah Indonesia yang tersenyum cerah," pungkasnya.

TemanBaik, punya rencana apa untuk menghabiskan waktu dengan si kecil setelah aktivitas bekerja usai?

Foto: Ilustrasi Unsplash/Anna Earl


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler