Begini Cara Bikin Buku Lawas 'Awet Muda' dengan Kapsulasi

Bandung - TemanBaik, jika kamu memiliki buku lawas atau buku tua, tentu akan dihadapkan pada potensi kerusakan. Sebab, buku sangat berpotensi lapuk hingga rusak dimakan rayap.

Apalagi jika tak disimpan dengan baik, buku bisa saja lembab dan mempercepat terjadinya kerusakan. Untuk mengatasinya, ada teknik tersendiri agar buku lawasmu 'awet muda' atau tak gampang rusak.

Caranya dengan menggunakan teknik kapsulasi. Seperti apa sih teknik kapsulasi ini? Caranya mudah kok dan bisa dilakukan siapapun. Simak ulasannya, yuk!

"Paling awal, buku itu sebaiknya dikapsulasi. Caranya buku itu dibungkus menggunakan plastik," kata kolektor buku lawas sekaligus pemilik Lawang Buku Deni Rachman kepada BeritaBaik.id.

Baca Ini Juga Yuk: Tiga Hal Penting dalam Pola Pengasuhan Anak

Namun, bukan sembarangan membungkus dengan plastik ya. Plastik yang disarankan dipakai adalah plastik yang umumnya biasa dipakai untuk membungkus kartu undangan. Tahu kan seperti apa?

Plastik pembungkus ini biasanya tergolong tipis. Namun, plastik ini memiliki perekat. Sehingga, buku bisa terbungkus dengan baik. Kamu tinggal memasukkannya ke dalam plastik itu, melepas segel perekatnya, lalu merekatkannya.

"Cari plastiknya itu jangan yang terlalu pas dengan ukuran buku," ucap Deni.

Untuk buku lawas, penggunaan plastik sampul sebaiknya dihindari. Plastik sampul ini biasanya digunakan untuk menyampul buku pada umumnya. Biasanya, sampul buku hanya membungkus bagian cover saja. Sedangkan bagian dalam buku tidak terlindungi sampul.

Jika kamu menggunakan sampul plastik, kemungkinan yang akan awet hanyalah bagian depan dan belakang atau cover-nya saja. Itu pun hanya untuk buku dengan cover berbahan keras atau sering disebut hard cover.

Sedangkan buku dengan sampul yang tergolong tipis atau soft cover, usahakan hindari menggunakan sampul plastik ya. "Sampul plastik itu lama-kelamaan dia akan memulai sehingga akan merusak cover. Jadi, sampul plastik itu lebih disarankan untuk buku dengan hard cover," jelas Deni.

Jika ingin lebih awet, sebaiknya kamu menyimpan buku lawas di tempat khusus. Bahkan, lebih baik jika kamu menyimpannya di lemari atau kotak kaca. Sehingga, suhunya akan terjaga dan risiko mengalami kerusakan bisa lebih diminimalisir.

Pengecekan berkala juga perlu dilakukan. Sebab, bisa saja bukumu terlihat bagus dari luar, tapi saat dibuka justru di dalamnya mengalami kerusakan, misalnya karena rayap. Idealnya, lakukan pengecekan antara satu hingga tiga bulan sekali.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Robert Anasch
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler