Mengenal Pikiran Berlebih dan Cara Menanggulanginya

Bandung - TemanBaik, tentu pernah ada dalam kondisi berpikir berlebihan ketika menghadapi suatu hal. Saat mengalami hal tersebut, kerap kali kamu merasakan cemas dan kebingungan karena terlalu banyak berpikir.

Hal ini sering disebut overthinking atau pikiran yang berlebihan. TemanBaik sebagai manusia, kita pasti ingin berada di situasi dan lingkungan yang nyaman setiap harinya. Tetapi hal tersebut belum tentu dapat selalu terealisasikan.

Pikiran berlebih ini kerap mengganggu manusia dan memberikan respon yang kurang baik pada mental manusia. Misal, dalam situasi tertentu, manusia kerap dihadapkan pada beberapa pilihan. Namun, bukannya mengambil pilihan yang disediakan, malah terlalu jauh memikirkan hal yang mungkin tak berhubungan dengan masalah dan pilihan tersebut.

Hal ini kerap terjadi dan wajar, tetapi terlalu sering dan berlebihan tentu tak baik untuk mental TemanBaik. Hal ini juga disampaikan oleh Tsana Ulfah Ullaya, S.Psi tentang pikiran berlebih. Perempuan yang akrab disapa Tsana ini adalah seorang Mental Health Enthusiast dan Magister Psikologi Profesi Klinis Dewasa.

Tsana menyampaikan pendapatnya tentang pikiran berlebih lewat konten Thursday Talk yang digagas oleh Rumah Kandara, komunitas Psikologi yang peduli pada kesehatan mental masyarakat. Lewat konten Thursday Talk di akun instagram @rumahkandara, Tsana menjelaskan pikiran berlebih adalah pemikiran yang tidak produktif dan malah memberikan kerugian pada kita.

"Individu yang terlalu banyak berpikir tentang hal-hal yang tidak dapat mereka lakukan akan menjadi lelah secara mental dan tidak dapat membuat pilihan yang masuk akal tentang hal-hal lain yang bisa mereka lakukan karena terlalu banyak berpikir dan fokus pada pikiran negatif," jelas Tsana.

Baca Ini Juga Yuk: Begini Cara Sederhana Mempraktikkan Pola Makan Sehat

Pikiran yang berlebihan ini baiknya segera diatasi agar tak menghambat hidup TemanBaik ke depannya. Tak perlu ragu dan merasa tidak perlu untuk mengatasi pikiran-pikiran yang berlebihan ini. Karena pada dasarnya, pikiran berlebihan ini muncul karena manusia yang merasa belum sadar dan mengakui akan kondisinya. Faktor lain yang dapat menyebabkan pemikiran berlebih ini adalah kurangnya rasa percaya dan yakin pada diri sendiri. Hal ini juga disampaikan oleh Tsana tentang penyebab terjadinya pemikiran berlebih tersebut.

"Bukan berarti kita percaya bahwa semua akan berjalan persis seperti apa yang kita inginkan, karena itu bukan lah kepercayaan, tapi lebih kepada keinginan untuk mengendalikan masa depan. Kepercayaan dan keyakinan terbak yang patut dimiliki adalah 'saya percaya dan yakin bahwa bagaimanapun, keadaan dapat berjalan dengan baik. Saya akan  menanganinya, dan saya memiliki kepercayaan dan keyakinan itu bahkan jika saya tidak dapat memastikan apa manfaatnya pada saat itu'," ungkap Tsana.

Cara Menghadapinya
Pada dasarnya, berpikir jauh dan menyadari apa akibat dari keputusan di dalam hidup ini memang baik, tetapi berlebihan justru akan menambah beban pikiran TemanBaik. Terkait hal tersebut, Tsana Ulfah Ullaya juga berbagi tips untuk kita agar tidak berikir berlebihan. Tips ini juga berdasarkan pada Dr. Paul Coleman, seorang psikolog dan penulis buku 'Finding Peace when Your Heart is in Pieces'. Yuk, simak penjelasannya!

Pertama, sadar dan mengakui bahwa kita adalah pemikir berlebih. Percaya kita harus bisa mengatasinya juga merupakan hal yang perlu dilakukan loh, TemanBaik. Karena pada dasarnya untuk selalu sempurna di setiap hal yang kita kerjakan rasanya cukup mustahil, dan malah membuat stres.

Kedua, berlatih tentang penerimaan emosional. Berlatih penerimaan emosional di sini artinya menyadari bahwa dalam hidup TemanBaik pasti ada ketidakpastian dan selalu ada hal-hal yang tidak diketahui akan terjadi.

Ketiga, percaya dan yakin pada diri sendiri. Percaya diri adalah hal yang cukup utama dalam mengatasi pikiran yang berlebih, karena sesungguhnya yang bisa mengatasi semua masalah dalam hidup ini adalah diri sendiri. Gali potensi terbaik yang ada dalam diri sendiri, sehingga yakin dapat mengatasi pikiran berlebihan ini.

Keempat, ambil tindakan. Kalau TemanBaik merasa ada aktivitas yang dapat dilakukan untuk menghindari pikiran berlebihan ini, alangkah baiknya untuk segera dilakukan. Misal, olahraga selama 5 menit dapat menghindarkan pikiran negatif dan berlebihan yang ada pada TemanBaik, maka coba lakukan hal itu, ya.

Kelima, mengatur waktu berpikir berlebihan. Kalau sampai pikiran berlebihan ini tak terhindarkan, coba atur waktu kapan dan durasi terjadinya dan tentu, yang dapat mengatur durasi ini adalah TemanBaik sendiri. Di fase ini kamu mulai bisa sedikit-sedikit mengendalikan pikiran berlebihan, bukan malah sebaliknya pikiran berlebih yang mengendalikan.

TemanBaik, pikiran berlebih memang bisa terkait pada banyak hal. Hal yang pasti, semuanya ada pada diri kita untuk menghadapinya. Hal ini juga disampaikan oleh Tsana tentang pentingnya sadar akan kemampuan diri sendiri dalam mengalami masalah-masalah yang jadi penyebab pikiran berlebih.

"Pikiran berlebih bisa terkait banyak hal, salah satunya adalah isu kepercayaan. Kembali lagi, prinsipnya kita harus bisa belajar untuk mengendalikan pikiran kita sendiri, bukan masalah yang mengendalikan kita. Dimulai dari adanya kesadaran dan menerima bahwa kita sedang memiliki masalah tersebut, tapi kita percaya dan yakin bahwa kita mampu mengatasinya," tutur Tsana.

Nah, TemanBaik yang belakangan ini kerap dihantui rasa kurang percaya diri karena terlalu sering memiliki pikiran yang berlebih, tips-tips ini dapat dicoba, ya. Tapi tips apapun yang diberikan, semuanya kembali pada diri kamu, karena kamu yang paling tahu apa yang terbaik untuk diri sendiri. 

Foto: Ilustrasi Unsplash/Alex Blajan

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler