Membangun Masyarakat lewat Pemberdayaan Keluarga Indonesia

Bandung - TemanBaik, berapa saudarakah kamu di rumah? Mungkin ada yang tunggal, punya satu kakak atau adik, dua kakak atau adik, atau bahkan di keluarganya ada hingga tujuh bersaudara? Tentu hal ini sangat beragam.

Sebenarnya pemerintah Indonesia lewat Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah banyak menyosialisasikan gerakan dua anak lebih baik. Hal ini dilakukan agar pertumbuhan populasi di Indonesia tetap terjaga, karena hal ini nantinya akan berpengaruh kepada aspek-aspek lain contohnya ekonomi dan pendidikan.

Perkembangan populasi penduduk memang jadi hal yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia melalui BKKBN. Banyaknya kasus kemiskinan, kelaparan, hingga kesenjangan sosial seakan menjadi permasalahan yang tak kunjung usai di Indonesia. Beritabaik.id mengikuti webinar nasional dalam rangka HUT RI ke-75 dan 50 tahun BKKBN, yang diadakan oleh BKKBN bersama Komunitas Homeros Indonesia dan Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) yang berjudul "Keluargaku, Indonesiaku" pada Selasa (18/8).

Webinar menghadirkan Rosianna Silalahi sebagai moderator serta mengundang banyak narasumber yang berbagi dengan ragam materi yang berhubungan dengan pemberdayaan keluarga.


                                   Foto: Tangkapan Layar Webinar "Keluargaku, Indonesiaku"/Ridzky Rangga Pradana

Salah satu yang menjadi pembicara adalah Prof. Dr. Haryono Suyono, M.A. Ph.D. sebagai Penasehat Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Republik Indonesia. Haryono menjelaskan BKKBN memilik peran paling penting dalam meningkatkan angka harapan hidup di Indonesia lewat program-programnya. Lewat tujuan yang dirumuskan lewat 'SDGs' atau Sustainable Development Goals, BKKBN membangun program untuk meningkatkan angka harapan hidup dari keluarga-keluarga di Indonesia.

"Prioritas yang sekarang dilanjutkan dari MDGs kepada SDGs, prioritas pengentasan kemiskinan, prioritas tidak adanya kelaparan, prioritas mengurangi kesenjangan. Dan yang lebih penting dari itu, yang jadi bagian sangat penting dari tugas BKKBN adalah bagaimana meningkatkan Human Development Index (HDI) daripada penduduk Indonesia, keluarga Indonesia," jelas Haryono.

Baca Ini Juga Yuk: Menjaga Kebahagiaan di Rumah dengan Anak Down Syndrome

Selain itu, di era seperti sekarang, perkembangan dari perempuan juga harus mulai dilihat dan didukung agar tidak terjadi perkembangan yang berat sebelah. Anak-anak, khususnya perempuan harus mulai dibekali dengan pendidikan sejak usia dini dengan yang terbaik, agar tak kalah saing dengan perempuan lain, bahkan laki-laki. Lewat programnya, BKKBN juga mendorong untuk anak-anak tetap mengejar cita-citanya, dimulai dari kecil dan lingkungan yang paling dasar yaitu keluarga.

Mengenyam pendidikan adalah kewajiban dan harus mendapat perhatian lebih menurut Haryono. Haryono menambahkan bahwa dari anak-anak yang pintar dan cerdas, prioritas yang telah disebutkan tadi seperti pengentasan kemiskinan dapat terhindarkan. Karena sumber daya manusia yang berprestasi dan berkarya dapat mendorong perekonomian lewat lingkungan keluarga.

"Kita juga harus memperhatikan kaum wanita. Mulai dari anak-anak PAUD sampai usia SMP, bahkan sampai anak-anak yang usia 18 sampai 20 tahun, harus mendapat perhatian. Kita harus datang ke sekolah, kalau tidak separuh muridnya perempuan maka kita harus tegur pemerintah daerah setempat," tambah Haryono.

TemanBaik, pemberdayaan keluarga memang harus dilakukan sejak dini. Perkembangan angka harapan hidup di Indonesia demi menurunnya angka kemiskinan di Indonesia dan demi berkurangnya anak terlantar yang kurang terurus. Belum lagi, kita juga sudah tak boleh memandang perempuan sebelah mata TemanBaik. Perempuan berhak kok mendapat pendidikan yang sama dengan laki-laki. Yuk, bantu orang-orang di sekitar kita agar bisa terhindar dari hal-hal di atas tadi ya, TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Jude Beck


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler