Begini Cara Generasi Muda Bantu Kurangi Risiko Perubahan Iklim

Jakarta - Seperti yang kita ketahui bahwa isu perubahan iklim menjadi suatu hal yang sangat penting untuk kita perhatikan bersama. Jika perubahan iklim dibiarkan terjadi, dan semakin parah maka dapat membahayakan kehidupan. 

Karena tingkat bahayanya, perubahan iklim dimasukkan PBB dalam salah satu agenda penting yang harus diperhatikan dunia. Hal ini seiring tercantumnya perubahan iklim pada urutan ke-13 dalam SDGs (Sustainable Development Goals) atau program pembangunan berkelanjutan yang dibuat oleh PBB untuk dunia. 

Tentu sebagai penghuni bumi, khususnya Indonesia, kita juga perlu ikut serta dalam menangani dan mengurangi risiko dari perubahan iklim yang saat ini telah terjadi. Bagaimana ya caranya?

Devirisal Djabumir, pendiri Sekolah Mimpi atau sekolah informal yang menggabungkan pendidikan dan visi lingkungan, membagikan cara untuk mu berkontribusi mengurangi risiko perubahan iklim nih, TemanBaik. Simak ya!

Pertama, pahami kondisi lingkungan. Pasti sulit ya jika kita harus memperhatikan seluruh dunia atau Indonesia? Sebagai masyarakat awam kita pun memiliki keterbatasan. Karena itu, kita bisa kok memulai dengan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar kita dulu.

Kita bisa mulai melihat risiko atau kerentanan pada sektor apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Misalnya sektor perkebunan di wilayah kita sering mengalami gagal panen akibat kemarau panjang, atau di sektor kesehatan karena udara yang kotor sehingga banyak masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. 

Kedua, buat rencana aksi. Ketika sudah tahu sektor apa yang paling terdampak perubahan iklim dan perlu diselamatkan, maka langkah selanjutnya kita bisa merancang aksi apa yang tepat untuk dilakukan agar bisa mengurangi dampak dari perubahan iklim.

Ketiga, bangun korelasi dan kemitraan. Tentu untuk menjalankan misi yang kita buat guna menangani perubahan iklim akan berat jika dilakukan sendiri ya, TemanBaik. Karena itu, perlu dibuat korelasi atau kerja sama yang baik antar masyarakat, pemerintah, dan berbagai sektor usaha yang ada di wilayahmu agar penanganan perubahan iklim ini bisa terlaksana semaksimal mungkin.



Foto :Tangkapan layar Kelas Iklim Komitmen Indonesia Untuk Bumi, 'Adaptasi Perubahan Iklim'/ Irsya Kireina                                 

Baca Ini Juga Yuk:
Minimalisir Risiko Perubahan Iklim dengan Aksi Adaptasi

Keempat, implementasi dan evaluasi. Tentu saja pada akhirnya kita harus mengimplementasikan rencana aksi yang sudah kita susun sebaik mungkin. Nah jika sudah diimplementasikan, jangan lupa untuk melakukan evaluasi ya. Hal ini penting agar kita tahu, apakah langkah yang kita ambil untuk mengurangi risiko perubahan iklim sudah tepat atau belum.

Keempat hal di atas disampaikan Devirisal merupakan empat langkah besar yang bisa kita ambil untuk menghadapi perubahan iklim. Tentu saja tidak bisa kita lakukan sendiri karena ada banyak hal yang perlu kita sesuaikan dengan masyarakat dan aturan pemerintah setempat.

Tapi TemanBaik tidak perlu khawatir! Selain keempat hal utama di atas, Devirisal juga memberikan cara mudah yang bisa kita, terutama generasi muda, lakukan secara individu untuk turut mengurangi risiko perubahan iklim. Apa saja ya?

Hal pertama yang bisa dilakukan generasi muda adalah mengedukasi diri dan masyarakat soal isu perubahan iklim. Disampaikan oleh Devirisal bahwa menurut riset yang dilakukan oleh YouGov Cambridge 2019, Indonesia merupakan salah satu negara yang penduduknya masih mengabaikan isu perubahan iklim.

"Masyarakat Indonesia masih banyak yang cuek karena literasi soal iklim yang minim. Jadi sebagai generasi muda kita perlu mampu untuk mengedukasi orang lain," ujar Devirisal.

Sebagian besar TemanBaik aktif berselancar di media sosial setiap harinya bukan? Nah, media sosial juga bisa kita manfaatkan untuk turut mengedukasi soal perubahan iklim loh. Tapi tentu yang kita bagikan harus informasi yang tepat dan benar ya. 

Cara kedua adalah mitigasi. Mitigasi merupakan upaya kita untuk mencegah terjadinya sesuatu yang kurang baik, termasuk perubahan iklim. Mitigasi ini bisa kita mulai dari hal kecil yang berangkat dari kesadaran kita.

"Bisa dimulai dari mematikan lampu ketika siang hari atau saat tidak diperlukan, mengurangi penggunaan plastik, juga bisa lebih banyak bersepeda atau jalan kaki guna mengurangi polusi udara," ujar Devirisal. 

Langkah mitigasi secara individu apa nih yang sudah TemanBaik lakukan untuk mencegah perubahan iklim semakin parah? Jika semua orang melakukan kebaikan kecil, maka akan bertumpuk menjadi hal besar untuk bumi loh!

Langkah ketiga kembali lagi dengan melakukan aksi adaptasi berdasar kerentanan. Ya, setelah melakukan upaya secara individu, kamu bisa perlahan melakukan upaya secara meluas untuk daerahmu. Mulai saja dulu dari dirimu yang memperhatikan apa yang perlu dibenahi dari lingkunganmu. 

Jadi jangan merasa karena masih muda kita tidak punya kekuatan untuk melakukan apapun ya. Justru usia muda ini bisa menjadi momen untuk kita melakukan banyak hal baik untuk bumi.

"Kalau kita sebagai generasi milenial cuek dengan perubahan iklim yang terjadi saat ini, maka akan berakibat untuk generasi mendatang. Kita tidak bisa memunculkan keadilan iklim," tegas Devirisal. 

Tentu kita tidak mau ya TemanBaik jika bumi menjadi tempat yang tidak nyaman untuk ditinggali oleh anak dan cucu kita kelak karena suhunya yang terlalu panas atau cuacanya yang terlanjur ekstrem dan sulit diprediksi? 

Jadi, yuk mulai ambil langkah untuk mencegah dan mengurangi risiko perubahan iklim. Tidak ada kata terlambat untuk jika kita mulai dari hari ini! 

Foto: Ilustrasi Unsplash/ Markus Spiske


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler