3 Bagian Diri yang Perlu Disadari dalam Berkomunikasi

Depok - TemanBaik, sebagai makhluk sosial setiap harinya kita pasti berkomunikasi dengan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Tapi tahukah kamu? Jika dalam diri setiap orang terdapat tiga bagian diri. Tiga bagian dalam diri setiap manusia ini merupakan konsep dari 'teori analisis transaksional'. 

Teori dan tiga bagian dalam diri yang perlu kita sadari ini disampaikan oleh dr. Gina Anindyajati, Sp.KJ. Seorang spesialis kedokteran jiwa sekaligus pembicara dalam webinar ''Maintaining Healthy Relationships: Friendships, Family Relationships, and Romantic Relationships" yang diadakan QualityTine dari BEM IKM FKUI 2020 pada Rabu (26/8). 


Foto: Tangkapan layar webinar "Maintaining Healthy Relationships: Friendships, Family Relationships, and Romantic Relationships" 

Teori analisis transaksional merupakan teori perilaku untuk berkomunikasi sesuai kebutuhan. Teori ini menekankan pada aspek kognitif rasional-perilaku dan berorientasi pada peningkatan kesadaran. Sehingga kita mampu membuat keputusan baru dan mengubah cara hidup.

Teori analisis transaksional dalam komunikasi ini membagi diri kita ke dalam tiga kedudukan ego, yaitu orang tua, dewasa, dan anak. 

"Jadi dalam diri kita itu ada sok tuanya, ada dewasanya, dan ada kekanak-kanakannya. Setiap orang punya tiga hal ini dalam dirinya dan itu normal. Tinggal gimana kita kontrolnya," terang Gina. 

Jika diri kita sedang berada dalam bagian kedewasaan, maka kita akan lebih menonjolkan bagian diri yang dapat berpikir logis dan rasional serta dapat bertindak sesuai situasi. Tentu saja hal ini termasuk diri kita saat mempertimbangkan konsekuensi atas apa yang kita lakukan. 

Baca Ini Juga Yuk: Ini 3 Hal Penting untuk Membina Hubungan yang Sehat

Bagian orang tua terpecah menjadi dua jenis, yaitu orang tua yang kritis atau orang tua yang sangat memperhatikan aturan, kewajiban, serta harapan diri sendiri dan orang lain. 

"Bagian orang tua kritis ini bisa juga orang tua yang kerjaannya marah, suka menyalahkan, dan wajib ikut peraturan," ujar Gina.

Jenis kedua adalah orang tua yang mengasuh, yaitu ketika kita bisa menerima tanpa syarat, memiliki harapan, dan optimisme. Bagian ini adalah sumber dari menenangkan dan pengenalan diri. 


Foto: Tangkapan layar  "Maintaining Healthy Relationships: Friendships, Family Relationships, and Romantic Relationships" 

Sama halnya dalam bagian orang tua, bagian anak pun dibagi menjadi dua jenis, yaitu adaptive child atau bagian dalam diri yang bisa mendorong kita untuk membuat keputusan emosional berdasarkan pengalaman masa lalu dan masa kini. 

Sedangkan jenis kedua adalah free child, atau bagian dalam diri kita yang sedang suka akan kebebasan. Memiliki sifat spontan, emosional, dan kreatif. 

Kita perlu melatih diri untuk mengenal sedang dalam bagian mana saat ini. Gina mengaku ini memang bukan hal mudah yang perlu kita biasakan terlebih dahulu. 

Setelah itu kita pun perlu untuk mengetahui ada bagian mana orang lain saat sedang berkomunikasi. Pastikan ketika berkomunikasi, kita dan lawan bicara ada dalam level yang sama atau cocok. 

"Kalau kita lagi dalam tingkat dewasa, pastikan lawan bicara kita dewasa juga. Kalau dewasa bicara sama orang yang lagi dalam free child kan gak nyambung. Misal kalau free child berarti akan cocok sama bagian diri orang tua yang mengasuh," ujar Gina.

Mengetahui dan menyesuaikan posisi kita dan lawan bicara saat sedang berkomunikasi juga dapat membantu kita menghadapi lawan bicara loh, TemanBaik. Menurut Gina hal ini penting agar bisa meminimalisir timbulnya konflik. 

Jika kita sudah terbiasa untuk memposisikan bagian diri kita sesuai dengan lawan bicara, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita akan otomatis menyesuaikannya.

Menarik bukan TemanBaik? Ternyata diri kita mempunyai tiga bagian yang dapat mempengaruhi tingkah dan cara berkomunikasi dengan orang lain. Jadi rasanya penting ya, jika mulai sekarang kita melatih diri untuk paham posisi sendiri dan juga orang lain agar terjalin komunikasi yang baik.

Foto: Ilustrasi Unsplash/Priscilla Du Preez

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler