Ini Alasan Calon Atlet Harus Disiplin Soal Makanan Sehat

TemanBaik, ada yang ingin menjadi atlet profesional? Jika ingin menjadi atlet profesional, tentu ada berbagai hal yang harus disiapkan.

Berbagai metode latihan harus dijalankan sebaik mungkin. Gaya hidup juga harus benar-benar dijaga. Bahkan, asupan nutrisi juga harus diatur sedemikian rupa, terutama mengonsumsi makanan sehat.

Namun, setelah cita-cita menjadi atlet profesional terwujud, jangan terlena ya. Kamu harus tetap disiplin dalam berbagai hal. Sebab, hal itu akan sangat berpengaruh terhadap performa kamu dalam sebuah pertandingan.

Salah satu yang cukup ditekankan adalah soal makanan sehat. Biasanya, pelatih atau ahli nutrisi di sebuah tim atau klub akan memberi gambaran makanan apa yang wajib dikonsumsi dan harus dihindari. Salah satu yang biasanya harus dihindari adalah gorengan. Sedangkan yang wajib dikonsumsi tentu makanan sehat, termasuk nabati atau sayuran.

Gilang Fauzi, nutrisionis Persib Bandung, membagi pengalamannya. Sebagai nutrisionis, ia bertugas mengatur asupan nutrisi para pemain Persib.

"Saya mengedukasi semua pemain kebutuhan mereka seperti apa, kandungan apa yang mereka butuhkan. kalori yang harus masuk ke tubuh berapa, lemak berapa, protein berapa, karbohidratnya berapa, dan lain-lain," kata Gilang.

Baca Ini Juga Yuk: Trik Sederhana Berkebun Tanpa Lahan

Namun, ia mengaku tak bisa memaksa para pemain untuk menuruti apa yang diprogramkannya. Sebab, asupan nutrisi itu pada akhirnya menjadi tanggung jawab masing-masing pemain. Itu karena tidak mungkin pemain dikontrol penuh selama 24 jam.

Jika ingin meraih hasil maksimal untuk penampilannya di lapangan, maka pemain harus menjalankannya dengan sukarela. Sebaliknya, jika menganggap remeh program yang diberikan dan tidak menjalankannya, secara otomatis penampilan mereka tak akan maksimal.

"Mereka harus bertanggungjawab terhadap diri sendiri karena hasilnya akan terlihat di lapangan seperti apa," ucap Gilang.

Meski begitu, performa di lapangan tentu tak hanya tergantung dari faktor asupan nutrisi. Ada faktor pendukung lain, mulai dari latihan fisik, strategi, hingga motivasi pemain. Namun, kuncinya jika atlet mau disiplin dalam berbagai hal untuk menunjang penampilannya, performa mereka akan terjaga.

Bahkan, kedisiplinan itu bisa membuat umur pemain menjadi lebih muda. Kok bisa? Ini bukan berarti usia pemain benar-benar muda ya, tapi usia biologisnya. Sebagai gambaran, atlet berusia 30 tahun bisa memiliki usia biologis lebih muda atau lebih tua.

"Contohnya Cristiano Ronaldo (Juventus), di usia 33 tahun, body age-nya 20, itu bagus," ungkap Gilang.

Di Indonesia juga ada kok atlet dengan usia biologis yang lebih muda dari usia sebenarnya. Di Persib misalnya, ada sosok gelandang Kim Kurniawan. "Kalau Kim di usia 30 tahun body age-nya 25 tahun," jelasnya.

Apa sih artinya usia biologis? Ini akan berpengaruh pada penampilan atlet di lapangan. Seorang Cristiano Ronaldo misalnya, saat bermain di lapangan ia masih sangat gesit, fisiknya mampu bermain 90 menit, hingga kemampuan berpikir yang baik saat bermain. Fisiknya pun terlihat berotot dan atletis.

Coba deh bandingkan dengan pemain lain di berusia 33 tahun lainnya, penampilannya belum tentu bisa seperti Ronaldo. Bahkan, ada banyak pesepakbola di usia seperti itu yang tak bisa bermain konsisten selama 90 menit pertandingan. Tak hanya itu, biasanya bobot mereka juga meningkat yang turut menghambat performanya.

Nah, karena itu, bagi kamu yang ingin menjadi atlet, ikuti arahan tim pelatih dan ahli nutrisinya ya. Namun, tentu setiap atlet akan berbeda kebutuhan nutrisinya. Misalnya, kebutuhan atlet binaraga tentu beda dengan pesepakbola atau atlet renang.

Jika disiplin berlatih, termasuk menjaga asupan nutrisi, potensi karir kamu berlangsung panjang juga akan terjaga. Sebagai contoh, di Indonesia, ada pemain Persija Jakarta Ismed Sofyan yang usianya lebih dari 40 tahun tapi masih aktif bermain. Di Persib ada kiper I Made Wirawan yang usianya mendekati 40 tahun. Sedangkan di luar negeri, kiper Juventus Gianluigi Buffon usianya juga sudah lewat dari 40 tahun, tapi performanya masih terjaga dengan baik.

Bandung - Foto: dok. Persib Official

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler