Produksi Mandiri #MakanNabati ala Kebun Akaran

Bandung - TemanBaik, kenikmatan #MakanNabati akan terasa lengkap apabila kamu bisa memproduksi sayuran sendiri. Hal ini yang diterapkan oleh Kebun Akaran. Bagaimana ceritanya? Yuk kita simak!

Berlokasi di Desa Mekarwangi , Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat dan memiliki luas 2.000 meter persegi, Kebun Akaran punya beberapa produk olahan sayur yang tentu bisa menghilangkan rasa bosanmu mengonsumsi sayuran dengan sajian yang itu-itu saja.

Mulai dirintis sejak tahun 2019, kebun ini berawal dari keresahan pemiliknya, Vania Febryantie. Kepada Beritabaik.id, Vanya, sapaan akrabnya menceritakan keinginannya untuk bisa memproduksi pangan tanpa mencemari lingkungan. Ide tersebut kemudian mulai dieksekusi pada bulan September 2019.

Proses menumbuhkan kebun akaran diawali mengolah tanah. Vanya menyebut dirinya yakin, tanah yang sehat bukan hanya kaya akan nutrisi N, P, dan K. Namun tanah yang didalamnya banyak kehidupan yang berinteraksi satu sama lain seperti bakteri, fungi, cacing tanah dan lainnya.

"Hal yang sangat kami yakini, bahwa sebetulnya tanah yang sehat itu mengandung banyak unsur-unsur yang dapat diserap oleh tanaman dan membantu tumbuh kembang tanaman dengan baik dan sehat. Dari hasil penelitian, bahwa tanaman membutuhkan lebih dari 40 unsur untuk nutrisi mereka," terang Vanya.


Setelah 3 hingga 4 bulan berjalan, akhirnya Kebun Akaran bisa rutin memproduksi sayur yang ditanam sendiri secara alami. Mereka juga melibatkan petani setempat untuk mengolah kebun ini. Saat ini, mereka punya dua orang "kru" di kebunnya, yang merupakan sepasang suami-istri yang sebelumnya berprofesi sebagai petani.

Baca Ini Juga Yuk: Baiknya Rimpang Bagi Tubuh, tapi Hal Ini Juga Penting

Ada puluhan sayur di Kebun Akaran adalah berbagai jenis sayuran yang ditanam dengan perlakuan alami, antara lain Lettuce Romaine, Pakcoy, Caisim, Selada Hijau, Lettuce Iceberg/Lettuce Head, Kailan, Rocketwild, Bayam, Kangkung, Sawi Putih, Buncis, Kacang Panjang, Wortel, Tomat Cerry, Kale curly, Siomak, Pagoda, Naybay, Horenso, dan Beetroot.

Selain itu, ada pula puluhan bibit tanaman seperti  bibit Rosemary, Thyme, Peppermint, Pinnepale Mint, Marjoram, Spearmint, Cilantro, benih Bunga Matahari, benih Bunga Telang, dan benih Kenikir. Varian harga yang ditawarkan berkisar antara Rp7 ribu hingga Rp18 ribu. Selain itu, ada juga olahan sayur yang dibanderol dengan harga Rp15 ribu hingga Rp95 ribu.

Sayuran-sayuran yang kelebihan panen selain dijual atau bagikan ke orang terdekat juga mereka olah menjadi berbagai macam produk olahan turunan sayur. Sebagian besar olahan tersebut mereka jadikan makanan probiotik seperti Kimchi, yang terbuat dari sayuran sawi putih, wortel, dan lobak. Atau Acar, yang terbuat dari mentimun, wortel, dan bit. Ada pula Sauerkraut, yang terbuat dari wortel dan kol. Selain itu masih ada olahan sayuran berupa rainbow pasta.

"Warna-warninya dari berbagai jenis sayuran yang tumbuh di kebun akaran, seperti warna hijau dari sayuran dedaunan seperti bayam, horenso, pakcoy, caisim dan lain-lain. Ada warna merah dari beetroot, dan warna kuning dari wortel," terang Vanya.


Produk sayur dan olahan sayur di atas panen satu kali dalam seminggu. Mereka biasanya memperbarui informasi hasil panen lewat unggahan di akun Instagramnya, @kebun.akaran. Biasanya, jadwal panen Kebun Akaran berlangsung di hari Jumat. Sehingga mereka mulai membuka pre-order sayur sejak hari Kamis, untuk diantar pada hari Sabtu.

Nah, dalam pengembangan lahannya, Vanya mengaku menggunakan media tanam yang berasal dari bahan organik sekitar. Ia juga menjelaskan kalau pada dasarnya media tanam yang baik itu perlu "hijauan", "coklatan" dan pupuk kandang. Hijauan yang dimaksud berasal dari dedaunan, rumput, alang-alang yang masih segar berwarna hijau. Coklatan bisa dari daun kering atau serbuk kayu. Sedangkan pupuk kandang bisa memakai kotoran kelinci, kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran cacing. Ketiga unsur tersebut kemudian dicampur dengan skala 1:1:1.

"Metode perawatan tanaman kami juga cukup sederhana. Jika ada gulma yang tumbuh di bedengan, (gulmanya) dicabut, dibersihkan dan diletakkan dipermukaan tanah yang ditanami sayuran untuk dijadikan mulsa alami. Mulsa alami ini sangat bermanfaat ketika cuaca sedang terik, gunanya untuk menghambat penguapan pada tanah, akibatnya tanah terjaga kelembabannya.  Selain itu gulma yang membusuk bisa jadi kompos untuk tambahan nutrisi bagi tanah," jelasnya.

Mereka juga membiarkan rantai makanan terjadi di kebunnya. Jadi, jika kehadiran ulat, belalang, dan pemakan sayuran lainnya masih dalam batas yang sedikit, mereka tidak akan membasminya. Sebab  hama-hama tersebut akan dimangsa oleh musuh alami atau predator di sekitar kebun seperti laba-laba, tawon, atau burung. Namun, jika hama tersebut dirasa sudah mengganggu, maka pembasmian dilakukan dengan pemakaian pestisida nabati menggunakan eco-enzyme.


Setelah satu tahun berjalan, mereka sudah berhasil membentuk target pembeli yang berasal dari di kalangan ibu muda dan pensiunan, serta masyarakat ekonomi menengah ke atas. Ke depannya, mereka berencana memperluas target pemasaran ke supermarket, restoran dan kafe. Di sisi lain, Vanya mengaku tantangan menjalankan Kebun Akaran ini ada pada proses bercocok tanam. Pasalnya, cuaca yang saat ini sulit diprediksi diakuinya sangat berpengaruh dengan kapasitas produksi di kebun. Sementara itu dari segi penjualan, ia mengaku kalau ada tantangan tersendiri untuk mengedukasi masyarakat agar dapat lebih memilih mengonsumsi sayur yang ditanam dengan perlakuan alami.

"Di masa awal PSBB di bulan Maret  sampai Juli, kami mengalami peningkatan pesanan mungkin karena kita diimbau untuk di rumah aja ya. Namun setelah new normal, konsumen jadi lebih beralih ke produk olahan," ujar Vanya.


Tidak hanya mandiri pangan dan berbisnis dari #MakanNabati saja, Kebun Akaran juga nampak aktif memberikan edukasi tentang natural farming. Menurut Vanya, Kebun Akaran ingin mengajak banyak orang untuk mengetahui asal muasal makanan yang dikonsumsi. Sebab, edukasi tersebut akan membuat kita lebih selektif memilih asupan yang baik untuk tubuh kita sendiri. Dari proses tersebut, secara tidak langsung tiap orang bisa memahami kebutuhan tubuhnya agar bisa bekerja secara optimal dan produktif.

"Dengan natural farming, kita bisa melihat proses bertumbuh suatu tanaman, memanfaatkan bahan organik di sekitar tanpa mencemari, kita bisa mendapatkan sumber makanan sehat sangat dekat, dengan menanam sendiri," pungkasnya.

TemanBaik, apabila kamu hendak memesan sayur, bibit atau benih tanaman, atau jika kamu hendak menjajal olahan sayur dari Kebun Akaran, kamu bisa memesannya lewat pesan langsung di Instagram mereka, @kebun.akaran ya! Jadi, mau #MakanNabati apa hari ini?

Foto: dok. Kebun Akaran

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler