Pengidap Obesitas Rentan Terjangkit COVID-19, Ini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, di awal-awal munculnya kasus COVID-19, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa orang dengan obesitas memiliki faktor risiko tinggi terjangkit COVID-19. Bahkan, risiko perberatan COVID-19 jauh lebih tinggi bagi yang mengidap obesitas.

Gaga Irawan Nugraha dari Associate Professor Departemen Ilmu Kedokteran Dasar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran memberi penjelasan. Hubungan antara obesitas dan COVID-19 ini mencuat pada April lalu.

Di Kota New York, Amerika Serikat, diketahui ternyata banyak pasien COVID-19 meninggal karena punya riwayat obesitas. Tingkat kematian bagi pasien COVID-19 dengan obesitas pun tergolong tinggi.

"Di bulan April itu dilaporkan bahwa ternyata begitu banyak kematian disebabkan COVID-19, terutama di Kota New Tok. Hal itu terjadi karena ternyata banyak orang di New York itu sampai 42 persen mengalami obesitas," ujar Gaga.

Kenapa orang dengan obesitas memiliki potensi terjangkit COVID-19 cukup tinggi, termasuk risiko perberatan? Sebab, orang dengan obesitas memiliki kandungan lemak yang banyak di dalam tubuhnya. Apa hubungannya dengan COVID-19?

"Karena orang obesitas itu dia memiliki lemak yang lebih besar. Sehingga, receptor untuk menempelnya virus itu jadi lebih banyak, lebih luas. Sehingga, orang obesitas lebih mudah terkena (COVID-19) dan lebih mudah mengalami perberatan," jelas Gaga.

Baca Ini Juga Yuk: Dua Masalah Kulit Saat Pandemi, Ini Tips Mencegahnya

Berikutnya, orang dengan obesitas memiliki banyak lemak pada organ tubuhnya, misalnya jantung, paru-paru, hingga perut. Sehingga, contohnya ketika bernapas, pasien COVID-19 dengna obesitas akan berpotensi mengalami kesulitan bernapas.

"Itu karena refriksi parunya menjadi lebih kecil karena bagian depan, belakang, kiri-kanan, termasuk jantungnya tertekan oleh lemak," ungkapnya.

Faktor berikutnya kenapa obesitas rentan terjangkit COVID-19 dan mengalami risiko perberatan adalah karena faktor imunitas. Orang dengan obesitas menurutnya cenderung mengalami kelainan imunitas.

"Orang dengan obesitas akan mengalami kelainan imunitas yang menyebabkan dia lebih mudah terkena (COVID-19) dan setelah terkena akan mengalami perberatan karena obesitasnya tersebut," tutur Gaga.

Selain itu, obesitas bisa memicu seseorang terjangkit beragam penyakit, mulai dari diabetes, hipertensi, jantung, serta penyakit lainnya. Penyakit-penyakit inilah yang juga akan membuat orang dengan obesitas rentan dan berisiko tinggi mengalami perberatan ketika sudah terjangkit COVID-19.

Hal ini yang kadang tak disadari. Padahal, pangkal utamanya adalah obesitas yang memicu datangnya berbagai penyakit. Namun, yang lebih banyak muncul ke permukaan dan diketahui publik bahwa risiko perberatan COVID-19 itu dialami mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti jantung dan hipertensi.

"Diawali obesitas, itu menarik penyakit yang lain muncul. Tapi, yang diangkat di Indonesia itu bukan obesitasnya, melainkan hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Yang mengalami perberatan itu karena (faktor utamanya) obesitas, meski betul pasiennya hipertensi dan lain-lain," papar Gaga.

Apa yang Harus Dilakukan?
Umumnya, obesitas ini bisa dicegah atau diminimalisir kok. Sebab, ada beberapa penyebab yang membuat seseorang mengalami obesitas. Apa saja?

"Harus dipahami bahwa orang obesitas itu sebagian besar karena gaya hidup yang salah," ujar Gaga.

Ada empat hal yang dikategorikan Gaga sebagai gaya hidup penyebab obesitas tersebut. Pertama adalah pola makan, kedua pola aktivitas, ketiga pola istirahat, dan terakhir kebiasaan buruk dalam mengonsumsi makanan.

"Tentang pola makan, kalau orang obesitas itu berarti dia mengonsumsi makanan lebih banyak dari yang diperlukan tubuh," ucapnya.

Konsumsi makanan sendiri lebih disarankan sesuai kebutuhan tubuh, bukan berdasarkan keinginan atau menghilangkan rasa lapar. "Orang obesitas itu mengonsumsi makanan yang sebetulnya tidak diperlukan oleh tubuhnya atau bisa dibilang mengonsumsi 'sampah'. Itu yang harus dihindari," jelas Gaga.

Ia pun menyarankan orang dengan obesitas untuk menghindari mengonsumsi makanan yang mengandung gula. "Orang dengan obesitas hindari gula, makanan manis seperti cokelat, permen, es krim. Kecuali di bumbu saja, kalau masak ada gulanya, boleh," ungkapnya.

Tak hanya makanan, hindari juga minuman yang mengandung gula tinggi, seperti soft drink, teh manis, kopi manis, dan sebagainya. Hindari juga makanan yang banyak mengandung tepung.

Terkait pola aktivitas, orang dengan obesitas disarankan rutin beraktivitas fisik. Kamu bisa mengerjakan berbagai pekerjaan rumah hingga berolahraga. Yang penting, usahakan tubuhmu banyak bergerak ya.

Untuk pola istirahat, pastikan kamu memiliki istirahat yang cukup setiap harinya. Jangan berlebihan dan hindari kurang istirahat juga ya. Sebab, hal ini akan menopang kondisi obesitasmu.

Terakhir, perbaikilah kualitas pola makan. Usahakan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi setiap harinya. Tahan diri untuk ngemil makanan yang sebenarnya tak diperlukan tubuh. 

Foto: Ilustrasi Pexels/Cottonbro

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler