Mau Bikin Narasi Produk yang 'Bercerita'? Begini Caranya

Bandung - Membuat narasi atau storytelling merupakan bagian penting dalam proses menciptakan produk inovasi. Enggak jarang, produk inovasi yang laris di pasaran adalah produk dengan narasi yang kuat sehingga meraih perhatian konsumennya.

Produser Film dan Penulis Buku Handoko Hendroyono menyebutkan, storytelling atau membuat narasi adalah bagian penting dalam menjalankan bisnis. Hal ini diakuinya penting, khususnya dalam membentuk dampak sosial terhadap masyarakat dari produk inovasi yang kita buat. Selain itu, ada juga nilai kesadaran konsumen (conscious consumers) yang mesti diraih oleh produsen. Dua hal ini menjadi asupan positif dalam membangun merek dagang (brand) dan kepercayaan konsumen nantinya.

Hal yang ia lakukan bersama timnya di Filosofi Kopi adalah membuat kedai kopi yang didirikannya di suatu wilayah menjadi dekat dengan kearifan lokal melalui pendekatan naratif. Misalnya, kedai kopi Filosofi Kopi di Yogyakarta yang digambarkan dengan gaya joglo-nya, atau kedai di Makassar yang mengandalkan gaya arsitektur lokal, begitupula di Jakarta yaitu

"Jadi (untuk konteks Filosofi Kopi), kita enggak hanya jualan kopi, tapi juga menarasikan suatu hal yang punya tujuan baik sehingga Filosofi Kopi punya makna yang baik untuk konsumennya," terangnya.

Selanjutnya, ia memaparkan 3 hal penting dalam proses bercerita untuk keperluan produk inovasi yang akan kamu buat. Apa saja sih? Yuk kita simak!

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Menjadi Motivator Saat Pandemi COVID-19 

Mainkan Sudut Pandang
Beberapa produk inovasi biasanya dekat sekali dengan indera manusia, sebab produk-produk tersebut sudah tentu bisa dilihat dan dirasakan langsung manfaatnya. Dan cara untuk membangkitkan ketertarikan konsumen bisa dilakukan dengan membangun cerita yang autentik mengenai produk inovasi yang kita buat. Handoko menyoroti ini khususnya bagi TemanBaik yang sedang membuat produk inovasi dalam bentuk kuliner. Ya, kita bisa mengambil berbagai sudut pandang cerita untuk menyajikan narasi yang tentu menggugah ketertarikan konsumen seperti sudut pandang cerita resep dari orang tua.

"Cerita ini sangat penting, dan sudut pandang resep tradisional atau resep keturunan ini saya lihat contohnya seperti Roti Cap Eneng yang cukup terkenal di Jakarta, atau Bubur Cap Tiger yang terkenal di Mangga Besar," terangnya.

Selain itu, cerita autentik juga bisa mengambil sudut pandang geografis produk inovasimu. Misalnya, kamu akan menjual makanan, dan lokasinya berada di dekat gedung legendaris yang sudah enggak berfungsi. Nah, latar geografis ini bisa jadi andalan untuk melekatkan ingatan konsumen.

"Mau ceritanya baru, mau ceritanya klasik, itu sangat mungkin dibuat naskah," tambahnya.

Buat Cerita yang Autentik
Dalam proses membuat narasi untuk produk inovasi, kita harus menciptakan narasi yang autentik. Menurut Handoko, tak masalah jika kita menggabungkan hal yang sifatnya semi fiktif, namun hal itu bisa jadi sesuatu yang hanya dimiliki oleh kamu sebagai produsen.

Sebagai contoh, ia mengulas bagaimana kreativitas Klinik Kopi di Yogyakarta. Sebagian dari kita mungkin tahu bagaimana kedai kopi ini memadukan antara bisnis kopi dengan cara penyajian kopi, yang mana pembelinya terlebih dulu berkonsultasi alias curhat sebelum mendapat racikan kopi dari sana.

"Seperti memadukan antara kopi dan kemampuan 'orang pintar' begitu, ya. Ada sesi curhat dan lain sebagainya. Itu enggak apa-apa. Justru itu akan menjadi narasi autentik, dan pastikan narasi ini hanya kamu yang punya," terang Handoko.

Hal ini juga diterapkan di salah satu wahana kreatif di Jakarta yakni MBloc, yang membangun narasi bahwa di tempat kreatif tersebut tak ada tempat parkir. Menurut Handoko, narasi ini menjadi autentik karena hanya dimiliki oleh Mbloc itu sendiri. Dan di balik narasi tersebut, ada upaya membangun kebiasaan baru, yakni berjalan kaki.

Perkaya Ceritamu
Satu cerita atau satu narasi tentang produkmu saja enggak bakal cukup untuk membangun kekuatan narasi. Jadi, kamu enggak bisa berhenti di satu cerita saja dalam membangun narasi untuk produk inovasi yang sedang kamu garap. Jadi, pastikan kamu punya serangkaian cerita unik dan autentik dalam jumlah banyak, ya.

"Kalau ceritanya sama terus nanti pendengar bisa bosan," ujarnya.

Selain narasi atau storytelling, hal lain yang juga punya andil besar dalam kesuksesan sebuah produk inovasi adalah desain produknya. Dalam hal ini, kita perlu memastikan kalau produk yang akan kita buat itu punya manfaat bagi konsumen, dan pastinya menjawab permasalahan yang sedang dihadapi konsumen.

Wah menarik juga, ya. Lalu, kira-kira apa produk inovasi yang akan kamu buat? Jika sudah ada, semangat terus dalam mempopulerkannya, ya!

Foto: Ilustrasi Unsplash/Glenn Carstens-Peters

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler