Yuk! Kita Mulai Hidup Minim Sampah dengan Cara Ini

Bandung - Gaya hidup manusia saat ini punya dampak besar terhadap isu lingkungan. Berbagai kebiasaan ramah lingkungan akhirnya menjadi gaya hidup baru untuk menjaga bumi, salah satunya adalah zero waste.

Konsep hidup zero waste atau minim sampah itu sendiri sebetulnya sudah ramai digalakkan sejak lama. Namun, enggak jarang pemahaman tentang zero waste ini ditanggapi sebagai gaya hidup yang rumit karena kita dituntut tidak menghasilkan sampah dalam hidup ini. Padahal, gaya hidup minim sampah ini bisa diaplikasikan melalui cara-cara yang sederhana, seperti kiat dari Maurilia Sophianti Imron. Dalam diskusi daring 'The Role of Traditional Practices in Minimizing Waste', setidaknya ia memaparkan tiga kiat sederhana untuk menjalankan gaya hidup zero waste.

"Enggak jarang orang ngiranya zero waste itu bebas sampah. Padahal kenyataannya namanya makhluk hidup pasti menghasilkan sampah. Hanya saja di sini yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana cara kita meminimalisir sampah tersebut," ungkapnya.

Bijak Konsumsi
Sikap bijak dalam mengonsumsi sebuah produk adalah cara yang bisa kita pilih. Maurilla menyebut, bijak konsumsi bisa diaplikasikan dengan cara bijak memilih barangnya berasal dari mana. Dalam mengonsumsi sebuah produk, ia pribadi lebih memprioritaskan produk yang berasal dari lingkungan terdekatnya sebelum mencari produk yang jauh dari lingkunga terdekatnya.

"Karena saya tinggal di Bali, jadi saya pilih dulu (produk) yang paling dekat. Baru setelah itu makin luas, makin luas, sampai ke se-antero Indonesia," terangya.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Kenali Tiga Perbedaan Jenis Obat Herbal

Selain itu, bijak konsumsi juga bisa diaplikasikan dengan cara memilih bahan baku produk. Maurilla menyebut, semakin alami bahan baku produk yang dipilih, itu akan semakin baik. Sebab, bahan baku alami akan mudah "diputar" siklus hidupnya.

Ia mencontohkan #KebiasaanBaik makan sayur sebagai salah satu upaya bijak konsumsi dalam mewujudkan gaya hidup zero waste. Menurutnya, dalam siklus makan sayuran, sampah dari sayur yang selesai dikonsumsi kemudian bisa menjadi kompos untuk nutrisi tumbuhan. Terlebih jika kompos tersebut digunakan sebagai pupuk untuk sayuran yang akan kita tanam, dan sayurannya kita makan. Siklus yang saling melengkapi ini ideal untuk sebuah konsep gaya hidup minim sampah.

Memperpanjang Siklus Hidup Produk
Siklus hidup produk atau barang yang kita gunakan idealnya tidak berlangsung linear atau berskema beli, pakai, buang. Menurut Maurilla, konsep beli, pakai, buang ini akan lebih baik jika digeser menjadi beli, pakai, pakai ulang atau daur ulang.

Ia juga memaparkan konsep circular economy, yang pada praktiknya seperti "memutar" nilai guna barang untuk dilakukan berkali-kali. Apabila usia produk tersebut sudah habis, maka produk tersebut sebaiknya dimodifikasi ke dalam bentuk lain, dengan nilai guna yang boleh jadi berbeda, ketimbang membuangnya.

Lakukan 6R
6R merupakan kependekan dari Re-think, Refuse, Reuse, Reduce, Rot, dan Recycle. 6 hal yang berarti memikirkan kembali, menolak apa yang tidak kita perlukan, menggunakan kembali barang yang sudah kita pakai namun masih punya nilai guna, bijak menggunakan energi, memilah dan mendaur ulang sampah adalah langkah-langkah sederhana yang sebetulnya bisa kita lakukan sehari-hari.

"Kita juga perlu mengurangi hal-hal yang sifatnya boros, seperti terus menyalakan air saat kita mandi," kata Maurilla.

Konsep 6R ini saling berkesinambungan, yang mana kita perlu memikirkan ulang dan menolak sesuatu yang tidak terlalu kita perlukan, menggunakan kembali barang bekas pakai dengan cara menjadikannya barang konsumsi ataupun mengubahnya jadi kompos, serta hemat energi dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

TemanBaik, rasanya tidak perlu hal yang ribet untuk menjaga bumi. Dengan kiat sederhana yang relatif mudah dilakukan sehari-hari tadi, kita akan punya andil dalam menyelamatkan dunia dari polusi. Sehat selalu, ya! 

Foto: Ilustrasi Unsplash/Anna Auza

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler