Menstruasi Kita Normal atau Enggak Ya? Simak Penjelasannya Yuk!

Bandung - Setiap perempuan normalnya mengalami menstruasi atau haid setiap bulannya. Menstruasi terjadi saat tubuh kita mengeluarkan darah dari dalam rahim ke area kewanitaan. 

Namun rupanya masih banyak perempuan yang kebingungan tentang apakah menstruasi yang dialaminya setiap bulan masih dalam taraf normal atau tidak. Bukan hanya masalah itu, tapi soal rasa nyeri, kebersihan daerah kewanitaan, hingga perubahan hormon yang terjadi rasanya penting untuk diketahui. 

Untuk menuntaskan keraguan banyak wanita di Indonesia soal menstruasi, Sumber Ayu bersama dr. Novi Gracia, SpOG yang merupakan dokter spesialis kebidanan dan kandungan serta Sumber Ayu expert team membuat siaran langsung diakun Instagram @sumberayuid dengan judul "Haid Normal atau Tidak? Kenali Tanda-tandanya!" pada Kamis (15/10/2020).

Perempuan mengalami berbagai fase dalam hidupnya yang juga berpengaruh pada perubahan hormonnya. Pertama adalah fase awal menstruasi yang disebut menarche. Biasanya pada fase ini siklus menstruasi seseorang belum teratur. 

"Biasanya tahun pertama menstruasi memang belum teratur dan itu normal. Tapi seharusnya di tahun kedua sudah mulai teratur," ujar dr. Novi.

Selanjutnya memasuki fase atau usia reproduksi yaitu fase dimana tubuh seorang perempuan sudah siap mengalami kehamilan. Lalu yang terakhir adalah fase menopause, dimana seorang wanita sudah tidak lagi mengalami menstruasi. 

Pada awal sesi siaran langsung tersebut, dr. Novi menjelaskan ada tiga syarat menstruasi agar bisa disebut normal nih, TemanBaik. 

Syarat pertama bicara soal siklus. Siklus dihitung dari hari pertama kita mengalami menstruasi pada bulan ini, hingga hari pertama menstruasi kembali pada bulan berikutnya. Nah, siklus normal pada menstruasi adalah 25 hingga 35 hari. 

"Jadi kalau sebulan dua kali, tapi siklusnya udah 25 hari itu normal. Misal saya menstruasi tanggal 1, terus dapat lagi tanggal 26," ujar dr. Novi.

Syarat kedua adalah durasi menstruasi. Durasi total yang normal dalam menstruasi minimal 2 hari dan maksimal 24 hari. 


                                                           Foto: Tangkapan Layar "Haid Normal atau Tidak? Kenali Tanda-tandanya!"

Baca Ini Juga Yuk: Rambut Rontok Usai Operasi, Normal Enggak Sih?

Kemudian syarat yang terakhir adalah jumlah atau banyaknya darah. Menurut dr. Novi, jumlah normal banyaknya darah kita saat menstruasi adalah 2 hingga 6 pembalut perharinya. Tentu saja sebaliknya, menstruasi yang kita alami bisa dianggap tidak normal jika darah yang keluar terlalu sedikit atau terlalu banyak.  

Selain ketiga syarat diatas, penting juga untuk kita memperhatikan nyeri yang dirasakan setiap datang bulan. Saat mengalami menstruasi, lapisan dalam rahim luruh keluar karena tidak terjadi pembuahan. Nyeri saat menstruasi terjadi karena sensitivitas tubuh yang berbeda pada setiap perempuan. 

"Ada yang merasa sakit banget, ada yang biasa saja. Kalau sudah mengganggu aktivitas atau ada gejala tidak normal harus periksa. Karena nyeri bisa jadi disebabkan ada kista atau benjolan pada rahim," terang dr. Novi. 

Jika nyeri saat menstruasi masih kamu rasa normal, kamu boleh kok meminum obat penahan rasa sakit, TemanBaik. Asalkan kamu sudah memastikan ke dokter jika tidak ada benjolan apapun pada rahim dan nyeri hanya disebabkan sensitivitas tubuhmu ya!

Seringkali rasa sakit saat menstruasi juga kita rasakan jika darah yang keluar berbentuk gumpalan. Biasanya ini terjadi pada awal masa menstruasi. Menurut dr. Novi hal ini terjadi karena rahim kita mengalami kontraksi untuk mengeluarkan darah berupa gumpalan yang otomatis akan terasa lebih nyeri. Namun, jika gumpalan terlalu banyak dan mengganggu, dr. Novi menyarankan kita untuk memeriksanya ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Selain memperhatikan tiga syarat menstruasi yang dianggap normal, sebagai seorang perempuan kita juga harus memperhatikan kebersihan diri terutama daerah kewanitaan saat sedang menstruasi loh, TemanBaik!

Seperti yang dijelaskan oleh dr. Novi, perubahan hormon yang terjadi saat menstruasi bisa menyebabkan keringat berlebih pada tubuh dan darah merupakan salah satu media kuman. Karena itu, penting bagi kita untuk rutin mengganti pembalut setiap 4 hingga 6 jam sekali.  

"Apa bahaya tidak rajin ganti pembalut? Darah itu media kuman. Kalau tidak rajin ganti pembalut bisa menyebabkan infeksi. Bahaya kalau infeksi sudah terjadi di bagian dalam seperti indung rahim dan rahim. Bisa menyebabkan penyumbatan yang dapat mengganggu pembuahan," tegas dr. Novi. 

Selain itu membersihkan daerah kewanitaan dengan pembersih khusus area kewanitaan juga penting dilakukan. Dengan syarat menggunakan produk yang mengandung ph antara 3,5 hingga 4,5.

Jika tiga syarat menstruasi yang normal sudah terpenuhi dan kebersihan diri pun sudah kita jaga, ada baiknya kita juga menyadari jika apa yang terjadi pada tubuh saat menstruasi disebabkan oleh perubahan hormon.

Tak jarang kita mengeluhkan mood atau perasaan yang tidak nyaman saat menstruasi. Menurut dr. Novi, hal ini disebabkan oleh perubahan hormon yang diatur oleh pusat otak dan dapat menyebabkan kita lebih emosional. 

"Jerawat pun bisa timbul saat menstruasi karena perubahan hormon," tambah dr. Novi. 

Tidak hanya moody dan timbul jerawat, ada juga perempuan yang merasakan perubahan pada kondisi fisiknya. Misal lebih mudah lelah, atau merasa panas dingin. Hal ini juga dianggap normal selama darah menstruasi yang keluar tidak melebihi batas wajar. 

Dari semua hal yang disampaikan oleh dr. Novi tentang menstruasi, yang terpenting adalah kita yang perlu lebih memperhatikan apa yang terjadi pada tubuh. Jika kita merasa ada yang salah saat masa menstruasi, jangan takut untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan ya, TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash/The Female Company

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler