Ini Alasan Kamu Tak Perlu Takut "Menjomblo"

Bandung - TemanBaik, hubungan yang baik dan bahagia dengan pasangan tentu jadi dambaan setiap orang. Apalagi jika pasangan tersebut saling melengkapi satu sama lain dalam hal kebaikan.

Namun, tentu tak semua hubungan berjalan mulus. Kadang-kadang, sepasang kekasih atau suami-istri mengalami pertengkaran, mulai dari pertengkaran ringan hingga hebat. Meski begitu, ada anggapan bahwa pertengkaran adalah "bumbu" dari sebuah hubungan.

Bahkan, tak jarang pertengkaran membuat hubungan menjadi lebih baik. Itu karena pasangan pada akhirnya bisa mengenal lebih dalam sikap dan karakter pasangannya satu sama lain. Sehingga, satu sama lain bisa saling memahami dan berubah ke arah yang lebih baik jika saling introspeksi diri.

Jika sesekali bertengkar dianggap "bumbu", bagaimana jika pertengkaran sering terjadi, apalagi jika hubungan sudah semakin tak sehat, masihkan dianggap 'bumbu'? Kondisi ini kembali kepada dirimu sendiri bagaimana menyikapinya.

Berusaha memperbaiki hubungan tentu harus dilakukan. Hindari melakukan sesuatu yang akan menimbulkan pertengkaran.

Baca Ini Juga Yuk: Melakukan Sterilisasi untuk Jaga Kesejahteraan Hewan Peliharaan

Namun, saat hubungan tak bisa diperbaiki, berpisah bisa jadi jalan keluarnya. Namun, sebelum memutuskan berpisah, tentu kamu harus mempertimbangkan berbagai hal, apalagi jika hubungan sudah dibalut pernikahan dan dikaruniai anak.

Risikonya, jika hubungan tak sehat tetap dipertahankan, tentu akan membuatmu tak nyaman. Di saat yang sama, pasanganmu juga mungkin merasa tak nyaman. Namun, satu sama lain "memelihara" ketidaknyamanan tersebut dan ujung-ujungnya kerap terjadi pertengkaran. Jangankan hal besar, hal kecil pun bisa-bisa menjadi besar dan merembet ke mana-mana.

Psikiatri RS Melinda 2 Bandung Teddy Hidayat mengatakan ada beberapa penyebab sepasang kekasih tak mau mengakhiri hubungannya. Apa saja ya?

Pertama adalah tak siap "menjomblo". Ini biasanya jadi alasan utama kenapa seseorang mau mempertahankan hubungannya meski sudah tak sehat dan tak menghadirkan kebahagiaan.

Karena itu, kamu harus benar-benar siap untuk menjomblo dengan segala konsekuensinya. Hal yang paling utama, kamu harus siap mulai menjalani hidup tanpa kehadiran pasangan seperti sebelumnya.

"Kedua, malu sama teman-teman," ujar Teddy.

Hal ini dikarenakan seseorang terbiasa memiliki pasangan dan diketahui teman-teman atau orang sekitarnya. Apalagi jika selama ini orang lain hanya tahu hubunganmu harmonis, saat berpisah, kamu dihantui rasa takut akan jadi bahan ledekan orang-orang dan merasa malu. Terlebih jika selama ini kamu kerap 'pamer' kemesraan di depan orang lain, rasa khawatir berpotensi menjadi lebih besar.

Namun, coba pertimbangkan dengan matang, maukah kamu terjebak dalam hubungan yang sudah tak sehat? Lebih sakit mana, mengakhiri hubungan atau malu sama teman? Belum tentu juga kok teman-teman atau orang lain di sekitarmu mengejek setelah kamu memutuskan mengakhiri hubungan. Yakin deh, orang baik akan selalu tetap ada kok!

"Kemudian berikutnya takut rugi karena dia sudah invest (investasi)," ungkap Teddy.

Hal yang dimaksud investasi di sini bisa diartikan luas. Salah satunya kamu terlanjur jor-joran dalam memberikan sesuatu kepada pasangan dengan harapan pasanganmu akan memberi kebahagiaan. Bisa juga kamu melakukan banyak pengorbanan demi pasangan untuk membahagiakannya.

Namun, tanpa sadar apa yang kamu lakukan itu adalah sebuah investasi. Kamu berharap pasanganmu sesuai harapan. Sehingga, mengakhiri hubungan dianggap sebuah kerugian karena kamu sudah terlalu banyak berkorban atau berharap.

"Apalagi kalau sudah melewati pacaran 'normal', itu paling sering terjebak dalam situasi tadi (tidak mau mengakhiri hubungan)," jelasnya.

Karena itu, dalam menjalani hubungan, sebaiknya kamu melakukan segala sesuatu dalam batas wajar. Namun, batas wajar setiap orang tentu berbeda dan kamu bisa menakarnya sendiri. Menyemai harapan juga hal wajar, tapi kamu harus siap ketika kenyataan tak sesuai harapan, ya!

Terakhir, yang membuat seseorang tak mau mengakhiri hubungan adalah takut tak mendapat pasangan baru. Coba deh hitung ada berapa banyak manusia di bumi ini? Yakin enggak akan ada yang mau sama kamu setelah kamu tak mengakhiri hubungan dengan pasanganmu saat ini? Ada peribahasa 'dunia tak selebar daun kelor' kan? Bahkan, jika ditarik ke sisi agama, Tuhan menciptakan manusia itu berpasang-pasangan.

Teddy pun mengingatkan agar seseorang yang ingin mengakhiri hubungan dengan pasangannya berpikir dengan baik. Pertimbangkan berbagai hal dengan matang, tapi jangan terjebak dengan pikiran negatif. Kata kuncinya, jangan hantui pikiran dari berbagai rasa takut dan 'ramalan' yang belum tentu terjadi.

"Jangan pernah melihat sebesar apa kerugian yang ditimbulkan, jangan takut sendirian, jangan takut kehilangan karena nanti juga ada gantinya, jangan takut enggak punya teman lagi, jangan takut dengan hal-hal yang belum terjadi. Biasanya (berbagai) ketakutan itu karena perasaan cemas kita yang makin lama makin besar. Padahal faktanya enggak begitu," imbau Teddy.

Foto: Ilustrasi Pexels/Jeswin Thomas

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler